Viral di Media Sosial, Begini Penjelasan Mengenai Iklan Ramayana untuk Ramadhan

Viral di Media Sosial, Begini Penjelasan Mengenai Iklan Ramayana untuk Ramadhan
Viral di Media Sosial, Begini Penjelasan Mengenai Iklan Ramayana untuk Ramadhan

Kosongan – Ada-ada saja iklan yang satu ini. Iklan Ramayana yang khusus ditampilkan untuk menyambut bulan Ramadhan tiba-tiba viral di media sosial. Setelah tahun lalu menampilkan iklan yang bercerita sedih, tahun ini Ramayana justru berubah haluan dengan menampilkan iklan yang amat mengundang gelak tawa.

Iklan Ramayana tahun ini menampilkan para ibu-ibu penyanyi qasidah dengan nuansa vintage. Namun, bukan nyanyian qasidah maupun nuansa vintagenya yang membuat iklan ini sangat viral. Melainkan salah satu adegan yang sangat unik, yaitu munculnya kepala salah satu ibu penyanyi qasidah dari dalam ricecooker.

Viral di Media Sosial, Begini Penjelasan Mengenai Iklan Ramayana untuk Ramadhan

Kepala Ibu-Ibu Qasidah Masuk ke Dalam Ricecooker

Orang-orang pun dibuat terheran-heran dengan maksud dan bagaimana cara kepala ibu qasidah tersebut bisa masuk ke dalam ricecooker. Dalam satu adegan, tampak tokoh utama kita, sebut saja Mas Rama, sedang duduk di kasur dalam kamarnya. Mas Rama tampak dikelilingi ibu-ibu qasidah yang terus berdendang. Lucunya, para ibu-ibu qasidah ini tampak muncul di mana-mana, mulai dari keranjang makanan, keranjang cucian, hingga satu yang muncul kepalanya saja di atas sebuah ricecooker.

Sang sutradara, Dimas Djayaningrat pun menjelaskan bahwa kemunculan ibu-ibu qasidah tersebut secara random karena menurutnya ibu-ibu qasidah tersebut sudah seperti narator cerita dari iklan tersebut. Menurutnya, narator cerita bisa muncul di mana-mana, sehingga tidak aneh baginya jika ada yang muncul dari dalam ricecooker seperti itu.

Lebih lanjut, Dimas menjelaskan bahwa adegan unik tersebut merupakan ide yang muncul tiba-tiba. Menurutnya, ide memunculkan kepala ibu-ibu qasidah dari dalam ricecooker didapat setelah melihat lokasi syuting iklan. Dimas menjelaskan, adegan tersebut dibuat secara alami menggunakan teknik kamera. Meski bisa saja menggunakan teknik editing video, tapi Dimas menghindarinya karena menurutnya hal tersebut bisa merusak konsep vintage yang ia rencanakan untuk iklan Ramayana itu.

Serba Spontan

Dimas menjelaskan, hampir seluruh bagian dari iklan ini adalah ide spontan ia bersama tim yang ada di lapangan. Mulai dari lirik, adegan mimpi, adegan palakan preman, hingga kepala di ricecooker semuanya serba spontan. Meski masih adegan bersama angkot yang tidak spontan, karena tim harus tetap memikirkan keamanannya.

Absurd dan Viral karena Diberikan Kebebasan

Dimas Djayaningrat adalah orang yang sama yang menggarap Iklan Indomie Telenovela dan Serial Kolosal Indoeskrim yang sama-sama viral. Wajar saja iklan yang dibuat untuk Ramayana pun bisa sangat absurd dan viral karena ide yang digagas Dimas sangat anti-mainstream.

Dimas mengaku, bahwa ia bisa membuat iklan seabsurd dan seviral ini karena kliennya, pihak Ramayana, memberikan kebebasan dalam menentukan bagaimana tema dan ceita iklannya. Dimas pun mengakui bahwa semua iklan absurd nan viral karyanya beride mengalir begitu saja karena sang klien memberikan kebebasan untuk berkreasi.

Grup Qasidah dalam Iklan Tersebut adalah Grup Qasidah Asli

Selain adegan ibu-ibu dalam ricecooker, hal yang menjadi perbincangan orang-orang di media sosial mengenai iklan ini adalah cara menyanyi ibu-ibu qasidah. Jika diperhatikan, hampir di setiap huruf K dan Q ibu-ibu qasidah itu memaksimalkan hukum bacaan qalqalah. Sepertinya tidak ada qalqalah sugra, semua baris yang memiliki huruf K dan Q dipantulkan dengan kuat seperti qalqalah kubro.

Menurut Dimas, apa yang dilakukan ibu-ibu qasidah ini sejalan dengan semangat Dimas yang memang suka aneh-aneh. Baginya, kalau mau buat iklan yang serius ya harus serius banget, tapi kalau mau bikin yang nyeleneh dia bisa membuatnya semakin nyeleneh.

Menggunakan musik qasidah dalam iklannya, Dimas memilih grup qasidah ibu-ibu Nurul Syifa asal Duren Sawit, Jakarta. Awalnya ia mengaku ada dua grup yang coba dicasting olehnya, namun yang lolos ya adalah grup dengan vokal qalqalah qubra tersebut.

Dimas menambahkan, dia memang sengaja mencari grup qasidah yang asli. Karena dengan menggunakan grup qasidah yang asli lebih mudah dari pada harus memaksa cast berakting menjadi grup qasidah.

Grup qasidah ibu-ibu Nurul Syifa dipilih karena grup qasidah ibu-ibu yang satu lagi terlalu agak serius, sedangkan grup qasidah Nurul Syifa dianggap Dimas bocor-bocor karena makan melulu. Hal ini tentunya sejalan dengan semangat Dimas yang menginginkan totalitas, kalau serius ya serius sekalian, kalau ngaco ya ngaco sekalian.

Dimas menjelaskan, dalam iklan tersebut mereka menggunakan suara asli ibu-ibu qasidah terserbut. Hanya saja lirik dari lagunya Dimas dan tim yang membuat. Menurut Dimas, ia memang tidak begitu jago membuat lirik sehingga terciptalah lirik seperti di iklan viral tersebut. Meskipun begitu, Dimas mengaku tidak mau melenceng terlalu jauh dari lirik-lirik umum qasidah, yaitu lirik-lirik berisi nasihat dan pengalaman hidup.

Dimas Berpesan, Jangan Bekerja Terlalu Banyak sampai Melupakan Orang Tua dan Keluarga di Rumah

Menurutnya, melalui iklan tersebut Dimas ingin memberikan pesan bahwa jangan bekerja terlalu banyak sampai melupakan orang tua dan keluarga di rumah. Namun, melalui iklan Ramayana ini Dimas membalut semu pesan tersebut dengan komedi absurd.

Saking viralnya iklan ini, sejak 16 Mei hingga saat artikel ini ditulis pada 21 Mei 2018, tercatat iklan tersebut sudah mendapatkan lebih dari 6 juta view di Youtube. Tercatat sudah banyak pula orang yang membuat fanart berdasarkan iklan tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.