Teknologi Pangan Terbaru

Teknologi Pangan Terbaru
Sumber: Dong Ngo/CNET

Makanan menjadi sumber utama kehidupan manusia. Setiap saat manusia melakukan berbagai hal untuk mendapatkan makanan. Para ilmuan juga melakukan banyak penelitian untuk membuat pangan yang lebih berkualitas dan mencukupi bagi semua manusia yang ada.

Teknologi pangan terus dikembangkan dari tahun ke tahunnya. Banyak perubahan yang sudah terjadi dalam pengelolaan teknologi untuk pangan. Sudah ada ilmu yang mempelajari mengenai teknologi pangan yaitu ilmu teknologi pangan.

Ilmu teknologi pangan sendiri, mempelajari berbagai proses pengolahan bahan pangan agar bisa dikonsumsi oleh semua manusia. Jadi setiap makanan yang diteliti dan diuji dalam Laboratorium nantinya aman untuk dikonsumsi dan diolah oleh semua manusia.

Dengan kemajuan teknologi yang ada, sekarang sudah banyak makanan yang dapat Anda beli secara kemasan. Atau bisa juga disebut dengan makanan instan. Selain itu makanan yang sudah dikemas bisa bertahan lama dan terhindar dari bakteri yang ada di lingkungan sekitarnya, jadi kehigenisan makanan tersebut dapat terjamin.

Dalam proses pengemasan makanan, sudah menggunakan mesin-mesin canggih yang terjamin kebersihannya dan kualitasnya. Manusia selalu menumbuhkan dan mencari inovasi-inovasi baru mengenai cara pengemasan makanan yang baik dan benar. Sehingga tidak ada makanan yang terbuang sia-sia.

Baru-baru ini, para pakar teknologi pangan mengeluarkan produk dan inovasi terbaru mereka dalam bidang teknologi pangan. Ada banyak manfaat dan kegunaan teknologi ini, selain untuk menghemat waktu secara langsung serta efektif dan efisien, teknologi pangan juga membantu para pengolah makanan lebih mudah dalam pekerjaan mereka. Berikut ini beberapa penemuan terbaru dari para peneliti mengenai teknologi pangan yang ada.

1. Pertanian Vertikal

Dalam bidang pertanian banyak sekali yang bisa diubah dan ditambahkan agar hasil dari pertanian tersebut dapat membuahkan hasil yang maksimal. Salah satu hal yang dapat dilakukan dalam pertanian adalah menanam tanaman yang biasanya di ladang menjadi di dalam sebuah ruangan, dengan menggunakan cara tanam hidroponik.

Dengan cara ini akan membantu para petani meminimalisir tempat yang akan digunakan dalam pertanian, tanaman yang ditanam pun dapat ditinjau setiap hari tanpa perlu repot membuang tenaga yang banyak, karena tanaman hidroponik dapat ditanam di ruangan yang mungkin dekat dengan rumah si petani, semisal petani tersebut memiliki atap yang berbentuk semen, di atap tersebut dapat dibuat sebuah ruangan yang bisa digunakan untuk tanaman hidroponik.

Inovasi ini sangat membantu dan mempermudah masyarakat maupun petani dalam hal pangan. Semua orang bisa melakukan penanaman secara hidroponik di rumah masing-masing, sehingga lebih menghemat dalam pengeluaran biaya hidup sehari-hari mereka.

Bagi mereka yang hidup di kota sekalipun dapat mencoba menanam tanaman hidroponik ini, karena tanaman hidroponik tidak memakan tempat, dalam peletakkannya bisa disusun secara bertingkat dengan rak-rak yang bertingkat. Jadi dapat memuat banyak tumbuhan dalam satu buah rak-rak’an.

2. Printer Makanan 3D

Dari nama produknya saja sudah nyeleneh, namun bagaimana dengan kegunaan produk Printer Makanan 3D ini sendiri. Tak perlu diragukan lagi, didalam Printer Makanan 3D ini, Anda bisa membuat burger dan pizza hanya dengan memasukkan bahan makanan yang dibutuhkan dan menjalankannya program yang ada pada Printer Makanan 3D.

Teknologi ini bisa menjadi solusi dan menjadi teknologi di masa depan yang canggih dan sangat bermanfaat bagi semua manusia. Belum banyak masyarakat yang paham akan adanya Printer Makanan 3D ini, namun jika dikembangkan lagi dan lebih disosialisasikan ke masyarakat sekitar, produk ini sangatlah menjanjikan.

3. Tanaman dalam Ruangan

Bisa anda bayangkan bagaimana bentuk dan desain dari inovasi teknologi pangan yang satu ini? Sangat kreatif dan menarik bukan? Selain itu tanaman dalam Ruangan ini juga memanfaatkan sistem tanaman hidroponik yang bisa digunakan di segala jenis ruang.

Tanaman dalam ruang ini menjadi salah satu cara bagi astronot yang melakukan perjalanan luar angkasa. Tanaman dalam Ruangan ini, juga dapat menghasilkan buah dan berbagai hasil tanaman tersebut seperti di aslinya, hanya saja penanaman tanamannya yang berbeda. Selain menghemat tempat, praktis dan memudahkan bagi penanamnya, tanaman dalam Ruangan ini juga dapat menjadi hiasan di dalam rumah Anda.

Misalnya Anda ingin menghias meja di ruang tamu Anda dengan bunga, Anda bisa meletakkan bunga hidup yang asli di sana dengan menggunakan teknik tanaman dalam ruangan ini, sangat mudah dan terlihat indah juga segar untuk dipandang mata. Inovasi tanaman dalam ruangan, bisa juga diaplikasikan ke dalam ruangan-ruangan kantor untuk memperindah tampilan dan menyegarkan mata bagi pekerjanya.

4. Mutasi genetik bagi tanaman biji-bijian

Dalam mutasi genetik dilakukan agar tumbuhan biji-bijian tersebut dapat menghasilkan biji sebanyak-banyaknya dengan cara mutasi genetik. Biji-bijian ini dapat mengatasi banyak masalah kekurangan pangan yang terjadi di dunia. Dengan adanya biji-bijian mutan ini, membuat masalah banyak orang terselesaikan dengan baik.

Dengan lahan yang terbatas dapat menghasilkan banyak bahan pangan biji-bijian dengan menggunakan sistem mutasi genetik. Tanaman yang sudah banyak dan sering digunakan untuk percobaan mutasi genetik adalah jagung, karena jagung juga menjadi sumber makanan pokok bagi manusia di sebagian tempat yang kering. Jagung juga banyak digunakan sebagai bahan makanan pendamping dan cemilan.

Dengan adanya mutasi genetik biji-bijian ini, membuat bahan makanan jagung dapat memenuhi kebutuhan pasar dan banyak masyarakat. Sedangkan untuk tanaman biji-bijian seperti beras dan gandum, para ilmuan belum banyak melakukan pengujian mutasi genetik ini, mungkin jika berhasil akan lebih banyak lagi masyarakat yang tertolong dalam hal pangan. Para ilmuan harus bisa mencari lebih banyak inovasi dalam mutasi genetik ini.

5. Lab-grown meat

Ternak ternyata menjadi salah satu hal yang digunakan sebagai bahan pengujian bagi para ilmuan. Alasannya karena peternakan yang biasa saja dan hanya memanfaatkan sumber daya alam yang ada tidak efektif dan banyak menimbulkan masalah seperti pencemaran udara, mempengaruhi perubahan iklim karena emisi karbon dioksida yang dikeluarkan oleh ternak itu sendiri dan hasil ternak yang dinilai tidak bergizi dan banyak mengandung lemak di dalam daging ternak itu sendiri.

Ilmuan di Belanda melakukan penelitian mengenai hewan ternak ini dan menghasilkan sebuah penemuan yang mungkin bisa menjadi solusi bagi para peternak yang ada yaitu dengan adanya lab-grown meat atau bisa di sebut juga dengan nama in vitro meat.

Pengujian ini menghasilkan daging yang ini bebas akan kandungan lemak di dalamnya, dengan rasa yang juga tidak buruk, bahkan hampir sama dengan daging pada umumnya. Namun karena proses lab-grown meat yang cukup rumit, sulit dan mahal dalam hal biaya, maka lab-grown meat tidak bisa digunakan oleh para peternak yang ada.

Itulah beberapa teknologi pangan terbaru yang bisa menjadi solusi bagi kehidupan di masa sekarang maupun masa yang akan datang. Diharapkan dengan adanya teknologi pangan ini, lebih mempermudah dan dapat mengatasi masalah pangan di masyarakat seluruh dunia.