Sempat Viral di Dunia Maya, Begini Penjelasan Tentang Hantu Kuyang

Sempat Viral di Dunia Maya, Begini Penjelasan Tentang Hantu Kuyang
Sempat Viral di Dunia Maya, Begini Penjelasan Tentang Hantu Kuyang

Kosongan – Beberapa hari lalu warganet Indonesia sempat banyak membicarakan tentang sosok Kuyang, hantu berwujud menyeramkan dari Kalimantan. Kehebohan ini bermulai dari banyaknya pengumuman atau rilis tentang barang elektronik super canggih atau super mahal yang untuk memilikinya dikatakan orang harus rela menjual organ tubuhnnya.

Dasar orang Indonesia memang kreatif, dari pada menjual organ tubuhnya, salah seorang pengguna Facebook malah menganjurkan untuk menangkap dan memanen organ tubuh dari hantu Kuyang, hantu berwujud kepala perempuan dengan organ tubuh berserakan.

Perwujudan Kuyang yang sebenarnya jika dilihat oleh orang normal sangat menyeramkan ini ternyata tidak membuat gentar warganet Indonesia untuk menjadikannya bahan candaan, bahkan dijadikan meme yang beredar dengan sangat cepat di halaman-halaman meme Facebook Indonesia. Berikut penjelasan tentang hantu pemakan darah sehabis melahirkan ini.

Sempat Viral di Dunia Maya, Begini Penjelasan Tentang Hantu Kuyang

Menurut Wikipedia Bahasa Indonesia, Kuyang merupakan siluman berwujud kepala wanita dengan isi tubuh yang menempel tanpa tubuh dan dapat terbang untuk mencari darah bayi atau darah wanita setelah melahirkan. Kuyang ini sebenarnya dikenal masyarakat di Kalimantan. Menurut kepercayaan setempat, Kuyang sebenarnya adalah wanita yang menuntut ajaran ilmu hitam untuk mencapai kehidupan abadi.

Membaca penjelasan di atas saja, sobat kosongan pasti sudah merasa ngeri membayangkan sosok kepala wanita yang terbang dengan jeroan masih menempel. Kuyang sendiri sebenarnya istilah orang awam untuk mahluk jadi jadian yang diartikan hidup alam manusia sekaligus alam gaib.

Di Kalimantan, hantu Kuyang dipercaya sebagai wujud pesugihan untuk bisa hidup abadi atau awet muda, pelaku pesugihan ini dikatakan biasanya wanita. Untuk mempertahankan efek pesugihannya tersebut maka pelaku harus meminum darah bayi atau darah wanita setelah melahirkan.

Dipercaya hantu Kuyang ini menandai mangsanya dengan mengelus-elus perut wanita yang sedang hamil besar. Karena takut dengan kepercayaan ini, maka dari itu masih ada yang percaya kalau wanita yang sedang hamil besar harus ditemani oleh keluarganya selama 24 jam. Dalam masyarakat Banjar dipercaya seorang wanita bisa berubah wujud menjadi Kuyang jika menggunakan minyak tertentu.

Selain di Kalimantan, hantu berwujud kepala wanita dengan jeroan terbuka ini juga dikenal di masyarakat Sumatra dan Bali. Bagi masyarakat Sumatra, Kuyang dikenal dengan nama Palasik. Masyarakat Sumatra percaya, orang yang mengamalkan ilmu Palasik ini selain dari kemauan sendiri, bisa dari keturunan. Dengan kata lain, bisa saja dulunya ibu atau nenek orang itu adalah pelaku ilmu Palasik juga.

Dikatakan bahwa pelaku ilmu Palasik bisa dilihat dari ciri tubuhnya yang terlihat jelas, yaitu tidak adanya cekungan diantara bibir atas dan hidung nya. Meskipun begitu, dipercaya kemampuan Palasik dan Kuyang agak sedikit berbeda, Palasik bisa memangsa korbannya hanya dari dengan menatap matanya saja.

Sementara itu, hantu berwujud kepala wanita dengan jeroan terbuka dikenal dengan sebutan Leak di Bali. Berbeda dengan Kuyang maupun Palasik yang merupakan jelmaan pengamal ilmu hitam, Leak justru memiliki kisah panjang sejak jaman kerajaan di Indonesia. Dikisahkan pada masa pemerintahan Airlangga (1006 – 1042 M) di Jawa Timur, hidup seorang janda sakti. Janda tersebut bernama Dayu Datu. Dayu Datu ini berasal dari Desa Girah, sebuah desa yang terletak di wilayah pesisir Kerajaan Kediri. Dayu Datu kemudian dikenal sebagai Nyi Calonarang.

Kemudian Nyi Calonarang mempunyai banyak pengikut, akhirnya ia menuliskan semua ilmu sihirnya ke dalam sebuah kitab yang disebut Kitab Calonarang. Namun suatu hari, salah seorang pemuka agama dari Kediri yang juga guru dari Airlanggar bernama Mpu Bharada berhasil mengalahkan Calonarang dan mengamankan kitab tersebut agar sihir tersebut tidak tersebar luas. Sayangnya sebagian dari murid-murid Calonarang berhasil melarikan diri ke Bali dengan membawa ajaran dari Nyi Calonarang. Ajaran yang pernah mereka pelajari pun akhirnya dilestarikan hingga kini kita menyebutnya sebagai Leak.

Kuyang, Palasik, dan Leak memangsa hal yang sama, yaitu darah bayi dan darah nifas. Untuk Palasik malah lebih seram lagi. Konon menurut kepercayaan masyarakat Minang, Palasik terbagi menjadi 3 jenis. Meskipun ketiga jenis Palasik ini memiliki mangsa yang sama, namun ada sedikit perbedaan.

Palasik jenis pertama gemar memakan bayi yang masih ada dalam kandungan. Palasik jenis kedua menghisap darah bayi atau balita. Palasik jenis ketiga gemar memakan jasad bayi atau balita yang ada di dalam kubur.

Konon bayi atau balita yang sedang dimangsa Palasik tak seketika meninggal, sebelumnya mereka terkena sejenis penyakit. Ciri-ciri dari bayi atau balita yang sedang dimangsa Palasik adalah suhu tubuh yang semakin tinggi. Karena suhu tubuh yang semakin tinggi tersebut, bayi atau balita yang sedang dimangsa Palasik tidak mau tidur dan susah untuk ditenangkan.

Ketika sudah parah, bayi atau balita yang sedang dimangsa Palasik itu akan lemas secara mendadak dan ubun-ubun kepalanya menjadi terlihat cekung. Pada ujungnya, bayi atau balita korban Palasik akan menjadi kurus kering dan akhirnya meninggal dunia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.