Review Princess Mononoke, Pesan Tentang Lingkungan Dalam Film Fantasi

2.princessmononoke

Kosongan – Dari deretan film-film produksi Studio Ghibli, Princess Mononoke karya Hayao Miyazaki adalah salah satu film animasi yang wajib kamu tonton. Pertama kali rilis pada tanggal 12 Juli 1997, Princess Mononoke merupakan film animasi legendaris dengan cerita dan visual animasi yang spektakuler pada masa dan masih relevan hingga saat ini. Hampir semua aspek dalam film ini dibawakan dengan sempurna. Tak salah jika Princess Mononoke merupakan film animasi pertama yang memenangkan Best Picture pada tahun 1998 di ajang Japan Academy Awards.

Untuk pemaparan selengkapnya, simak review Princess Mononoke berikut ini.

Sinopsis Princess Mononoke

Ashitaka adalah seorang pangeran dari desa Emishi. Hingga suatu hari roh jahat hutan hendak menyerang desanya dan Ashitaka mempertaruhkan nyawanya untuk melawan roh jahat tersebut. Meski menang dalam pertarungan, Ashitaka mengalami luka pada lengannya karena tersentuh oleh roh jahat tersebut, dan luka tersebut meninggalkan kutukan yang akan membunuhnya secara perlahan. Ia pun memutuskan untuk meninggalkan desanya dan pergi ke barat untuk meminta kesembuhan pada roh hutan yang di sebut Deer God.

Sesampainya di barat, ia terlibat dalam pertempuran antara manusia dari Iron Town dengan sekawanan serigala yang merupakan salah satu roh hutan juga. Yang menarik perhatian Ashitaka adalah seorang gadis yang berada di pihak roh hutan, yaitu San atau Mononoke Hime (Princess Mononoke).

Setelah mengetahui apa dasar pertempuran yang terjadi dan berbicara dengan kedua bela oihak, Ashitaka pun memiliki misi baru. Selain untuk mencari kesembuhan, ia ingin mengusahakan keselaran hidup antara manusia dari Iron Town dengan para penghuni hutan.

Review Princess Mononoke

Alur Dan Pengembangan Cerita

9.princess mononoke

Princess Mononoke adalah sebuah film dengan pesan moral tentang kelestarian lingkungan yang dibalut dalam cerita fantasi yang epic. Meski dipenuhi dengan kisah fantasi yang fiksi, semuanya tampak sangat relevan jika disesuaikan dengan dunia nyata. Seperti yang kita ketahui, umat manusia dalam usaha modernisasi rela menghancurkan alam dengan menebang pohon hingga mengeksploitasi sumber daya alam. Hal ini sangat sesuai dengan ambisi Lady Ebhosi, pemimpin Klan Iron Town yang ingin membunuh Deer God, pusat dari hutan agar ia tidak terganggu lagi untuk membangun kotanya yang modern dengan besi dan senjata api.

Dalam durasi 2 Jam 15 menit, film ini merangkum semua ambisi manusia dalam mengeksploitasi lingkungan, apa yang mereka lakukan, dan dampak dari tindakan tersebut. Semuanya ditampilkan dengan pengisahan fantasi yang tidak secara realistis, namun tetap mudah ditangkap maknanya. Siapa yang mau pergi ke bioskop hari ini untuk melihat film dokumentasi tentang pelestarian lingkungan? Melalui film ini, sang sutradara ingin memancing para penonton untuk memahami isu satu ini.

Satu hal yang kurang sesuai dari film ini adalah judulnya. Melihat judul Princess Mononoke, kamu pasti berpikir bahwa film ini bercerita tentang karakter tersebut. Namun film ini tidak terlalu mengupas kehidupan Princess Mononoke, asal mulanya ia menjadi anak serigala atau hal lainnya. Film ini lebih dari sekedar menceritakan satu karakter ikonik, namun hubungan semua karakter sebagai umat manusia dengan alam sekitar.

Desain Karakter

1.princessmononoke

Ada beberapa karakter yang tampak dominan dalam film animasi ini, masing-masing memiliki karakter yang kuat dan natural jika ditelaah dari latar belakangnya. Yang pertama adalah pangeran Ashitaka, karakter netral yang cukup powerful dan bijaksana. Di tengah ambisi Lady Ebhosi dan kegeraman roh penghuni hutan, karakter ini menjadi solusi dan penengah yang membuat cerita memiliki alur dan pengembangan cerita yang baik.

Sementara bintang utama San alias Mononoke Hime merupakan karakter yang menjadi ikon dari anime ini. Meski sebetulnya porsi kisah tentang dirinya sendiri tidak terlalu banyak dan merupakan pusat dari kisah ini sesuai dengan judulnya. Namun desai karakter yang cantik dan badass, membuat San menjadi daya tarik bagi para penontonnya. Bukan manusia, namun juga bukan serigala, San merupakan karakter liar yang unik dan memberi warna dalam kisah ini.

Visualisasi Dan Art

3.princess mononoke

Salah satu keunggulan dari film animasi Princess Mononoke adalah desain visualnya. Jika kita melihat film animasi pada jaman sekarang seperti, Zootopia atau Brave dengan visual efek mutakhir, film animasi satu ini merupakan yang terbaik pada jamannya. Jika animasi jaman sekarang sepenuhnya mengandalkan desain dengan komputer, Princess Mononoke hanya melibatkan 10 persen pengerjaannya dengan komputer. Keindahan latar dan setiap pergerakan karakter yang epic adalah buah dari kerja keras kreatornya menggambar selembar demi selembar.

Desain karakter yang realistis dan pemandangan alam yang disuguhkan sangat menakjubkan dan indah. Sangat sesuai dengan tema kisahnya yang mengangkat isu lingkungan. Menciptakan penampilan alam yang indah juga membawakan pesan betapa sayangnya jika umat manusia rela merusak alam yang indah sedemikian rupa.

Editing dan cinematografi pada animasi ini juga dibuat megah dan membuat bulu kuduk merinding dipadukan dengan musik latarnya.

Musik Latar

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, kisah dan penampilan visual Princess Mononoke yang juga didukung dengan musik latar yang menyempurnakan film animasi satu ini. Semua musik latar dan soundtrack pada film ini merupakan karya dari komposer Jepang, Joe Hisaishi.

Musik latar yang mengiringi setiap adegan akan menyelimuti para penonton bahkan dari scene awal. Suasana dan emosi kamu sebagai penonton akan digiring seperti perahu dengan ombak yang terkadang lembut, terkadang kencang dan mendebarkan. Sampai film selesai, musik tersebut akan terus terngiang di kepala para penontonnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.