Review Perfect Blue, Film Anime Suspense Ala Alfred Hitchcock

4.perfectblue

Kosongan – Jika kamu pecinta film psychological thriller, Perfect Blue bisa jadi harta karun yang kamu temukan di lautan film-film anime terkenal. Film anime suspense satu ini merupakan garapan mendiang sutradara Satoshi Kon yang juga terkenal dengan karya lainnya yaitu Paprika (2006).

Perfect Blue bisa jadi merupakan satu-satunya film anime bergenre thriller dengan originalitas tinggi dan tidak ada pembandingnya. Film ini pertama kali rilis pada tanggal 28 Februari 1997. Genre thriller dengan visual dan filter gambar yang masih minim di animasi era 90’an, justru membuat film ini tampak aesthetic dan edgy. Susah mencari anime yang serupa dengan Perfect Blue. Film ini bagaikan karya Alfred Hitchcock dalam versi animasi yang bernuansa femme fatale.

Tak perlu jadi otaku untuk menonton film satu ini. Ceritanya sangat mungkin diterima dan nikmati oleh pencinta film suspense. Untuk info lebih lengkapnya, simak review Perfect Blue berikut ini.

Sinopsis Perfect Blue

Mima adalah seorang anggota group Idol CHARM yang cukup populer dan memiliki banyak penggemar. Di tengah-tengah ketenarannya sebagai anggota Idol dengan image imut dan manis, Mima mendapatkan kesempatan dan memutuskan untuk berahli karir. Ia hendak memulai karir sebagai artis wanita yang lebih dewasa dengan bermain di beberapa tawaran film dengan adegan “panas”.

Perubahan drastis dalam suasana kerjanya sebagai artis, membuat Mima sedikit gunda dalam beradaptasi. Ia mulai mempertanyakan apa yang sebetulnya ia inginkan. Keadaan semakin memburuk ketika berbagai teror dan pembunuhan tidak biasa terjadi di sekitarnya. Belum lagi ancaman dari stalker buruk rupa misterius yang terus menghantuinya.

Review Perfect Blue

Alur Dan Pengembangan Cerita5.perfectblue

Bagi kamu yang otaku, kamu mungkin telah melihat banyak anime Idol dengan segala keimutan dan kisah perjuangan yang manis. Namun film anime satu ini pastinya akan sangat berbeda dengan anime tentang Idol yang pernah ada. Perfect Blue memiliki tema dan konten dewasa yang serius. Dengan konflik dan isu yang sebetulnya yang realistis, jika kamu paham kehidupan sebagai artis di Jepang.

Artis juga manusia yang bekerja seperti pegawai kantoran dan harus mengikuti instruksi yang benar ketika sudah berkomitmen dalam sebuah project. Dalam kisah ini perubahan emosional Mima sangat dibawakan dengan komplit. Bagaimana seorang gadis lugu tiba-tiba harus menjadi artis dewasa dan merasakan pertentangan batin.

Kamu akan melihat banyak potongan adegan ke adegan berikutnya yang tidak biasa ala Satoshi Kon. Mulai dari Mima yang terbangun dari mimpi buruk, hingga terbangun dari lamuman, adegan-adegan ini akan membuat kamu mempertanyakan mana yang nyata dan mana yang hanya ilusi.

Film ini cukup menguras otak namun kamu tidak perlu memiliki asumsi berlebihan dalam menafsirkan ending-nya. Namun mungkin kamu akan masih ragu ketika melihat akhir cerita Perfect Blue, karena otakmu masih “trauma” dengan berbagai permainan ilusi selama film.

Film ini sangat bisa dinikmati bagi kamu yang bukan penggemar anime sekalipun. Jika kamu menyukai film suspense dengan vibe yang menegangkan dan suram, film ini sangat recommended.

Desain Karakter

4.perfectblue

Tidak ada banyak karakter menonjol dari film satu ini. Mima sebagai pemeran utama pun juga bukan karakter dengan kepribadian yang unik. Ia hanya perempuan biasa yang kebetulan berbakat dan menjalani kehidupan sebagai artis. Kamu bisa melihat banyak perempuan di dunia nyata seperti Mima, dan di situ ‘lah letak keunggulan film ini. Karena karakternya biasa-biasa saja, hal ini membuat kisah nampak realistis dan relevan. Mungkin banyak artis perempuan Jepang yang akan merasa relevan dengan pertentangan batin Mima.

Bedanya, film ini memang lebih menantang dan berbeda dengan kehidupan nyata karena sentuhan thriller-nya.

Satu lagi karakter yang akan cukup menarik perhatianmu adalah stalker buruk rupa yang misterius. But, guys, karakter tersebut hanya pengalih cerita yang akan membuat kamu semakin terkejut pada akhir cerita karena tidak bisa melihat karakter lainnya yang tidak terlalu mencolok.

Visual Dan Art

Film ini pertama kali rilis pada tahun 1997 dan menyuguhkan animasi sesuai dengan teknologi pada jaman tersebut. Secara art mungkin film ini masih standar, namun pemilihan palet warna dalam film ini merupakan salah satu faktor untuk membangkitkan suasana suram dan suspense yang ingin dibangun. Film ini memberikan kesan aesthetic 90-an yang tetap nampak artistik dan pas untuk cerita ini. Kamu tidak akan menemukan suasana dan palet yang sama pada film anime ini di anime lainnya.

Ada pula detail konsep art yang mungkin tidak akan kamu perhatikan. Setiap karakter digambar dengan anatomi yang realistis. Mulai dari laki-laki atau karakter pria yang biasa saja, namun setiap aktor atau aktris dalam film ini digambar rupawan. Jadi terlihat mana yang artis dan mana yang cuma orang biasa.

Ada pun beberapa poster dijalan yang digambar dengan gaya anime berlebihan ala magical girl. Hal ini menjadi pembeda mana yang nyata dan mana yang kartun atau anime. Para penonton mungkin tidak berpikir sampai sana, bahwa Kon sangat memperhatikan detil dalam film ini.

Musik Latar

Selain cerita, gaya art, pemilihan palet warna, salah satu aspek yang mendukung aura suspense pada film ini adalah musik latarnya. Pada adegan-adegan tertentu, kamu akan mendengar musik latar yang suram yang akan membangkitkan ketegangan. Perpaduan antara visual dan musiknya sangat serasi dan akan membuat kamu lupa bahwa ini masih film anime. Karena semua aspeknya benar-benar dikerjakan seperti film suspense ala Hollywood.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.