Review Maniac, Ketika Kisah Fiksi Ilmiah Melibatkan Perasaan

Kosongan – Tidak banyak serial di Netflix yang memiliki cerita menarik, namun tidak sedikit yang merupakan serial yang harus masuk dalam daftar rekomendasi. Salah satunya adalah Maniac. Terdiri dari 10 episode, episode pertamanya rilis pada tanggal 21 September 2018 lalu. Dibintangi oleh aktris yang sedang naik daun, Emma Stone dan aktor Jonah Hill.

Maniac adalah Netflix Original Series hasil dari tangan dingin Cary Joji Fukugana yang mengadaptasi dari serial Norwegia dengan judul yang sama. Serial ini bergenre fiksi ilmiah namun berbeda dengan kisah fiksi ilmiah yang mungkin pernah kamu saksikan. Mungkin untuk pertama kalinya, kamu akan menemukan dirimu merasa sangat emosional ketika menonton film fiksi ilmiah seperti halnya kamu menonton film drama.

Tak hanya fiksi ilmiah, kamu akan mengalami berbagai macam rasa dalam serial satu ini. Mulai dari komedi, drama kehidupan, kisah konflik keluarga, yang dikemas dengan visual yang tak kalah menarik. Bagi kamu yang tidak terbiasa dengan film fiksi ilmiah, mungkin berbagai perubahan latar di serial ini akan membuat kamu sedikit kebingungan. Tapi bersabarlah menonton setiap episodenya, karena dijamin kamu gak bakal dikecewakan.

Berikut review Maniac yang wajib kamu simak agar lebih paham lagi, kenapa sih, serial satu ini wajib banget kamu tonton?

Sinopsis Maniac

Annie (Emma Stone) dan Owen (Jonah Hill) adalah dua orang asing yang bertemu karena sama-sama mengambil tes untuk menjadi subjek penelitian di sebuah perusahaan farmasi milik Jepang. Perusahaan tersebut sedang dalam usaha menyempurnakan sebuah obat yang diyakini dapat menyelamatkan banyak orang dari penderitaan, trauma, dan depresi dengan program komputer artificial Intelligence paling handal.

Annie adalah seorang perempuan yang tidak memiliki jalan hidup jelas dan masih dihantui oleh masalahnya dengan sang adik. Masalahnya tersebut membuatnya tidak bisa move on dari masa lalu dan terus menjalani hidup tanpa menyadari bahwa jiwanya masih terluka.

Sementara Owen adalah seorang pemuda yang mengidap schizophrenia yang tidak dapat membedakan kenyataan dan ilusi. Ia terus melihat kakak imajinasinya yang mengatakan bahwa ia sedang diuji dan ditakdirkan untuk menyelamatkan umat manusia.

Review Maniac

 Alur Dan Pengembangan Cerita

Jenis cerita yang disuguhkan oleh serial Maniac bukanlah tipe cerita yang dapat dengan mudah disukai oleh semua orang. Namun kisah yang terdengar super ekstraterestrial mengenai komputer pintar dan pil yang dapat menyembuhkan orang ini tidak akan membuat kamu bingung karena setiap episodenya yang selalu ditutup dengan adegan menggantung seperti serial pada umumnya. So, kamu akan mendapatkan pemahaman setiap sebuah episode berakhir, yang ketika kamu gabungkan akan membuat kamu paham kisah Maniac secara keseluruhan.

Dua episode pertama akan terfokus pada pengenalan pada dua subjek penelitian yang nantinya akan dominan dalam cerita, yaitu Annie dan Owen. Namun mulai dari episode ketiga, kamu akan mulai menyaksikan perjalanan mereka berdua dalam area institusi farmasi yang memproduksi pil yang disebut dengan ULP.

Ketika kamu berpikir penelitian akan berjalan dengan normal, akan muncul kisah yang membuat situasi semakin menantang bagi setiap orang dalam penelitian tersebut.

Kamu akan menyaksikan berbagai latar imajinatif secara acak yang mungkin akan membuat kamu pusing. Mulai dari sepasang suami istri yang ingin menyelamatkan lemur, hingga perjalanan kedua peri menuju danau awan di dunia fantasi ala Lord of The Ring. Kunci untuk memahami serial Maniac adalah memperhatikan setiap dialog yang dilontarkan kedua pemeran utama, Annie dan Owen.

Diawali dengan kisah fiksi ilmiah yang penuh dengan istilah medis dan ilmiah buatan, kisah ini memiliki akhir cerita yang akan membuat kamu merasa lega dan heartwarming seperti kamu sedang menonton film drama tentang kehidupan, khususnya tentang bangkit dari depresi dan kenangan buruk di masa lalu.

Desain Karakter

Annie dan Owen adalah dua karakter utama yang ditonjolkan dalam kisah ini. Pertemuan mereka yang tidak kebetulan tampak seperti sesuatu yang telah ditakdirkan. Meski selama cerita mereka tetap berusaha untuk diri sendiri secara terpisah, namun tak akan kuat untuk tidak men-ship mereka berdua sebagai pasangan atau hanya sekedar sahabat.

Keduanya merupakan gambaran orang depresi dan menderita yang akan terasa relevan bagi kamu yang mungkin mengalami hal yang sama. Setiap orang di dunia ini pasti memiliki masalah. Owen menggambarkan orang sakit yang pasrah dan hanya ingin sembuh dan memiliki kehidupan normal. Sementara Annie adalah orang yang masih terjebak di masa lalu dan menyangkal bahwa ia sedang mengalami gangguan jiwa.

Tak hanya Annie dan Owen, ada berbagai karakter menarik lainnya. Seperti Dr. Azumi Fujita (Sonoya Mizuno) dan Dr. James (Justin Theroux) yang nampak sangat komikal. Belum lagi program komputer yang akan mengingatkanmu dengan Karen Istri Komputer milik Plankton di serial Spongebob Squarepants.

Visual Dan Cinematografi

Tampilan latar yang diadaptasi oleh serial Maniac tidak disebutkan pasti berlatar pada era maupun tahun berapa. Visual dan latar dari serial ini tampak seperti masa depan, namun bukan latar kota dan bangunan yang biasanya divisualkan dengan tema bersih dan minimalis. Melainkan post future dengan nuansa urban yang kental. Pemilihan warna dan filter akan mengingatkanmu pada latar-latar komik Amerika.

Namun kamu juga akan melihat latar dari berbagai era pada dunia imajinasi para subjek dalam penelitian. Film ini sangat kaya akan penampilan visual dengan warna-warna tegas namun bernuansa aesthetics 90-an.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.