Review Film The Nun, Kemunculan Valak Dalam Bayangan

Kosongan – Pada tanggal 6 September lalu, bioskop Indonesia ramai dengan para penonton yang sudah sangat menanti-nanti salah satu film dari Conjuring Universe yaitu The Nun. Pertama kali muncul pada The Conjuring 2, penampak Valak, sesosok iblis dengan rupa biarwati yang menyeramkan, cukup menarik perhatian banyak penonton. Meski hanya sekilas, Valak secara tidak terduga meraup banyak perhatian hingga akhirnya kesempatan tersebut di manfaatkan untuk membuat prequel tentang Valak.

Melihat kesuksesan dari film The Conjuring dan Annabelle: The Creation, penonton pastinya berekspetasi bahwa The Nun setidaknya pasti sama kerennya dengan film-film tersebut. Dan pastinya melihat kemunculan Valak lebih banyak lagi pada setiap frame. Apakah film The Nun akhirnya akan menjawab semua pertanyaanmu tentang asal usul Valak? Apakah film ini bisa masuk dalam jajaran film horror sebagus The Conjuring atau hanya bernilai komersial saja? Berikut review film The Nun yang patut kamu simak.

Sinopsis Film The Nun

Pendeta Burke (Demian Bichir) diutus oleh Vatikan untuk menyelidiki sebuah kastil biarawan di Romania ketika terjadi kasus bunuh diri pada seorang biarawati. Dalam misi misteriusnya, ia ditemani oleh seorang biarawati muda, Suster Irene (Taissa Farmiga), yang belum mengambil sumpahnya. Sesampainya di Romania, mereka berdua mencari kastil tua tersebut dengan bantuan Frenchie (Jonas Bloquet). Penelusuaran mereka pun di mulai dan konfrontasi dengan makhluk gaib berwujud biarawati tidak bisa terelakan.

Review Film The Nun

Desain Karakter

review_film_the_nun

Tidak banyak karakter menonjol dalam film satu ini, namunsatu biarawati muda bernama Irene yang mendominasi frame dari awal hingga mendekati akhir film. Irene adalah seorang biarawati yang lugu dan ramah, serta memiliki keberanian dan kemampuan spesial. Diceritakan ia pernah memiliki pengelihatan dan hal tersebut sedikit nyambung dengan peristiwa yang akhirnya ia hadapi di kastil biarawati tersebut.

Namun desain karakternya sangat setengah-setengah. Tidak ada ada perkembangan sifat signifikan maupun secara perlahan dari setiap karakter. Atau setidaknya masa lalu dan latar belakangan yang digambarkan dengan jelas.

Salahnya lagi, seharusnya bukan Irene yang ditonjolkan dalam film ini, melainkan sosok Valak itu sendiri. Iblis dari neraka yang berusaha menyebarang ke dunia manusia dengan wujud sebagai biarawati. Sama dengan The Conjuring 2, Valak hanya muncul sekilas dan tidak pernah terlihat kehadirannya secara utuh hingga mendekati akhir film. Karakter Valak yang disebut sebagai The Nun dan tertera sebagai judul film seharusnya ditonjolkan, tidak tetap tersimpan sebagai misteri yang berlanjut.

Untuk akting masing-masing aktor masih bisa diacungi jempol dan cukup lihai dalam mengikuti arah sutradaranya. Cukup menyakinkan dan ekspresif dalam menunjukan ketakutan. Namun tampaknya akting mereka tidak cukup menyakinkan para penonton untuk merasa terteror karena kemunculan Valak yang kurang maksimal.

Alur Dan Pengembangan Cerita

review_film_the_nun_4

Desain karakter tidak maksimal, begiru pula dengan ceritanya. Pertama, kisah yang disajikan tidak sesuai ekspektasi para penonton. Pertama kali berita mencuat tentang munculnya prequel dari Valak, semua penggemar Conjuring Universe mengharapkan cerita lebih atau asal mula dari sosok Valak. Biarawati misterius yang muncul di lorong rumah pada The Conjuring 2. Namun, film ini tidak menyuguhkan kisah asal mula Valak secara sempurna dan mendalam. Ia hanya digambarkan sebagai iblis kejam yang menjelma sebagai sosok biarawati dan meneror setiap biarawati di kastil tersebut.

Kedua, jika memang kisahnya bukan tentang asal mula Valak, judul The Nun masih bisa dijadikan simbol bahwa film ini mengenai Suster Irene dan petualangannya di kastil tersebut dalam melawan roh jahat. Namun dengan objektif seperti itu pun, film ini masih tidak bisa dikategorikan sebagai film horror dengan alur cerita yang berkualitas. Tidak jelas apa yang sebetulnya diinginkan Valak, belum lagi kemuncul beberapa hantu yang bersifat irelevan dan hanya sebagai tempelan. Valak hanya ssedang berusaha menyebrang ke dunia manusia untuk meneror, mungkin? Review film The Nun ini pun tidak dapat menjawab pertanyaan tersebut.

Berneda dengan dua film The Conjuring yang berdasarkan kisah nyata, sosok Valak hanyalah karakter cameo untuk membuat kisah semakin menyeramkan. Tanpa latar belakang yang jelas. Harusnya sutradara dan penulis naskah bebas menentukan bagaimana asal mula Valak dengan lebih tepat lagi eksekutifnya. Dalam film The Nun, bisa dibilang sutradara cukup malas untuk merancang kisah asal mula Valak dan hanya menyebutkannya sebagai iblis dari neraka.

So, The Nun tampaknya hanya sebuah clickbait bagi para penggemar Conjuring Universe. Production House jelas hanya ingin meraup keuntungan dari film ini dengan cerita yang setengah-setengah.

Efek Dan Cinematografi

review_film_the_nun_3

Dalam segi teknis dan produksi film secara fisik, The Nun memang memiliki eksekusi yang cinematic dan dramatis dalam beberapa frame. The Nun sebetulnya cukup tampak menjanjikan pada adegan pembukaannya yang sangat dramatis dan memiliki cinematografi yang pas. Adegan pembukaan cukup mengawali teror bagi setiap penonton.

Namun seiring berjalannya waktu, semangat tersebut menurun karena jalan cerita yang tidak begitu jelas dan rapi. Terdapat banyak adegan yang sebetulnya cukup membuat bulu kuduk bergidik, dan didesain secara visual sebagai sesuatu yang menakutkan pada adegan tertentu. Namun semua adegan bagus tersebut tidak memiliki kesatuan sebagai cerita yang komplit.

Untuk tata suaranya pun didesain seperti tipikal film horror pada umumnya. Musik semakin memuncak ketika hantu hendak muncul atau menyerang. Bagi kamu yang penonton film horror garis keras akan susah ditakuti dalam film ini, karean teknik efek suara dan pergerakan kameranya bisa ditebak.

Namun secara desai latar, properti dan kostum pemain, semuanya sempurna dan terlihat mendukung cerita yang sebetulnya sangat tidak jelas.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.