Kosongan – Selamat malam untuk semua sahabat Kosongan. Pada kesempatan kali ini saya akan memberikan sedikit review atau ulasan ke pada anime yang bisa dikatakan menjadi magent besar untuk para Otaku yakni, Inuyashiki.

Anime yang diadaptasi dari manga karya Hiroya Oku ini bercerita tentang seorang pria paruh baya bernama Inuyashiki Ichiro. Inyashiki ini memiliki Genre utama Sci-Fi di balut Action, Seinen, Psychological, dan Drama. Sayang banget anime ini tak mengusung Genre Romance sedih-sedihan, tapi Drama di anime ini sudah lebih dari cukup untuk membuat kamu meneteskan air mata.

Biar kalian tidak penasaran yuk simak reviewnya berikut ini. Namun sebelum itu, jika kalian punya saran atau pendapat lainnya silahkan komentar dibawah yah. Tanpa membuang waktu lama-lama, yuk kita mulai reviewnya.


Detail Anime:

Judul: Inuyashiki: Last Hero, いぬやしき
Tipe: TV
Episode: 11
Status: Selesai
Tanggal Liris: 13 Oktober 2017 s.d 22 Desember 2017
Musim: Fall 2017
Produser: Aniplex, Dentsu, Kodansha, Fuji TV, DMM pictures
Studio: MAPPA
Di Angkat Dari: Manga
Genre: Action, Drama, Psychological, Sci-Fi, Seinen
Durasi: 22 min. per episode
Rating: R – 17+ (violence & profanity)


Sinopsis:

Inuyashiki Ichirou, seorang kakek tua yang sangat lemah lembut dan menyayangi istri dan anak-anaknya. Sayangnya kedua anaknya tak terlalu peduli dengannya. Kesialan kakek ini berlanjut ketika dirinya dinyatakan mengidap banyak penyakit dan berumur tak lama lagi. Takut membuat keluarganya sedih, ia menyembunyikan hal itu.

Di saat ia sedang menangis bersama anjingnya di taman, tiba-tiba cahaya aneh datang dan menghantam tubuh kakek ini bersama anak muda yang kebetulan ada di sana. Setelah semua kejadian itu, ia akhirnya sadar bahwa ia bukan Ichiro lagi, melainkan sebuah mesin pembunuh mematikan.


Jalan Cerita:

Meskipun judul animenya mengambi nama protagonis, alur ceritanya justru didominasi oleh tokoh antagonis. Bisa dibilang, jalan ceritanya lebih berfokus ke asal mula seseorang bisa menjadi jahat. Dari bagaimana Shishigami bisa menguasai kekuatannya dengan mudah sampai dia mengacaukan seluruh kota dengan membantai semua orang yang dianggap telah menyakiti hati ibunya.

Jatah protagonisnya sendiri bisa dibilang malah lebih sedikit. Jika kita lihat tiap episodenya, semua judul yang digunakan adalah nama-nama karakter yang lebih dekat ke antagonis daripada protagonis sendiri. Jadi bisa dibilang, plotnya sendiri menggunakan pendekatan dari sisi antagonis yang ironisnya memakai nama “pahlawan (Hiro)” .

Di tengah banyaknya anime yang menawarkan fan service, anime produksi studio Mappa hadir sebagai oasis bagi para pecinta genre superhero selain Boku no Hero Academia. Namun, yang membuatnya berbeda dengan yang lain justru bagaimana kita bisa bersimpati pada tokoh antagonis yang masih menyimpan sisi kemanusiaanya.

Dari situ kita bisa mengetahui bahwa pahlawan ditentukan dari rasa keadilannya dan caranya menyikapi dunia. Ia bisa memaafkan penjahat tapi tak bisa mengampuni kejahatan itu sendiri. Anime ini sebenarnya akan menjadi tontonan bagus untuk anak-anak seandainya tak ada konten-konten dewasa yang bersifat eksplisit seperti kekerasan.


Karakter:

  • Inuyashiki Ichirou

Sang tokoh utama kita yang mendapat kemampuan untuk berubah menjadi robot. Ia adalah sosok yang sangat penyayang dan sangat menyesal jika tak bisa menyelamatkan orang, meski itu bukan tanggung jawabnya. Ini lah sosok pahlawan yang sebenarnya. Ia diakui, bukan mengakui.

  • Shishigami Hiro

Karakter antagonis utama di anime ini. Sama dengan kakek Ichirou, ia juga mendapatkan kekuatan berubah menjadi robot karena berada di tempat yang sama saat insiden terjadi. Berbeda dengan Ichirou, ia punya kebiasaan jahat dan memanfaatkan kekuatannya untuk kejahatan.

  • Andou Naoyuki

Sosok sahabat dari Hiro dan sosok anak muda jaman now yang sangat patut di contoh sikapnya. Sebagai seorang sahabat, ia rela melakukan apa saja untuk membuat Hiro berubah menjadi Hiro yang dulu. Karena itu, ia meminta bantuan pada kakek Ichirou meski harus membunuh Hiro. Ia juga sangat kagum pada sosok kakek Ichirou yang tetap menjadi pahlawan di seumur hidupnya.

  • Inuyashiki Mari

Putri satu-satunya Ichirou. Ia sangat cantik dan tipe saya banget. Hmm well, sayangnya sifatnya berubah ketika beranjak remaja. Ia mulai tak menghargai ayahnya yang memiliki pekerjaan biasa-biasa saja. Tapi saat Negara api menyerang, semuanya berubah. Maksud saya saat ayahnya menunjukkan sosok pahlawan yang sesungguhnya, ia menjadi sadar betapa hebat ayahnya.

Characters Development:

Anime ini menceritakan dua karakter yang bertolak belakang. Yang satu kakek – kakek tua yang hidupnya ingin menjadi berguna bagi orang lain, yang satu cowok ABG yang tidak peduli dengan apa yang terjadi disekitarnya.

Kelakuan Hiro yang selalu bertindak seenaknya tanpa memedulikan orang lain, dan karena inilah Hiro dicap karakter antagonis. Sedangkan Pak Inuyashiki adalah karakter protagonis tua. Dia sendiri bisa menjadi keji dengan kalau melihat orang yang suka berperilaku semena-mena.

Hal ini terlihat dari adegan di episode empat di mana Pak Inuyashiki tidak segan – segan untuk memberikan pelajaran para penjahat. Kenapa saya sebut keji? Karena para penjahat tersebut tidak dia bunuh, melainkan diberi penderitaan seumur hidup oleh Pak Inuyashiki.


Art:

Studio yang bertanggung jawab adalah MAPPA. Saya sendiri sudah mengenalnya sejak garapan Zankyou no Terror yang memberikan grafis luar biasa.  Tapi, di animasi kali ini mereka menggunakan efek 3D pada karakternya.

Efek 3D-nya hanya terlihat ketika masuk ke adegan aksi. Jujur saja saya kurang menyukainya, tapi untuk adegan di mana sang karakter berubah, di situ saya agak menyukainya. Yah, saya sendiri memang maniak robot, tapi entah kenapa agak kurang suka anime mecha, wahahaha.


Musik:

Lagu Pembuka: My Hero oleh MAN WITH A MISSION dan Lagu Penutup: Ai wo Oshiete Kureta Kimi e 「愛を教えてくれた君へ」 oleh Qaijff 「クアイフ」. Untuk lagu pembuka pembuka jangan ditanya, Man With a Mission memang bagus. Mereka membawakan pembuka dengan aura semangat, dan ditutup dengan penutup yang lumayan galau oleh Qaijff. Efek suaranya sendiri saya lumayan suka, asyik untuk didengarkan ketika adegan aksi.

Untuk lagu OP dan ED-nya saya rasa mereka berhasil memberikan sesuatu hal yang begitu bagus banget. Tentu saja hal itu menjadi daya tarik tersendiri dari anime ini.


Nah sahabat Kosongan itulah review untuk anime Inuyashiki. Akhir kata sampai jumpa lagi di artikel selanjutnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.