Review Anime Cells At Work, Cara Seru Belajar Biologi

Kosongan – Industri anime Jepang tidak pernah kehabisan akal dalam mencari ide cerita yang datang dari kehidupan sehari-hari. Salah satu anime yang mencuri banyak perhatian dari media pecinta anime summer 2018 ini adalah Cells At Work. Episode pertama anime ini telah rilis pada tanggal 8 Juli lalu dan baru saja mengakhiri serialnya pada pekan lalu, 30 September.

Kalau anime ini ada saat jaman kamu masih sekolah dan belajar biologi, mungkin kamu bisa dapat nilai sempurna setiap ulangan. Anime ini adalah anugerah bagi generasi milenial yang masih belajar biologi tentang sistem kerja sel dalam tubuh manusia.

Cells At Work merupakan anime yang mengangkat cerita tentang sistem metabolisme tubuh manusia yang digambarkan sebagai sebuah permukiman sel. Anime ini dibuat dengan maksud edukatif dan menghibur dengan humor serta metafora unik ala anime pada umumnya. Anime ini juga aman untuk ditonton oleh semua penikmat anime dari segala umur. Jika saluran tv nasional kita masih menanyangkan serial anime, Cells At Work merupakan anime yang paling recommended untuk diputar sebagai sumber ilmu pengetahuan.

Jika kamu ingin tahu apa saja fitur seru dan menarik anime ini, simak review anime Cells At Work berikut ini.

Sinopsis Cells At Work

Anime ini berlatar di dalam tubuh manusia yang terdiri dari 37 triliun sel yang bekerja selama 24 jam penuh setiap harinya tanpa istirahat. Setiap sel digambarkan dalam bentuk manusia dengan pakaian dan fisik berbeda-berbeda sesuai dengan jenisnya. Mulai dari sel darah merah, sel darah putih, trombosit, dan masih banyak lagi sel yang mendukung tubuh manusia.

Namun, tubuh manusia tidak selalu dalam keadaan stabil dan sehat. Terkadang ada pula serangan dari virus dan bakteri yang senantiasa menyusup dalam sistem tubuh manusia. Mulai dari influenza, pneumokokus, hingga sel kanker. Tapi tak perlu khawatir, semua sel selalu siap melindungi tubuh manusia dengan fungsinya masing-masing.

Review Cells At Work

Desain Karakter

cellsatwork.3

Salah satu keunggulan dan daya tarik dari anime ini adalah desain karakternya. Kalian akan menikmati bagaimana setiap sel dalam tubuh manusia divisualisasikan dalam bentuk manusia dengan kepribadian dan sifat tertentu. Salah satu karakter idola kebanyakan penonotn adalah si imut trombosit. Trombosit dalam anime ini digambarkan dalam bentuk sekumpulan anak kecil yang imut karena trombosit merupakan sel paling kecil dalam darah manusia. Adapula sel darah merah yang tampil dengan seragam merah dan topi bergelembung yang bentuknya sama dengan sel darah merah sesungguhnya.

Setiap karakter pun memang memiliki sifat seperti manusia, namun tetap konsisten dan tidak mengalami pengembangan karena sel manusia memang tugasnya tidak pernah berubah. Contohnya adalah karakter Eosinofil yang tampak lemah karena tidak bisa menghabisi kuman seperti sel darah putih. Karakter tidak bisa berubah hanya karena memiliki semangat untuk memberantas kuman. Namun pada akhirnya, anime ini selalu bisa mengangkat karakter dengan fungsi yang memang sesuai dengan faktanya.

Kamu juga akan merasakan ke-absurd-an ketika kamu mulai shipping karakter. Setiap karakter dalam anime sama halnya dengan anime pada umumnya. Beberapa karakter cukup lovable. Selain trombosit yang imut, ada sel darah putih yang tsundere, dan sel darah merah yang pekerja keras dan semangat. Adapula bumbu-bumbu asmara yang secara tidak langsung tampak di antara sel darah merah dan sel darah putih.

Dalam mendesain karakter, tingkat akurasi sifat masing-masing karakter dengan fakta ilmu pengetahuan sangat tepat. Namun tetap bisa dibuat menarik dan tidak nampak monoton sekali pun tidak ada pengembangan karakter sama sekali. Dijamin kamu akan menikmati setiap kali ada karakter baru muncul.

Alur Dan Pengembangan Cerita

cellsatwork.4

Untuk cerita anime Cells At Work mungkin akan lebih tepat jiak kita mengamati kualitas dan akurasinya karena mengadaptasi bahan bersifat ilmu pengetahuan. Anime ini berhasil melakukan pengolahan materi cerita dan terlihat totalitas dalam menyuguhkan cerita yang tidak hanya seru namun juga akurat dan edukatif.

Tidak ada pengembangan cerita istimewa dan monumetal dalam anime ini, namun setiap episodenya menyuguhkan tema yang seru dan membuat kamu tidak sabar mempelajari hal baru. Akan ada banyak narasi yang mungkin akan membuat kamu gagal paham. Namun segala pertanyaan dalam kepalamu akan segera terjawab seiring berjalannya cerita pada setiap adegannya. Anime ini sangat cocok untuk menjadi bahan tonton anak-anak karena sangat menghibur dan akurat.

Namun memang ada beberapa episode yang kurang maksimal menjelaskan sebuah fenomena dalam tubuh. Tapi sebagaian besar episode sangat seru untuk disaksikan. Sayang sekali anime ini termasuk serial anime pendek dengan jumlah episode sebanyak 13. Setiap penonton yang menikmati pastinya mengingikan adanya season kedua kelak. Karena masih banyak juga fenomena kesehatan tentang tubuh yang bisa diangkat dalam anime edukatif satu ini.

Visual Dan Art

cellsatwork.2

Untuk konsep desain setiap karakternya memang tak diragukan lagi sangat menarik dan patut diapresiasi. Namun jika ditanggapi secara teknik, kualitas gambar dalam anime ini termasuk standar. Latar tempat sebagai lokasinya pun cukup monoton dan digambarkan seminimalis mungkin. Mungkin agar tidak terlalu distracted karena anime ini memang lebih menekankan pada makna dan kualitas ceritanya yang edukatif.

Pemilihan warnanya pun tidak terlalu mencolok dan tampak terkesan standar. Dunia yang diciptakan dalam tubuh manusia sangat rapi dan terstruktur dengan warna-warna yang kurang mengundang. Namun jika kamu sudah tertarik dengan ceritanya, latar dan gaya art-nya yang biasa saja tidak akan menjadi pengganggu untuk kamu menonton anime ini hingga episode terakhir.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.