Ponimu Indonesia, Masa Depan Layanan Streaming Anime Legal di Indonesia

Ponimu, Masa Depan Streaming Anime Legal di Indonesia
Ponimu, Masa Depan Streaming Anime Legal di Indonesia

Kosongan – Terlepas dari setuju atau tidaknya sobat kosongan, sebenarnya yang bertanggungjawab mempopulerkan anime sekaligus budaya pop culture Jepang lain di Indonesia adalah website streaming dan download anime bajakan. Memang anime dan manga telah masuk ke Indonesia  sejak dekade 90-an, bahkan mungkin lebih. Melalui stasiun televisi seperti RCTI dan Indosiar yang menayangkan acara seperti anime Doraemon dan Bleach, anime mulai masuk ke Indonesia.

Namun semakin ke sini, stasiun-stasiun televisi di Indonesia mulai mengurangi jatah tayang untuk anime. Hingga akhirnya era untuk memperoleh akses internet dengan mudah. Di era ini, mulai muncul situs-situs fansub atau terjemahan fans berkat kemudahan akses internet. Meskipun sebenarnya termasuk bajakan, namun fansub-fansub inilah yang bertanggungjawab atas mewabahnya budaya anime di Indonesia.

Ponimu Indonesia, Massa Depan Layanan Streaming Anime Legal di Indonesia

Akhir-akhir ini, mulai muncul beberapa alternatif cara untuk menonton anime di internet secara legal,. Layanan streaming seperti Netflix dan Crunchyroll yang merupakan raksasa streaming anime asal Amerika pun bisa menjadi opsi untuk menonton secara legal. Netflix pun mulai mencobamelawan dengan merilis anime yang tayang eksklusif seperti Violet Evergarden.

Selain Netflix dan Crunchyroll, sebenarnya banyak alternatif layanan streaming lain untuk menonton anime secara legal di luar sana. Sayangnya, kebanyakan dari layanan streaming itu tidak bisa diakses di Indonesia karena berbagai alasan.

Sobat kosongan mungkin bertanya-tanya mengenai ada tidaknya layanan streaming anime secara legal di Indonesia. Ponimu Indonesia adalah jawabannya. Ponimu, singkatan dari Portal Animasi Unggulan, adalah layanan streaming anime secara legal pertama di Indonesia yang akan memulai layanannya pada Juli 2018.

Sebagai Wadah Industri Kreatif Lokal

Untuk sekarang, Ponimu Indonesia hanya seperti website yang menanyangkan anime di Indonesia saja, namun sebenarnya tujuan didirikannya Ponimu jauh lebih dari itu. Kedepannya, Ponimu juga akan berperan sebagai wadah industri kreatif lokal dan membangun komunitas di dalamnya.

Seperti jika misalnya jika ada pihak yang ingin membuat animasi orisinal Indonesia, maka Ponimu Indonesia bisa mewujudkannya–meskipun untuk saat ini masih belum ada cukup sumber daya dan modal untuk mewujudkannya.

Makna Nama Ponimu

Ponimu dipilih sebagai nama layanan streaming ini berdasarkan dari sebuah hasil brainstorming para pendirinya yang ingin nama situs tersebut terdengar lucu. Ponimu sendiri merupakan akronim dari Portal Animasi Unggulan. Nama ini juga merupakan doa dari para pendirinya agar Ponimu benar-benar menjadi sebuah portal animasi unggulan di Indonesia.

Untuk mewujudkan doa tersebut, Ponimu tentunya harus berusaha keras. Untungnya, kini Ponimu sudah berhasil bernegosiasi dengan beberapa pihak di Jepang. Ponimu saat ini juga sedang melakukan negosiasi dengan pihak Hakuhodo DY Music & Pictures. Selain itu, Ponimu juga sudah melakukan negoisasi dengan pihak Production Reed, Aniplex, dan TV Tokyo.

Mumu, Maskot dari Ponimu

Ponimu Indonesia memiliki maskot berbentuk rakun dengan warna dominan coklat dan detail berwarna putih dan biru. Maskot lucu ini dinamai Mumu. Meski banyak yang menyebut Mumu inii mirip sekali dengan maskot salah satu jaringan toko ritel tertentu, namun sebenarnya para pendiri Ponimu sama sekali tidak berniat meniru maskot lain, mereka hanya ingin membuat Mumu memiliki tampilan kejepang-jepangan.

Pun pada awalnya, para pendiri memiliki opsi antara tanuki (rakun) dan kitsune (rubah). Namun, karena rubah dirasa memiliki kesan lancip dan tajam, sedangkan mu pada Ponimu dirasa memiliki kesan yang membulat, maka akhirnya para pendiri Ponimu memilih binatang rakun sebagai maskotnya.

Pasar Legal Tidak Akan Bisa Mengalahkan Pasar Bajakan

Meski akan mengadakan layanan streaming tayangan anime legal, namun Ponimu Indonesia mengakui bahwa pasar legal  tidak akan bisa menang melawan pasar bajakan. Menurut mereka, hal itu salah satunya dikarenakan faktor judul anime yang tersedia. Mereka pun bahkan mengakui bahwa pasar bajakan diperlukan bagi penikmat anime untuk menikmati seluruh judul yang ada.

Namun, bukan berarti pada akhirnya pembajakan bisa dimaklumi. Tetap penting bagi para penikmat anime, sobat kosongan, untuk menonton tayangan yang legal. Hal ini supaya, salah satunya, para pemilik lisensi dari Jepang sana bisa mendapatkan data akurat mengenai pangsa pasarnya di Indonesia. Kurangnya data ini menjadi tantangan tersendiri bagi para penyedia layanan streamin anime saat bernegosiasi dan menjelaskan potensi penonton anime pada para pemilik lisensi di Jepang.

Mempunya Fitur Age Resurrection

Salah satu fitur Ponimu Indonesia adalah fitur Age Restriction. Sesuai namanya, fitur tersebut membatasi tayangan yang bisa ditonton pengguna sesuai dengan usia yang sebelumnya didaftarkan. Dengan begitu, pengguna yang belum cukup umur tidak bisa menonton anime-anime yang diperuntukkan bagi pengguna 18 tahun ke atas. Meskipun begitu, bukan berarti Ponimu Indonesia akan menayangkan anime seperti DxD High School, ya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.