Pikirkan Hal Ini Sebelum Minta Putus Dengan Pacar

putusdenganpacar.1

Kosongan – Setiap pasangan pastinya menginginkan hubungan yang langgeng. Namun yang namanya bertengkar adalah hal yang tak terhindarkan dari lika-liku berpacaran. Pacaran adalah proses memahami satu sama lain dan menyesuaikan berbedaan yang ada. Jika kamu cepat menyerah dalam proses penyesuaian, kamu akan gonta-ganti pasangan karena selalu merasa tidak cocok.

Ketika pacaran, pasangan setidaknya akan mengalami satu kali bertengkar besar. Rasanya sampai ingin putus saja karena merasa amarah tidak akan hilang. Jika kamu merasa hubungan sempurna adalah tanpa pertengkaran, kamu akan berakhir jomblo selamanya. Belajar serius menjalin hubungan dengan seseorang, atau lebih baik tidak usah sekalian kalau belum siap.

Jangan asal putus, berikut beberapa hal yang harus kamu pikirkan sebelum minta putus dengan pacar.

Tanyakan hal berikut pada diri sendiri sebelum minta putus dengan pacar.

putusdenganpacar.2

1Ingat kembali alasan kamu sayang sama dia.

Ingat dulu jaman kamu masih belum mendapatkan dia dan usaha pendekatan kamu. Pasti ada alasan kenapa kamu sangat ingin jadi pacarnya dulu. Entah itu sikapnya yang sebetulnya baik hati atau perilakunya yang sebetulnya positif. Namanya juga manusia pasti terkadang bisa marah.

Atau sebaliknya, ingat kenapa kamu dulu menerima sebagai pacar kamu. Pasti ada hal baik dalam dirinya dan setiap manusia juga pasti diimbangi dengan kekurangan.

Sebetulnya, amarah itu bukan kekurangan, tapi salah datau suasana hati manusia. Terkadang sifatnya hanya sesaat.

2Apa saja yang telah si dia lakukan ke kamu.

Selama kalian pacaran, pasti kalian telah memberikan sesuatu. Entah itu berupa hadiah, perhatian, atau kasih sayang. Semua itu harus diperhitungkan di saat kamu sedang marah dan cuma bisa melihat kesalahan dan kelemahannya.

Dibalik masalah yang sedang timbul, ingatlah kebaikannya sebelumnya padamu. Jangan sampai satu masalah menghapus semua kebaikan yang telah ia lakukan.

3Introspeksi diri apa amarahmu hanya bersifat sementara.

Kamu juga harus introspeksi diri, apa amarahmu hanya bersifat sementara atau memang kesalahannya sudah tidak bisa kamu ampuni. Ingat, jangan membuat keputusan saat sedang marah. Di tengah pertengkaran, ada baiknya kamu diam saja dulu untuk beberapa saat. Berpikir dulu dan tenangkan diri.

Kalau kamu masih terus ngomel, secara tidak sadar sebetulnya kamu masih ingin bersama dia. Karena kamu tidak akan tenang sendirian ketika sedang bertengkar dengan si dia. Kalau kamu sudah tidak peduli, mungkin kamu bisa langsung loncat pada keputusan terakhir.

4Apa masalah yang menyebabkan kalian bertengkar.

Terkadang, seiring argumen terus berlangsung, pembicaraan kalian akan semakin ngelatur dan jauh dari masalah awal. Karena manusia pada dasarnya tidak suka disalahkan, terutama oleh pasangan mereka. Untuk membenarkan diri kalian jadi malah ungkit masalah-masalah lama.

Jangan salah arah, ingat kembali penyebab kalian bertengkar. Apa masalah ini pernah muncul sebelumnya dan bagaimana dulu masalah tersebut teratasi. Jika memang kesalahan yang sama terus terulang dan tidak bisa di atasi, mungkin memang kalian tidak cocok.

5Amati situasi, apa si dia sebetulnya masih sayang.

Terkadang kamu akan merasa tidak disayangi lagi oleh pacar saat sedang bertengkar. Coba pikirkan perasaan dia seperti apa yang kamu rasakan. Kamu memang terlihat marah tapi sebetulnya masih sayang, mungkin dia juga merasakan hal yang sama.

Kamu boleh langsung menanyakan hal ini di tengah argumen pada pasangan kamu. Dan lihat reaksinya. Kadang dia bisa langsung menjawab ‘iya’ dan memutuskan untuk menyudahi masalah. Atau ‘iya’ tapi masih butuh waktu untuk reda dari amarahnya sendiri.

6Apa kamu masih sayang sama dia.

Lalu kembali bertanya pada diri kamu sendiri. Apa kamu masih sayang sama dia? Jika iya, beri lagi kesempatan untuk memulai. Ketimbang ribut memikirkan siapa yang salah, mulai berpikir untuk mencari solusinya. Entah itu memaafkan dan melupakan, atau kamu yang harus minta maaf atas kesalahanmu.

Kalau masih cinta, gengsi untuk minta maaf harus dihilangkan. Kalau salah, ya harus minta maaf, apalagi dengan pasangan kamu.

7Apa ada orang yang bisa menggantikan dan lebih baik dari dia.

Ingat sifat dan kepribadian dia yang sesungguhnya, yang membuat kamu sayang sama dia. Apa kamu bisa menemukan orang yang sama baiknya dengan dia.

Dia pasti memiliki sifat yang tidak bisa kamu temukan di orang lain dan hal tersebut sempat melengkapimu. Bertemu dengan orang lain itu tidak mudah, kamu juga harus cari tahu lagi dan beradaptasi lagi. Dan pastinya akan menghadapi pertengkaran lainnya. Istilah, sekarang ini kamu sedang setengah jalan untuk mendewasakan hubungan kalian. So, jangan gampang minta putus.

8Ingat kembali tujuan kalian pacaran.

Hayo, kamu pacaran sama dia cuma main-main atau memang serius? Para remaja biasanya suka pacaran tanpa berpikir jangka panjang dan hanya ingin mendapat pengalaman saja. Ini mengapa pacaran di usia muda sebetulnya tidak begitu penting. Karena kalau dibiasakan dari muda suka gonta-ganti pacar, kamu akan kebiasaan.

Tiap pacaran kamu akan berpikir ‘kalau tidak cocok tinggal putus’. Hal ini juga akan mempengaruhi kebiasaanmu jika sudah menjalin hubungan yang lebih serius. Putus saat pacaran memang hal wajar, namun jangan dijadikan tujuan.

Pacaran adalah saat dimana kedua orang berbeda memutuskan untuk berkomitmen dan berusaha untuk menyesuaikan diri. Saat tidak ada yang tidak sesuai harus disesuaikan. Di sini ‘lah kamu akan melihat apa dia memang yang kamu cari. Berikut beberapa tips tambahan sebagai pengingat:

  • Jangan membuat keputusan saat sedang marah.
  • Cari solusi ketimbang mencari siapa yang salah.
  • Selalu ingat masalah awal dan jangan mengungkit kesalahan sebelumnya.

Semoga tips ini bermanfaat. Kalau pertanyaan-pertanyaan di atas tidak terjawab dengan baik oleh dirimu sendiri, kamu pastinya sudah tahu apa yang harus kamu lakukan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.