Perbedaan-Perbedaan Marvel Comic dengan Marvel Cinematic Universe

Perbedaan-Perbedaan Marvel Comic dengan Marvel Cinematic Universe
Perbedaan-Perbedaan Marvel Comic dengan Marvel Cinematic Universe

Kosongan – Biasanya film-film dari adaptasi komik, terlebih komik Marvel, sudah bisa dipastikan tidak akan ditampilkan 100% sama dengan sumber aslinya. Perubahan-perubahan itu dilakukan agar lebih menyesuaikan dengan penonton yang tidak baca versi kominya.

Marvel Cinematic Universe (MCU) kini telah berusia 10 tahun, telah lumayan banyak perbedaan-perbedaan yang muncul. Tidak jarang, beberapa dari perbedaan itu membuat beberapa pembaca komiknya terbagi menjadi dua kubu, ada yang protes dan ada pula yang merasa tidak masalah. Dari berbagai perubahan yang ada, kami daftarkan beberapa yang sempat membuat heboh fans komiknya.

Perbedaan-Perbedaan Marvel Comic dengan Marvel Cinematic Universe

Yondu adalah figur ayah Star-Lord

Di kedua film Guardians of the Galaxy (2014, 2017), sosok bajak luar angkasa berkulit biru, Yondu Udonta (Michael Rooker), ditampilkan sebagai figur ayah bagi Peter Quill alias Star-Lord (Chris Pratt), meskipun Star-Lord sendiri memiliki ayah kandung dalam sosok Ego (Kurt Russell).

Tetapi, dalam komiknya Star-Lord dan Yondu berbeda generasi dan baru saling bertemu ketika Star-Lord telah dewasa dan menjadi anggota GotG. Dalam kata lain, Yondu di komik bukanlah figur ayah bagi Star-Lord.

Nick Fury adalah pendiri Avengers

Dari adegan post-credit pertama di Iron Man (2008), ditunjukan bahwa Nick Furry (Samuel L. Jackson) lah yang mendirikan The Avenger. Dalam adegan ikonik itu, ditampilkan komandan S.H.I.E.L.D itu mengajak Tony Stark (Robert Downey Jr.) untuk membentuk kelompok pahlawan terkuat bumi yang dikenal sebagai The Avengers.

Di komiknya, bukan Nick Furry dan bahkan Tony Stark yang pertama kali berinisiatif untuk membentuk The Avengers. Adalah Hank Pym alias Ant-Man pertamalah yang mencetuskan ide pembentukan kelompok tersebut setelah bersama The Wasp, Thor, Hulk dan Iron Man berhasil menghentikan Loki dalam upayanya membalas dendam pada Thor.

Black Widow Hanya Mata-Mata Biasa Saja

Ketika ditampilkan di film, Natasha Romanoff alias Black Widow (Scarlett Johanson) memang ditampilkan layaknya mata-mata super, namun tetap saja Black Widow hanya sesosok manusia biasa yang kemampuan tingginya diperoleh berkat latihan keras yang dilalui. Meskipun demikian, di komik Black Widow ditunjukan sebagai mata-mata super, bukan hanya karena ia selalu mumpuni dalam menjalankan tugasnya, melainkan dia memang seorang super soldier seperti Captain America. Meskipun dianggap melemahkan sosok Black Widow, suka maupun tidak suka, perubahan yang satu ini berhasil menambah sisi manusiawi yang ada di ranah MCU.

Quicksilver & Scarlett Witch bukanlah mutant

Di ranah MCU, sosok dua kakak beradik mutant populer, Scarlett Witch (Elizabeth Olsen) dan Quicksilver (Aaron-Taylor Johnson) dikenal dengan sebutan enhanched humans. Padahal seperti yang sobat kosongan ketahui, di komik mereka berdua adalah superhero yang memperoleh kekuatannya karena mereka terlahir sebagai mutant.

Meskipun tidak suka, perubahan ini harus diterima fans dengan ikhlas. Pasalnya, bahkan Marvel sendiri terpaksa melakukan perubahan tersebut. Seperti yang diketahui, bersama dengan karakter-karakter X-Men, hak atas Scarlett Witch dan Quicksilver di ranah film dimiliki oleh FOX (khusus mereka berdua, haknya dimiliki bersama oleh Marvel sih). Tidak sampai di situ, Mavel juga tidak diperkenankan menggunakan istilah mutant di film-film mereka.

Proses kelahiran Vision

Di ranah MCU, Vision (Paul Bettany) awalnya berasal dari asisten Artificial Intelligence (A.I) milik Tony Stark alias Iron Man yang disebut JARVIS. Namun di komiknya, Vision justru diciptakan oleh Ultron untuk membantunya membunuh pencipta Ultron, Hank Pym alias Ant-Man.

Sosok Mandarin

Dari seluruh perubahan yang dilakukan oleh MCU, perubahan yang satu inilah yang paling membuat fanboy Marvel rusuh. Perubahan tersebut adalah perubahan pada sosok Mandarin, musuh Iron Man di film Iron Man 3 (2013). Setelah melakukan berbagai teror mencekam terhadap seluruh dunia, sosok Mandarin (Ben Kingsley) di film tersebut ternyata ditampilkan bukan sebagai sosok sangar dan intimidarif seperti di komiknya.

Tidak sampai di situ, dirinya justru hanyalah seorang aktor bernama Trevor Slattery yang dibayar Mandarin sesungguhnya (yang sebenarnya bukan Mandarin asli juga sih), Aldrich Killian (Guy Pearce). Padahal di komiknya, Mandarin adalah sesosok ilmuwan jenius, jago beladiri dan seluruh kekuatan supernya berasal dari 10 cincin berteknologi alien yang dikenakan.

Captain America merupakan anggota Avengers orisinil

Dari seluruh perubahan yang dilakukan oleh MCU, bisa dibilang perubahan yang satu inilah yang masih membuat banyak orang keliru. Dengan tampilan sekaligus perawakan yang sangat berwibawa serta embel-embel The First Avenger pada film solo pertamanya di ranah MCU, tidak heran jika Steve Rogers alias Captain America (Chris Evans) kerap kali dianggap sebagai anggota pertama atau bahkan pendiri The Avengers.

Padahal di komiknya, Captain America bukanlah anggota orisinil dan pendiri The Avengers. Captain America justru baru bergabung dengan The Avengers di komik Avengers #4 yang rilis Maret 1964, atau sekitar 7 bulan setelah tim superhero tersebut berdiri.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.