Mitos atau Fakta? Beberapa Mitos serta Fakta tentang Penyakit Rabun, Kacamata dan Kesehatan Mata

Mitos atau Fakta Beberapa Mitos serta Fakta tentang Penyakit Rabun, Kacamata dan Kesehatan Mata

Kosongan – Biasanya orang-orang lebih mempercayai suatu mitos yang beredar di masyarakat tanpa mencari tahu atau bertanya kepada ahlinya untuk mengetahui kebenaran dari mitos tersebut. Tidak jarang pula, dengan mempercayai sebuah mitos dapat memperparah kondisi dan situasi yang terjadi. Akan tetapi, tidak dapat dipungkiri juga bahwa ada beberapa mitos yang terbukti kebenarannya.

Rabun dalam bahasa Indonesia berarti kurang jelas, kurang awas, atau kabur yang merujuk pada penglihatan. Setidaknya terdapat dua jenis penyakit rabun, yaitu rabun jauh (miopi) dan rabun dekat (hipermetropi).

Rabun jauh atau miopi adalah keadaan mata mengalami kerusakan refraktif sehingga citra yang dihasilkan berada di depan retina ketika akomodasi dalam keadaan santai. Miopi biasanya terjadi karena bola mata yang terlalu panjang atau karena kelengkungan kornea yang terlalu besar. Akibatnya cahaya yang masuk tidak dapat difokuskan dengan baik dan objek jauh akan tampak buram.

Sedangkan rabun dekat atau hipermetropi atau hiperoria adalah keadaan mata yang mengalamai kelainan refraksi sehingga bayangan dari sinar yang masuk ke mata jatuh di belakang retina. Hipermetropi biasanya terjadi karena bola mata yang terlalu pendek atau kelengkungan kornea terlalu kecil. Akibatnya cahaya yang masuk tidak dapat difokuskan dengan baik dan objek dekat akan tampak buram.

Terdapat beberapa mitos yang berkembang di masyarakat mengenai kedua penyakit rabun dan penggunaan kacamata untuk kedua penyakit ini, termasuk juga mitos tentang bagaimana menjaga kesehatan mata. Berikut beberapa mitos beserta fakta aslinya mengenai rabun jauh, rabun dekat, penggunaan kacamata dan cara menjaga kesehatan mata:

Mitos atau Fakta? Beberapa Mitos serta Fakta tentang Penyakit Rabun, Kacamata dan Kesehatan Mata

Mitos atau Fakta Beberapa Mitos serta Fakta tentang Penyakit Rabun, Kacamata dan Kesehatan Mata
Mitos atau Fakta Beberapa Mitos serta Fakta tentang Penyakit Rabun, Kacamata dan Kesehatan Mata

1Mitos mengatakan rabun jauh terjadi diakibatkan oleh kebiasaan buruk dalam penggunaan mata.

Fakta membuktikan bahwa selain faktor kebiasaan buruk dalam penggunaan mata, pada umumnya rabun jauh juga bisa diakibatkan oleh faktor genetik.

2Mitos mengatakan penggunaan kacamata dapat memperparah kondisi rabun jauh.

Fakta membuktikan bahwa terdapat beberapa penelitian yang membuktikan penggunaan kacamata lensa untuk rabun jauh tidak akan membuat rabun jauh menjadi lebih parah. Justru penggunaan kacamata lensa ini ditujukan untuk memberikan jarak pandang yang jelas pada penderita.

3Mitos mengatakan faktor usia menjadi salah satu penyebab terjadinya kelainan mata.

Fakta membuktikan bahwa memang seiring dengan bertambahnya usia dapat meningkatkan resiko terjadi kelainan atau penyakit pada mata.

4Mitos mengatakan rabun jauh yang terjadi pada anak-anak akan sembuh seiring dengan pertambahan usia anak tersebut.

Fakta membuktikan bahwa belum ada penelitian terkait rabun jauh yang terjadi pada anak-anak akan sembuh seiring bertambahnya usia mereka.

5Mitos mengatakan terapi bedah mata Lasser-Assisted in situ Keratomileusisi (LASIK) dapat mengembalikan kondisi mata yang mengalami rabun jauh menjadi normal secara permanen.

Fakta membuktikan bahwa selain penggunaan kacamata korektif atau contact lens,memang terbukti tindakan LASIK merupakan salah satu metode untuk mengembalikan kembali kondisi mata. Metode LASIK atau Lasser-Assisted in situ Keratomileusisi dapat memperbaiki kornea mata dan memfokuskan cahaya secara lebih baik. Dengan begitu, seorang penderita rabun jauh tidak perlu menggunakan kacamata korektif dalam rentang waktu tertentu. Namun sayangnya, meskipun begitu LASIK tidak dapat mengembalikan akar penyebab rabun jauh. Dengan bertambahnya usia, kebiasaan buruk dalam penggunaan mata, dan beberapa faktor lain dapat mengharuskan seseorang untuk kembali menggunakan kacamata korektif.

6Mitos mengatakan membaca dengan kondisi pencahayaan yang buruk merupakan salah satu penyebab rusaknya mata.

Fakta membuktikan bahwa membaca dengan kondisi pencahayaan yang buruk tidak akan merusak mata. Sebelum ditemukan listrik dan lampu, pada malam hari biasanya orang-orang akan membaca dengan menggunakan lilin yang relatif memiliki pencahayaan yang buruk, namun hal tersebut tidak menyebabkan kerusakan pada mata mereka.

7Mitos mengatakan membaca buku atau menonton televisi terlalu dekat dapat meningkatkan resiko kerusakan pada mata.

Fakta membuktikan pada umumnya anak-anak dengan penglihatan bagus sering membaca buku atau menonton televisi terlalu dekat, anak-anak dan orang dewasa yang mengalami kerusakan mata juga melakukan hal itu. Membaca buku atau menonton televisi terlalu dekat tidak akan meningkatkan resiko kerusakan atau memperburuk penyakit mata lainnya.

8Mitos mentakan penggunaan mata yang terlalu berat akan menyebabkan kerusakan pada mata.

Fakta membuktikan penggunaan organ sebagai mana dengan mestinya tidak akan menyebabkan kerusakan fungsi pada organ tersebut. Sama seperti indera penciuman dan pendengaran, dengan menggunakan fungsi mata terlalu banyak tidak akan menyebabkan kerusakan pada fungsi mata.

9Mitos mengatakan menggunakan kacamata korektif dapat melemahkan mata.

Fakta membuktikan penggunaan kacamata korektif pada penderita rabun dekat, rabun jauh, atau silinder tidak akan melemahkan fungsi mata itu sendiri. Hal itu karena, fungsi kacamata korektif sendiri adalah untuk membantu penglihatan penderita penyakit mata agar dapat melihat secara lebih jelas. Kacamata korektif merupakan alat optik eksternal yang berfungsi untuk memberikan penglihatan secara lebih jelas pada orang-orang yang mengalami keluhan penyakit mata.

Demikian tadi beberapa mitos dan fakta mengenai penyakit mata, penggunaan kacamatan dan cara menjaga kesehatan mata. Dari sekian banyak mitos, mana yang selama ini sobat kosongan percayai?

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.