Mengenal Semut, Serangga Paling Kompak yang ada di Dunia!

Mengenal Semut, Serangga Paling Kompak yang ada di Dunia!

Kosongan – Semut adalah salah satu hewan paling banyak di Bumi! Kontribusi besar dan beragam semut bagi ekosistem kita sangat penting. Semut adalah serangga kompleks yang hidup dalam kelompok sosial besar yang disebut koloni. Sebagai serangga, semut memiliki tubuh luar yang keras yang disebut exoskeleton dan tiga bagian tubuh: kepala, dada, dan perut. Semut memiliki dua pasang pelengkap di kepala mereka: mandibula, digunakan untuk meraih atau berkelahi, dan rahang atas, digunakan untuk memecah makanan menjadi potongan kecil untuk menelan.

Biasanya, semut memiliki 2 mata majemuk yang mengandung 6 hingga 1.000 lensa, meskipun pada beberapa spesies mata kurang berguna atau bahkan tidak berfungsi. Mata-mata ini hanya bisa melihat benda-benda dekat tetapi sangat baik dalam mendeteksi gerakan. Kepala semut memiliki antena, yang digunakan untuk menyentuh, merasakan, mencium, dan merasakan makanan. Semut juga menggunakan antena untuk berkomunikasi satu sama lain dan menjaga koloni berjalan dengan lancar.

Enam kaki semut melekat pada toraksnya. Setiap kaki memiliki sembilan segmen dan dua cakar untuk mencengkeram apa pun semut panjat. Perut mengendalikan organ pencernaan, termasuk ‘crop’, yang dapat digunakan untuk menyimpan makanan untuk koloni.

Sebuah koloni semut mungkin memiliki hingga delapan juta individu pada satu waktu, jadi sistem komunikasi penting untuk menjaga semua orang dan semuanya terorganisir. Semut melepaskan aroma, yang disebut feromon, dari kelenjar di tubuh mereka. Setiap feromon adalah pesan aroma khusus yang dibaca atau diterima melalui antena semut lain di koloni. Banyak jenis informasi yang berbeda dapat dikomunikasikan dengan cara ini.

Jejak bau dapat ditinggalkan di tanah untuk memimpin pekerja lain ke sumber makanan. Semut di koloni dapat mencium peringkat masing-masing dan dapat mengendus kehadiran penyusup. Semut bahkan memiliki aroma alarm untuk mengingatkan koloni terhadap bahaya. Semut mati memiliki aroma yang menandakan pekerja pembersihan untuk mengeluarkan tubuh dari sarang, menjaganya tetap bersih dan bebas dari penyakit.

Kemampuan semut untuk membuat keputusan berdasarkan komposisi kimia dari pasangan mereka adalah topik yang sangat menarik. Para peneliti menemukan bahwa seekor semut dapat menyapu antena di atas tubuh saudara perempuannya dan menentukan hal-hal seperti status reproduksinya dan apakah ia harus membantu dengan tugas khusus untuk koloni itu!

Semut menggunakan berbagai jenis makanan yang luar biasa dan memiliki perilaku bersarang dan makan-makan yang aneh. Sebagian dianggap sebagai petani, sebagian mengumpulkan biji dan serangga, dan lainnya adalah pemangsa langsung. Spesies semut yang bertani umumnya memiliki situs sarang yang stabil dan menggunakan area sarang untuk melakukan pertanian mereka. Sebagai contoh, semut pemotong daun membawa daun ke sarang, dan daun-daun ini kemudian digunakan untuk menumbuhkan jamur yang dimakan semut. Semut kayu melindungi dan pengisap nectar dari serangga, seperti kutu daun, lalu “memerah” mereka. Ketika semut menggores tubuh kutu daun, cairan manis yang disebut madu akan keluar.

Semut honeypot mengumpulkan air, nektar, dan cairan serangga ketika tersedia di ekosistem gurun mereka. Cairan tersebut kemudian diumpankan ke semut pekerja khusus, yang disebut repletes, yang menggantung dari langit-langit di ruang sarang khusus dan menyimpan nektar di tubuh mereka. Tubuh replete mengembang untuk menahan cairan, kadang-kadang membengkak hingga seukuran anggur kecil! Makanan yang disimpan ini digunakan oleh semua anggota koloni selama masa paceklik.

Semut tentara, yang paling terkenal dari spesies berburu, mungkin berjumlah lebih dari 700.000 dalam sebuah koloni. Mereka melakukan perjalanan untuk menemukan serangga, laba-laba, dan bahkan mamalia kecil dan reptil untuk makan. Satu-satunya saat mereka berhenti berbaris dan beristirahat adalah ketika mereka menunggu telur-telur baru menetas dan pupa tumbuh menjadi dewasa. Selama fase ini, semut menghubungkan kaki mereka bersama-sama dan membentuk sarang hidup yang disebut bivak, yang melindungi ratu dan anak-anaknya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.