Inilah 6 Game Paling Kontroversi Sepanjang Sejarah! – Bagian 2

Inilah 6 Game Paling Kontroversi Sepanjang Sejarah! - Bagian 2 - Kosongan

Kosongan – Dalam sebuah video game, apapun bisa dilakukan oleh seorang developers untuk mengundang para gamers untuk memainkan. Berbagai cara promosi pun dilakukan, hingga story cerita yang menyimpang dari story aslinya. Walaupun game banyak mengandung unsur positifnya, tidak membuat game tersebut tidak memiliki unsur negatif yang bisa membuat para pemainnya melakukan hal – hal yang ada dalam game tersebut.

Banyak kejadian yang sangat aneh dan tragis dikarenakan efek negatif dari game yang dimainkan. Terlebih lagi, game pada zaman modern ini mengacu kepada story yang negatif dan mengandung unsur kekerasan ataupun pelecehan seksual. Oleh karena itu, kita disarankan untuk selalu pintar memilih game yang baik. Mengenai hal itu, berikut 6 Game Paling Kontroversi Sepanjang Sejarah! – Bagian 2. Penasaran? Cek di bawah ini.


Inilah 6 Game Paling Kontroversi Sepanjang Sejarah! – Bagian 2


1. Night Trap

Game pertama yang cukup kontroversial sepanjang sejarah adalah Night Trap. Dalam gameplaynya, game ini menggunakan full motion video untuk merepresentasikan kisah dan gameplaynya. Game yang rilis ditahun 1992 ini dianggap kontroversial karena gameplaynya menunjukkan kekerasan, pelecehan terhadap anak kecil, dan tema-tema seksual.

Night Trap menjadi salah satu dari 2 game yang ditunjukkan oleh Senator Demokrat kepada pemerintahan Amerika Serikat sebagai alasan bahwa diperlukan adanya organisasi yang mengatur regulasi layak dan tidak layaknya game diedarkan. Game lainnya yang ditunjukkan adalah Mortal Kombat.


2. Fight of Gods

Fight of Gods merupakan sebuah game fighting satir yang menggunakan tokoh-tokoh keagamaan dan dewa-dewa sebagai karakternya. Awalnya game ini tak menuai banyak kontroversi. Tapi di bulan September 2017, setelah Yesus ditambahkan ke dalam karakter yang bisa dimainkan. Game ini mendadak booming dan menuai kontroversi setelah diangkut oleh berbagai media. Alasannya tentu karena anggapan banyak orang bahwa game ini melecehkan beberapa agama tertentu.

Pemerintah Malaysia sempat memblokir Steam untuk gamer disana selama satu malam hanya karena keberadaan game satu ini. Keesokkan harinya, Valve mengambil aksi untuk melakukan region block pada game tersebut di Malaysia, yang kemudian diikuti oleh beberapa negara lainnya termasuk Indonesia.


3.  Modern Warfare 2

Game yang menjadi bagian dari franchise COD ini memang merupakan salah satu game terbaik di dunia menurut beberapa kalangan. Dengan grafik yang memukau dan cerita yang bagus, game ini mendapatkan banyak pujian. Tapi nampaknya COD Modern Warfare 2 tak sesempurna itu. Game ini memiliki sebuah misi opsional yang bertajuk “No Russian”. Dalam misi opsional ini, pemain harus menembak secara membabi buta warga sipil sehingga dinilai menyajikan horror ala terorisme.

Misi opsional ini bahkan dihapus ketika akan diedarkan di Rusia yang akhirnya menyebabkan COD: MW2 ditunda perilisannya. Nama misi opsional ini memang menyebabkan kontroversi, karena jika diucapkan No Russian saja, maka artinya tanpa orang-orang Rusia. Padahal dalam misi tersebut Makarov justru mendialogkan “Remember, No Russian” maksudnya, jangan sampai ada orang Rusia yang terbunuh. Tapi di Jepang, dialognya justru berubah menjadi “Kill Them, They are Russian!”.


4. Manhunt

Manhunt rilis pada 2003 untuk platform PS2 dan tahun berikutnya untuk PC dan Xbox. Game ini bergenre survival horror video game. Manhunt bisa dibilang menjadi salah satu game yang paling kontroversial bukan hanya karena konten game ini yang menunjukkan kekerasan yang sangat vulgar tapi juga kasus seorang remaja yang melakukan pembunuhan karena terinspirasi dari game ini. Hal itu terjadi di Leicestershire, Inggris. Dimana seorang anak berusia 17 tahun membunuh temannya yang berusia 14 tahun. Dikatakan oleh ibu sang korban bahwa pelaku terobsesi dengan game tersebut.

Meskipun menuai kontroversi, game ini mendapatkan banyak review positif dan terjual hampir 1.7 juta kopi. Tak hanya itu, game ini bahkan merilis serial keduanya beberapa tahun setelahnya. Siapa yang salah? Pemainnya, atau yang membuat? Apa jadinya ketika sebuah game bisa membuat seseorang terobsesi dan tega menghilangkan nyawa orang lain? Sungguh aneh.


5. Custer’s Revenge

Custer’s Revenge atau yang juga diketahui sebagai Westward Ho ini merupakan game dewasa yang diproduksi oleh Mystique untuk platform Atari 2600. Game ini pertama kali rilis pada tahun 1982. Game ini merupakan pelopor game bertema pemerkosaan di dunia. Itulah kenapa game ini menjadi salah satu game paling kontroversial sepanjang sejarah. Begitu perilisannya, Custer’s Revenge dengan cepat terkenal. Game ini terjual dengan paket berlabel “NOT FOR SALE TO MINORS” dan dijual dengan harga $49.95. Hal itu dipakai sebagai salah satu cara agar game tersebut tidak dibeli oleh anak-anak.

Setelah game ini rilis, beberapa kelompok yang memperjuangkan hak asasi perempuan segera mengkritisi game ini dan menuntut agar game tersebut segera ditarik dari pasaran karena melecehkan kaum perempuan. Bahkan pengembang dari game ini sempat dituntut 11 juta dolar karena kontennya yang merendahkan perempuan. Semua media mengekspos game tersebut yang membuat game in justru cukup laris di pasaran dan terjual hampir 80.000 kopi dan menjadi game bertema dewasa milik Mystique yang laris manis. Meski laris, game tersebut tetap mendapatkan penolakan oleh banyak pihak. Lalu 26 tahun setelah perilisannya, Australian PC Magazine memberikan gelar game tersebut sebagai game terburuk yang pernah dibuat.


6. Carmageddon

Carmageddon merupakan sebuah game bergenre vehicular combat video game yang dirilis pada tahun 1997 untuk PC. Sederhananya, dalam game ini kamu menjadi pengendara mobil yang menabrak orang dan dapat hadiah. Mengerti kenapa game ini kontroversial? Dalam game ini kamu harus menabrak pejalan kaki dan hewan! Kekerasan semacam itulah yang membuat game ini kontroversial.

Bahkan di Jerman dan Inggris, game ini dilarang peredarannya. Di Inggris, lembaga sensor game setempat, BBFC melarang game ini beredar sampai konten berdarah-darah itu dihilangkan atau diganti. Setelah 10 bulan BBFC memberikan lisensi untuk versi resminya. Sementara itu di negara lain seperti Brazil, game ini benar-benar dilarang. Anehnya, game ini mendapatkan penjualan yang cukup bagus yakni mencapai 2 juta kopi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.