Ini Nih, 5 Kebiasaan Orang Tua yang Berakibat Buruk pada Anak

Ini Nih, 5 Kebiasaan Orang Tua yang Berakibat Buruk pada Anak
Ini Nih, 5 Kebiasaan Orang Tua yang Berakibat Buruk pada Anak

Kosongan – Perasaan gemas dan perasaan geregetan mungkin menjadi sebab utama sulitnya berhenti melakukan kebiasaan melempar anak ke udara. Padahal, gaya bermain dengan cara melempar anak ke udara merupakan salah satu kebiasaan buruk yang seringkali dilakukan banyak orang terutama para orang tua. Apalagi, si anak biasanya terlihat senang dan tertawa terbahak-bahak ketika bermain dengan cara demikian.

Namun yang terjadi pada seorang anak asal Thailand berikut ini sudah seharusnya membuat kita berpikir dua kali untuk terus mengajak bermain dengan cara melempar ke udara pada anak atau adik kecil kita.

Oum, seorang balita berusia 3 tahun, sangat keasyikan saat bermain lempar ke udara bersama ayahnya hingga salah satu lemparan dari ayahnya itu terlalu tinggi dan menabrak kipas langit-langit yang sedang berputar. Kejadian tersebut mengakibatkan luka belah di kening balita malang itu.

Dengan kondisi kulit kening tebuka dan berdarah-darah, Oum langsung dilarikan ke rumah sakit oleh kedua orang tuanya untuk mendapat perawatan. Saat ini, balita malang itu kini sudah berada di rumah dalam kondisi yang baik. Namun demikian, Oum yang kini berusia 5 tahun memiliki bekas luka permanen di keningnya.

Selain melempar-lempar anak ke udara, Berikut adalah 8 kebiasaan lain yang harus dihindari orang tua karena dapat berakibat buruk.

Ini Nih, 7 Kebiasaan Orang Tua yang Berakibat Buruk pada Anak

1. Mengunyah makanan agar lumat untuk kemudian diberikan kepada anak mereka

Berbagai alasan biasa terlontar dari mulut orang tua yang suka melakukan kebiasaan satu ini. Terutama niat para orang tua untuk membuat makanan menjadi lebih lembut sehingga akan lebih mudah dicerna anak. Alasan lainnya, yang mungkin terdengar seperti mitos atau takhayul adalah anggapan bahwa kebiasaan ini bisa membuat anak-anak menjadi lebih nurut pada orangtua.

Kemungkinan terburuk dari kebiasaan ini adalah proses penularan penyakit, terutama jika orang tua atau pengasuh yang melakukan kebiasaan buruk ini sedang dalam keadaan sariawan atau kondisi tubuh yang tidak prima.

Alternatif atau solusinya adalah jika anak masih terlalu muda atau sedang berada dalam kondisi yang hanya memungkinkannya memakan makanan yang telah lumat, maka lebih baik berikan mereka makanan dalam bentuk bubur.

2. Meniup makanan saat memberi makan

Lagi-lagi, tujuan orang tua sebenarnya hanya agar anaknya lebih mudah mencerna makanan yang diberikan. Makanan yang terlalu panas juga memang sebenarnya tidak baik untuk permukaan lidah dan organ pencernaan lain si anak. Namun, tetap saja para orang tua lebih baik menghindari kebiasaan meniup makanan saat memberi makan anak.

Kemungkinan terburuk dari kebiasaan ini adalah penyebaran kuman hingga sumber-sumber penyakit yang bersarang di rongga mulut orang dewasa pada makanan yang akan dimakan anak saat sedang terjadi mendinginkan makanan.

Alternatif lain atau solusinya adalah dengan memperbaiki perhitungan waktu penyajian dan jadwal pemberian makan sehingga saat sudah waktunya makan, hidangan yang diberikan sudah tidak terlalu panas.

3. Mencekoki anak untuk makan

Kebiasaan buruk yang satu ini biasanya dilakukan orang tua yang anaknya sulit untuk makan. Caranya pun beragam, mulai dari memaksa masuk sendok ke dalam mulut anak hingga dengan cara mencubit pelan bagian hidung anak agar anak membuka mulut.

Kemungkinan terburuk dari kebiasaan ini adalah makanan justru masuk dalam saluran pernafasan anak dan menjadi tersedak. Lebih buruk lagi jika anak yang dicekoki tersebut masih dalam umur yang terlalu muda.

Alternatif atau solusinya adalah dengan mengakali situasi seperti ini menyajikan makanan dengan tampilan yang lebih menarik, memvariasikan menu makanan agar anak tidak bosan hingga dengan memberikan camilan-camilan yang menyehatkan.

4. Menyeduh susu formula dengan air dispenser

Sebenarnya ini merupakan cara paling praktis menyajikan susu formula tanpa harus memasak air terlebih dahulu. Namun, taukah sobat kosongan cara praktis ini termasuk ke dalam kebiasaan buruk yang sering orang tua lakukan?

Kemungkinan terburuknya adalah bakteri yang terdapat dalam susu formula belum benar-benar mati. Hal ini dikarenakan pada umumnya air yang dipanaskan menggunakan dispenser suhunya tidak lebih dari 700 celcius.

Alternatif lain atau solusinya adalah ya dengan memasak air terlebih dahulu air yang hendak digunakan untuk menyajikan susu formula lalu diamkan selama kurang lebih 15 menit agar tidak terlalu panas.

5. Memberi makan anak terlalu cepat

Lagi-lagi, berdasarkan alasan aneh seperti kepercayaan dan takhayul bahwa makan cepat bisa mempercepat proses pertumbuhan anak dijadikan dasar melakukan kebiasaan buruk satu ini. Padahal, jika anak atau adik kecil kita masih berusia terlalu muda maka mereka memiliki keterbatasan dalam mencerna makanan yang masuk.

Kemungkinan terburuk dari kebiasaan ini adalah terjadinya resiko usus tersumbat dan menjadi pemicu anak tersebut mengalami obesitas saat berusia lebih tua.

Alternatif atau solusinya adalah dengan bersabar dan ciptakan durasi makan yang wajar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.