Ngaku – Ngaku Aja, Inilah 5 Ciri – Ciri Hacker Palsu (Bagian Dua)

Ciri-Ciri Hacker Palsu (Bagian Dua)
Ciri-Ciri Hacker Palsu (Bagian Dua)

Kosongan Hacker atau peretas merupakan orang-orang yang mempelajari, menganalisis, memodifikasi dan menerobos masuk ke dalam sistem serta jaringan komputer, baik untuk keuntungan atau motivasi lainnya. Meskipun sama-sama diartikan sebagai peretas dalam Bahasa Indonesia, namun hacker secara prinsip cenderung mempunyai motivasi yang lebih baik dari cracker.

Hacker mencari kelemahan suatu sistem serta jaringan komputer yang hasil temuannya akan digunakan sebagai pertimbangan dalam pengembangan sistem serta jaringan komputer tersebut. Sedangkan cracker mencari kelemahan suatu sistem serta jaringan komputer dengan tujuan cenderung jahat, seperti pencurian data, mengubah data dan sebagainya.

Terutama bagi awam, menjadi hacker seharusnya terdengar seperti sesuatu yang mengerikan. Lucunya, selalu ada saja orang-orang yang senang mengaku sebagai hacker dan bertingkah sok hacker di media sosial. Orang-orang seperti itu di sinis diistilahkan sebagai hacker palsu.

Mungkin sobat kosongan sendiri sering menemukan orang seperti ini di media sosial. Padahal, seorang yang mengaku hacker sebenarnya bukanlah hacker karena hal tersebut salah satu tanda bahwa sebenarnya seseorang hanya mengklaim diri sebagai hacker.

Banyak sekali di dunia ini orang yang mengaku-ngaku seorang hacker, meskipun orang tersebut sebenarnya tidak sama sekali tidak memiliki kemampuan seorang hacker, atau bahkan tidak mengerti apa dan seperti apa itu hacker.

Nah di sini akan dibahas mengendai tanda-tanda bahwa sebenarnya seseorang itu hanya mengklaim diri sebagai seorang hacker, alias hacker palsu, tanpa memiliki kemampuan dan kompetensi apapun untuk menjadi seorang hacker. Apa saja tanda-tandanya? Berikut pembahasannya:

Ciri-Ciri Hacker Palsu (Bagian Dua)

Ciri-Ciri Hacker Palsu (Bagian Dua)
Ciri-Ciri Hacker Palsu (Bagian Dua)

1Tidak Menguasai Bahasa Pemrograman Apapun

Jika menemukan orang yang mengklaim diri sebagai hacker, coba tanyakan apakah ia setidaknya pernah mendengar salah satu istilah bash script, javascript atau yang paling populer: visual basic? Jika orang tersebut tidak menguasai dan bahkan tidak mengetahui istilah-istilah tersebut, sudah dapat dipastikan ia hanya seorang hacker palsu.

Seorang hacker sudah pasti menguasai minimal satu bahasa pemrograman. Karena bahasa pemrograman merupakan hal yang sangat penting untuk bisa mengerti bagaimana sistem atau jaringan komputer berjalan serta bagaimana cara memanipulasinya.

2Tidak Mengenali dan Memahami Sistem Komputer Sendiri

Rasanya lucu sekali jika seorang hacker sampai tidak mengenali dan memahami sistem komputernya sendiri, bahkan jika sampai tidak mengerti pesan error ketika menginstal sebuah sistem operasi.

Seorang hacker harus mengenali atau bahkan memahami keseluruhan sistem komputernya sendiri. Sebab, sebelum mulai meretas sisterm komputer orang lain, seorang hacker sudah pasti akan mencoba mengimplementasikan kemampuannya untuk membuat sistem keamanan yang baik dalam sistem komputer ia gunakan.

Singkat kata, jika menemukan orang yang meskipun di media sosial menggunakan profil anonymous, tapi masih tidak mengerti pesan error ketika menginstal sistem operasi, sudah dipastikan bahwa orang tersebut bukan seorang hacker, melainkan hanya hacker palsu.

3Tidak Punya Etika dalams Berinternet

Seorang hacker akan sangat menjunjung tinggi nilai, etika dan moral yang berlaku di masyarakat sekitarnya. Karena, jika tanpa itu semua meskipun seseorang mempunyai kemampuan dan kompetensi seorang hacker, orang terserbut tetap bukanlah hacker melainkan seorang cracker.

Internet memang merupakan dunia yang penuh kebebasan. Meskipun begitu, bukan berarti seseorang bisa seenaknya saja bertingkah tanpa mengenal etika. Hal itu berlaku bagi semua orang, termasuk hacker. Karena hacker merupakan orang yang seharusnya memperbaiki bukan merusak.

4Tidak Bisa Menginstal Software dengan Kompilasi Source Code

Seorang hacker harus mempunyai keahlian untuk dapat bisa menginstal software dengan cara kompilasi source code. Jika seseorang masih menginstal software dengan hanya menekan tombol “next” secara terus menerus tanpa membaca petunjuk, maka dapat dipastikan orang tersebut bukanlah seorang hacker.

Hal ini berhubungan dengan poin pertama, yaitu seorang hacker sudah pasti minimal menguasai setidaknya satu bahasa pemrograman. Jika tidak mengerti bahasa pemrograman, bagaimana caranya ia mengompilasi source code menjadi aplikasi. Jika bukan hacker palsu, maka sudah dapat dipastikan orang tersebut hanya script kiddies.

Script kiddies sendiri merupakan julukan yang diberikan untuk orang-orang yang sangat ahli dalam menggunakan tools hacking, namun tidak mengerti bagaimana cara kerja sebuah sistem dan jaringan komputer.

5Tidak Mampu Membuat Tools Sendiri

Biasanya seorang hacker sangat gemar membuat aplikasi atau tools sendiri. Hal tersebut mereka lakukan agar semua kegiatan peretasan bisa dilakukan dengan senyaman mungkin seperti yang diinginkan hacker tersebut.

Namun, ada pula hacker yang lebih gemar menggunakan tools orang lain yang menurutnya cocok. Nah, di sini letak perbedaannya. Jika orang tersebut hanya gemar menggunakan tools buatan orang lain tetapi tidak mampu membuat tools sendiri, maka dapat dipastikan ia hanya seorang hacker palsu.

Bagaimana? Sudah mengetahui ciri-ciri hacker palsu? Atau malah, sobat kosongan sendiri yang merupakan hacker palsu? Jangan sungkan berbagi pendapat di kolom komentar, ya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.