Inilah 5 Alasan Kenapa Game Mobile Dibenci Para Gamer!

Game di platform Mobile memang sangat instant dan mudah. Dan terlebih lagi, lebih praktis, bisa dimainkan dimana saja. Tapi, masih banyak saja para pemain yang benci dengan versi Mobilenya. Tentu para gamer sendiri memiliki alasan tersendiri kenapa membeli player mobile. Hal ini terjadi karena baru-baru ini mengenai pengumuman Diablo Immortal  sedang ramai diperbincangkan, meski menjadi produk baru dari Franchise mereka, nampaknya seri Diablo mobile ini tidak cukup disambut hangat oleh oleh para fans.

Keinginan para penggemar untuk Diablo lebih ke platform lain pun belum bisa ditepati oleh Blizzard. Mereka sangat kecewa kenapa harus versi Mobilenya yang rilis, dan inilah yang menjadi penyebab kenapa game Mobile sangat dibenci banyak orang. Dari segi grafis dan story yang amburadul. Tidak seperti versi Xbox One, PS4 dan bahkan PC sekalipun. Yang sangat relevan untuk dimainkan, walaupun tidak secara instant atau praktis. Nah kali ini kami akan membahas tentang alasan-alasan kenapa para gamer sangat membeci game Mobile. Penasaran dengan hal itu? Berikut ini 5 alasan kenapa gamer benci game Mobile. Cek di bawah ini.

Inilah 5 Alasan Kenapa Game Mobile Dibenci Para Gamer!


1Mobile tidak cocok untuk para gamer berpengalaman!

Akui saja, konsep dari Mobile sangat tidak cocok untuk kalian yangs udah lama berkecimplung di dunia game. Tentu, konsep utama smartphone hanyalah sebagai pengisi waktu luang saja. Sangat tidak cocok jika game kelas tinggi rilis pada versi tersebut, terlebih lagi belum rilis di versi platform yang lebih relevan untuk game tersebut.

Difficulty pada game tersebut juga tentu tidak akan sesulit jika dibanding dengan platform PC, sudah banyak contoh gamenya, Line Age 2 Revolution (MMORPG Mobile) yang banyak mengaplikasikan sistem AUTO, PUBG Mobile yang otomatis mengambil item dan recoil yang jauh lebih mudah dibanding versi PC, Difficulty yang tentu tidak akan sesulit PC.


2Tak semua orang punya perangkat yang memidai

Jujur saja, jika game kelas tinggi rilis di versi Mobile, akan sangat sulit untuk kita memainkannya. Terlebih lagi guna smartphone hanya sebagai pengisi waktu luang. Jadi kita biasanya hanya membeli yang seadanya saja. Tapi parahnya, game-game ini rilis hanya untuk smartphone kelas tinggi dan tentu tidak akan memidai dan relevan untuk smartphone kita.

HP dengan spesifikasi biasa memang mungkin sudah bisa menjalankan game tersebut tanpa masalah, namun apakah HP biasa sudah bisa memfasilitasi seorang gamer yang memiliki totalitas dari segi waktu dan juga kesiapan untuk memainkan game favoritnya ? tentu diperlukan spesifikasi yang spesial, dan smartphone semacam itu membutuhkan harga yang tidaklah murah. Tentu gamer hardcore lebih milih PC sultan daripada hp sultan, itu adalah hal yang tak bisa dipungkiri lagi.

Smartphone dengan spesifikasi memidai baru saja rilis, tapi harganya tetap saja seperti PC kelas menengah yang bisa kita gunakan bermain game bahkan lebih 100% menarik ketimbang game Mobile sendiri. Mungkin sebagian orang akan rela membeli namun sebagian lain pasti akan berfikir dua kali untuk membeli alat yang tidak secara fokus diciptakan untuk memainkan game. Dengan seharga mirip dengan konsol next-gen, gamer butuh banyak pertimbangan. Karena bermain secara setengah-setengah bukanlah ciri khas gamer hardcore.


3Grafik game Mobile tidak sebanding dengan PC

Sebagai gamer yang sudah berkecimplung di dunia game, kalian pasti tahu bahwa grafik game Mobile tidak sebanding dengan platform lainnya. Jujur saja, terlebih lagi, game-game kelas tinggi yang rilis di smartphone memiliki spesifikasi yang tidak biasa. Seharga PC yang kita mainkan, padahal perbedaannya jauh banget kan. Apa untungnya jika game-game berkelas tersebut rilis di Mobile? Kenapa enggak PC aja? Kan lebih mudah dan lain-lain. Perlu diingat, Namun seberapa indah pun grafik Mobile tentu tidak bisa PC ataupun konsol next-gen. Ada perbedaaan tingkat hardware yang sangat jauh antara PC dan Mobile.

Jika kalian seorang gamer, kali pasti memilih mengapresiasi jika developer meremake atau me-remaster franchise lama mereka dari pada diperas melalui paltform mobile, hanya karena mengikuti pasar. Melihat game mereka dapat berjalan di Hardware next-gen sekarang mungkin menjadi mimpi nyata untuk mereka. Kita lihat bagaimana Age of Empire mendapat remastered sehingga bisa berjalan secara HD tanpa masalah di hardware terbaru, Warcraft III remake, dan Crash Bandicoot dan masih banyak game lain yang membuat para playernya lebih menghargai usaha developernya jika dibandingkan dengan sebuah game yang abal-abal.


4Penggemar tidak suka dengan game Mobile!

Nah bayangkan jika kalian jadi penggemar yang rela ke acara BlizzCon dan mengatri, menginap, membayar tiket pesawat dan membeli tiket masuk seharga $100, tapi kenyataannya malah pahit. Bukannya pengumuman versi platform yang memidai, malah akan rilis pada platform Mobile.

Semua perjuangan itu, hanya untuk melihat franchise kesukaan kalian tidak diumumkan sesuai harapan kalian. Diliat dari kasus EA 2018 dimana melakukan pengumuman Command and Conquer Rivals Mobile. Dimana banyak gamer menganggap perilisan tersebut sebagai sebuah kontroversi yang tak diinginkan para fans. Entah kenapa kasus seperti ini terus saja terjadi dan memiliki pattern yang mirip bahkan berakhir jauh lebih buruk.

Alhasil, game-game yang ditunggu para penggemar yang sangat berkelas, yang rilis di versi Mobile akhirnya dapat kontroversi dan dapat review negatif. Ini adalah kejadian yang sangat mengejutkan, karena sudah tak terhitung lagi berapa banyak orang yang kecewa karena hal ini. Tentu, sebagai pemain pada platform yang revelan, kita sangat kecewa, kenapa game yang ditunggu-tunggu malah rilis di platform Mobile.

Ini adalah salah satu kejadian paling kontroversial di 2018 ini. Semoga tidak akan ada kejadian lagi, karena tidak semua orang menyukai Mobile, setidaknya pihak developer akan merilis game-game yang diinginkan penggemar ke platform PC, PS4 ataupun Xbox.


5Pihak developer yang php!

Bagaimana perasaan kalain jika sudah menunggu bertahun-tahun untuk sebuah pengumuman game yang dijanjikan pihak developer malah tidak jadi. Sakit banget kan, begitu pula tentang kontroversial Diablo ini, setelah para penggemar menunggu 6 tahun lamanya, ternyata malah rilis versi lainnya. Selama itulah mereka menanti bagaimana nasib franchise yang membuat mereka terjaga tiap malam bersama teman-teman satu passion mereka, hanya untuk mendengar adaptasi game mereka di Mobile pada acara krucial seperti Blizzcon dan juga E3 2018.

Semoga kejadian ini tidak pernah terjadi lagi. Dan para pihak publisher dan developer harus selalu menjaga minat para penggemar. Karena, ini adalah untuk para penggemar yang setia menunggu game tersebut. Tidak untuk anak-anak kecil yang bermain smartphone. Kita semua butuh perkembangan, para fans rela habis-habisan hanya untuk hal ini. Bagaimana perasaan mereka jika game yang ditunggu-tunggu tidak rilis? Sakit. Semoga hal ini tidak terjadi lagi. Mari kita tunggu kedepannya di acara The Game Awards 2018.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.