Dampak Negatif Sosial Media Bagi Kehidupan Penggunanya

1.dampaknegatifsocialmedia

KosonganSiapa yang tidak punya social media hari gini? Social Media merupakan salah satu aspek penunjang kehidupan sosial penggunanya. Orang jaman sekarang sangat muda menjadi terkenal karena adanaya social media. Tak selalu dipuja, ada juga yang akhirnya menjadi public enemy. Image seseorang bisa terlihat dari konten social media mereka.

Setiap penemuan dan inovasi diciptakan awalnya sebagai hal yang bermanfaat dan menunjang perkembangan manusia. Social media diciptakan dengan maksud memperluas jaringan komunikasi seseorang. Melalui social media, setiap orang juga bisa menyebarkan informasi secara real time dan bersifat update.

Namun, jika tidak digunakan dengan bijak, social media juga memiliki dampak buruk bagi penggunanya. Berikut beberapa dampak negatif sosial media yang perlu kamu hindari.

9 Dampak Negatif Social Media

1Menciptakan perilaku apatis pada lingkungan sekitar.

Internet dan social media memang ditujukan untuk membangun jaringan komunikasi yang lebih luas. Ironisnya, social media justru membuat orang semakin apatis dengan lingkungan sekitarnya. Kamu pasti tidak asing dengan pemandangan sekumpulan remaja yang nongkrong di cafe tapi malah sibuk masing-masing dengan smartphone mereka. Bahkan sekarang anak-anak kecil berkumpul dengan gadget-nya masing-masing dan bermain melalui gadget mereka, tidak ada lagi komunikasi secara langsung.

Kebiasaan ini dapat menimbulkan sifat apatis permanen. Kafrena jarang berkomunikasi secara langsung, manusia jadi semakin tidak memiliki ikatan emosi dengan lingkungan sekitarnya.

2Membuat orang tidak menghargai momen.

Jaman sekarang, mengabadikan momen lebih penting dari menikmati momen itu secara langsung sendiri. Contohnya ketika konser, para penonton sibuk merekam penamoilan band favoritnya agar bisa ditonton lagi atau dipamerankan di social medianya. Akhirnya, orang tersebut jadi tidak menikmatikan penampilan secara langsung dengan maksimal. Adapun momen lain saat sedang bersama teman-teman, orang-orang akan cenderung sibuk mengambil foto dan mengeditnnya untuk di pajang di social medianya.

Jangan ‘lah terlalu gila mengupdate momen di social media, sampai lupa menikmati momen itu sendiri secara langsung. Karena momen jyang berharga cukup disimpan dalam memori kamu saja.

3Membuat orang tidak fokus dan susah berkonsentrasi.

Hidup terkadang terasa membosankan. Pada jaman dahulu, orang tidak memiliki pilihan saat sedang bosan selain melakukan apa yang harus mereka lakukan. Jaman sekarang, selalu ada pelarian meski sedang di tengah kelas atau jam kerja, yaitu dengan mengakses social media mereka. Social media biasanya digunakan untuk mencuci mata. Kamu bisa menyaksikan banyak hal dari seluruh penjuru dunia.

Hal ini akhirnya membuat kamu tidak fokus dengan pekerjaan. Belum lagi jika kamu mem-posting sesuatu dan sedang menunggu like atau membalas komen. Kamu jadi tidak konsentrasi dan terus memeriksa social media kamu.

4Mempermudah penyebaran hoax.

Salah satu masalah yang sedang dihadapi media adalah mudahnya berita hoax menyebar. Muali dari kematian selebritis hingga ancaman teror bagi masyarakat. Hal ini pastinya bikin resah meski tidak jelas kebenaran. Semua orang memiliki akses  pada social media dan bisa menyebarkan apa pun tanpa filter seperti media profesional. Anak kecil saja bisa mengakses social media hari-hari ini. Pihak tidak bertanggung jawab jadi semakin mudah menyebarkan berita palsu dengan alasan iseng semata.

Jika menerima berita tidak jelas dari akun chatting maupun social media, sebaiknya jangan asal share hanya karena headline-nya yang menarik.

5Etika privasi yang mulai terancam.

Dengan adanya social media, mencari tahu tentang seseorang yang bukan artis sekalipun jadi lebih mudah sekarang. Jaman dahulu, memberikan nama pada orang asing di tempat umum saja akan membuat kamu was-was. Sekarang semua orang dengan santai menyebarkan biodatanya di social media hingga berbagai kegiatannya dan lokasinya pada saat itu.

Hal ini membuat nilai privasi semakin bergeser. Bahkan pihak yang menyebarkan pun tidak merasa keberatan dengan hal tersebut. Sebaiknya, jangan terlalu mengeksploitasi kehidupan pribadimu di social media.

6Mempermudah tindakan kriminal.

Ketika privasi telah tidak memiliki batasan lagi, tindakan kriminal sangat mungkin terjadi. Mulai dari penipuan dengan data pribadimu hingga tindakan lainnya yang bisa mengancam keselamatanmu. Jangan anggap remeh dalam menyebarkan foto dan lokasimu di sosial media. Bisa-bisa kamu menjadi target pencurian. Biasanya hal ini terjadi pada anak dibawah umur yang sebetulnya masih belum bijak dalam menggunakan social media.

7Menimbulkan sifat adiktif.

Adiktif tidak hanya melulu tentang obat-obatan terlarang dan alkohol, social media juga bisa menjadi hal yang adiktif. Bermain social media memberikan efek kecanduan dengan berbagai fiturnya. Apa kamu pernah merasa menghabiskan waktu berjam-jam mengedit foto di Instagram? Atau hasrat untuk men-snap setiap momen dalam keseharianmu? Itu lah yang namanya adiktif. Kamu memiliki kebutuhan untuk terus terhubung dengan social media dan merasa “gatal” ketika tidak ada internet.

8Insomnia.

Kecanduan dengan social media biasanya semakin tinggi ketika sudah malam dan kamu sendirian di kamarmu. Setelah chatting dengan pacar atau gebetan, kamu tidak bisa langsung tidur karena meihat sesuatu yang menarik di timeline Line-mu. Akhirnya kamu terjebak dalam berbagai artikel menarik dan jadi lupa untuk tidur. Hal ini bisa menimbulkan insomnia dan kamu jadi tidak memiliki pola hidup yang sehat.

9Mengurangi kemampuan berkomunikasi secara langsung.

Biasanya orang merasa lebih percaya di social media. Selain karena kamu tidak perlu berhadapan dengan banyak orang secara langsung, kamu juga bisa menggunakan akun palsu. Karena sudah nyaman berkomunikasi secara tidak langsung tanpa resiko ditolak maupun dihujat, kamu jadi tidak percaya diri ketika harus melakukan komunikasi secara langsung.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.