Ciri-Ciri Hacker Palsu, No 1 dan 2 Sering Kamu Temui

Ciri-Ciri Hacker Palsu, No 1 dan 2 Sering Kamu Temui
Ciri-Ciri Hacker Palsu, No 1 dan 2 Sering Kamu Temui

KosonganHacker atau yang dalam Bahasa Indonesianya disebut sebagai peretas adalah orang-orang yang mempelajari, menganalisis, memodifikasi ataupun menerobos masuk ke dalam sistem komputer serta jaringan komputer, baik untuk keuntungan atau motivasi lainnya.

Hacker berbeda dengan cracker, meskipun keduanya sama-sama diartikan sebagai peretas dalam Bahasa Indonesia dan prinsip kerjanya pun sama-sama mencari celah kelemahan suatu sistem, namun terdapat dasar perbedaan antara hacker dan cracker. Perbedaan mendasar tersebut, yaitu hacker cenderung memiliki motivasi yang lebih baik dari cracker.
Hacker biasanya akan mencari kelemahan suatu sistem yang hasil temuannya akan diberikan kepada pemilik sistem tersebut untuk kemudian dikembangkan menjadi lebih baik, sedangkan cracker cenderung mencari kelemahan suatu sistem dengan tujuan memanfaatkannya demi kepentingan pribadi seperti pencurian data, mengubah data dan sebagainya.

Bagi orang awam, hacker seharusnya terdengar seperti sebuah pekerjaan yang mungkin mengerikan. Namun, lucunya selalu ada saja orang yang senang mengaku-ngaku sebagai hacker atau yang di sini akan diistilahkan sebagai hacker palsu.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, sebenarnya pekerjaan hacker tidak semengerikan yang orang bayangkan. Hacker juga seorang manusia biasa yang bisa saja yang terkadang tidak luput dari kesalahan. Meskipun begitu, lucunya ada saja orang-orang yang merasa dirinya adalah seorang hacker, padahal orang-orang tersebut sama sekali tidak memiliki kapasitas kemampuan dan pengetahuan yang cukup mumpuni untuk disebut hacker atau yang di sini diistilahkan sebagai hacker palsu. Berikut ini adalah ciri-ciri dari hacker palsu tersebut:

Ciri-Ciri Hacker Palsu, No 1 dan 2 Sering Kamu Temui

Mengunggah Foto yang Sedang Menggunakan Topeng Anonymous

Anonymous adalah kelompok aktifis hacker, atau yang mereka sebut sebagai hacktifis. Kelompok ini dibentuk pada tahun 2003 dan para anggotanya dapat dibedakan di depan publik dengan mengenakkan topeng guy fawkes atau yang umum disebut sebagai topeng V for Vendetta.

Jika sobat kosongan menemukan seseorang yang menggunakan topeng V for Vendetta tersebut di media sosial, dan mengklaim dirinya sebagai seorang hacker, kemungkinan besar orang tersebut adalah hacker palsu. Seharusnya, seorang hacker tidak akan menampakkan dirinya meskipun dirinya sedang menggunakan topeng sekalipun. Mereka, para hacker, cenderung lebih senang untuk menyembunyikan identitas atau bahkan sidik jarinya sekalipun.

Mengklaim diri sebagai seorang Anonymous

Meskipun pada dasarnya tidak ada cara untuk bergabung dengan kelompok Anonymous karena kita semua bisa menjadi Anonymous, namun tetap saja orang-orang yang mengaku sebagai anggota kelompok Anonymous terkesan norak. Biasanya orang yang mengunggah foto mengenakan topeng Anonymous juga sekalian mengklaim dirinya sebagai bagian dari kelompok haktifis itu.

Biasanya orang-orang seperti itu menganggap bahwa semua hacker pasti terlibat dengan kelompok Anonymous, padahal pada kenyataanya tidak semua hacker termasuk sebagai kelompok tersebut.

Gemar melakukan serangan DDOS dan Defacing

Para hacker palsu ini gemar melakukan serangan DDOS dan defacing. DDOS dan Deface merupakan serangan yang menyasar ke sebuah server yang berada di dalam jaringan internet. DDOS adalah singkatan dari Distributed Denial of Service, yaitu sebuah serangan dengan cara mengirimkan bandwidth sebanyak mungkin ke sebuah server demi menghabiskan sumber daya (resource) yang dimiliki oleh server tersebut sampai akhirnya server tersebut tidak bisa menjalankan fungsinya dengan benar. Perlu diingat, resource dari sebuah server (komputer) utamanya adalah RAM dan prosesor.

Serangan DDOS biasanya dilakukan dengan menggunakan banyak komputer, sehingga bandwidth yang diterima oleh server terlalu besar dan akhirnya terjadi hang.

Sedangkan Deface adalah sebuah serangan yang menarget tampilan utama suatu situs internet. Serangan ini bertujuan merubah tampilan utama suatu situs internet dengan cara menimpa file beranda dengan file yang diunggah oleh penyerang tersebut. Biasanya dalam tampilan barunya berisi opini dan argumen dari penyerang tentang hal-hal yang sedang ramai dibicarakan.

Lucunya, para hacker palsu ini meski mengaku telah melakukan serangan DDOS, tapi sebenarnya mereka hanya melakukan sebuah ping biasa ke server yang mereka tuju. Biasanya satu-satunya hal yang bisa mereka lakukan biasanya adalah melakukan defacing.

Deface sendiri tidak terlalu memberikan efek rusak yang besar, sehingga itu bukanlah ancaman yang besar, apalagi untuk sebuah institusi besar. Biasanya kerusakan karena serangan defacing bisa dengan diperbaiki dalam hitungan jam bahkan menit jika yang diserang adalah institusi besar.

Script Kiddies

Script Kiddies adalah julukan untuk orang-orang yang sangat ahli dalam menggunakan tools hacking, namun tidak mengerti sama sekali bagaimana cara kerja sebuah jaringan komputer. Ketidaktahuan mereka inilah yang menyebabkan julukan kiddies atau bocah-bocah.

Script Kiddies pada umumnya memang adalah sekumpulan anak-anak yang memang ingin terlihat keren nan edgy dengan mengaku-ngaku sebagai seorang hacker. Lucunya, terkadang para Script Kiddies ini juga tidak tahu jika di dalam tool hacking yang mereka gunakan itu, sebenarnya terdapat juga virus yang menginfeksi komputer mereka.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.