Inilah 4 Kasus Cheat Dalam Tournament Esports Sepanjang Tahun 2018!

Inilah 4 Kasus Cheat Dalam Tournament Esports Sepanjang Tahun 2018!

Tahun ini, tepatnya di tahun 2018. Memang era gaming lagi hangat-hangatnya diminati oleh semua kalangan. Mulai dari anak-anak hingga dewasa sangat suka bermain game. Ya, tidak bisa dipungkiri lagi bahwa game bisa membuat kita tidak merasa bosan. Bahkan, jika kalian niat, kalian bisa menekuninya dan menjadi atlet E-sports. Banyak sekali yang bisa kita petik dari dunia industri Esports.

Seperti bisa melihat para pro player dari sebuah video game bertemu dan bertanding. Kita bisa belajar dari pengalaman tersebut dan suatu saat bisa mencapainya. Karena, game juga bisa menghasilkan uang lho, tergantung kita bisa atau enggak mengelola hal tersebut. Berbicara mengenai dunia Esports, banyak sekali kasus cheat yang terjadi. Padahal mereka adalah para pro player yang sudah diakui. Tapi sayangnya mereka masih menggunakan cheat dalam tournament. Hal ini membuat citra buruk di dunia Esports.

Banyak sekali tournament yang digelar mulai dari turnamen dengan tier minor dengan total hadiah yang fantastis hingga turnamen akbar dengan total hadiah super fantasti seperti, The International untuk Dota 2 hingga The Worlds untuk League of Legends dan masih banyak lagi turnamen yang seru dengan kompetisi-kompetisi masing-masing game kompetitif. Nah dari banyaknya turnamen yang telah digelar, tak sedikit peserta atau pro player-nya bermain secara murni.

Bahkan demi mengincar kemenangan terkadang mereka menghalalkan berbagai macam cara, seperti menggunakan cheat atau melakukan tindakan curang lainnya demi memenangkan suatu pertandingan dengan hadiah yang fantastis serta kebanggaan tersendiri tanpa memikirkan apa yang akan terjadi dengan karirnya kedepan. Bahkan beberapa tim dengan tegas memecat pemainnya lantaran menggunakan cheat. Dari banyaknya kasus, kali ini kami akan memberikan 4 kasus Cheat di dunai Esports. Penasaran? Cek di bawah ini.

Inilah 5 Kasus Cheat Dalam Tournament Esports Sepanjang Tahun 2018!


1Forsaken OpTic India – Tournament CS:GO

Ada kabar buruk untuk ajang professional CS:GO, baru-baru ini muncul kabar ada pro player dari India yang mengikuti tournament eXTREMESLAND yang menggunakan cheat saat pertandingan berlangsung. Tidak tanggung-tanggung, tentu ini adalah ajang akbar yang digelar. Seperti yang kami lansir dari CSGO2ASIA, pemain OpTic India, yaitu Nikhil “forsaken” Kumawat terbukti menggunakan cheat setelah muncul peringatan “B5 platform anti-cheat” setelah aktivitas mencurigakan dilakukan oleh pro player tersebut. Ternyata, hal mencurigakan tersebut memang benar.

Dan Forsaken memang benar menggunakan program cheat. Tidak hanya itu, ternyata ia sudah 2x ketahuan menggunakan cheat saat sedang tournament CS:GO. Sebagai bentuk hukuman atas tindakan dari forsaken tersebut, OpTiC India harus di diskualifikasi dan Revolution berhasil maju ke babak selanjutnya. Lalu apakah hukuman lainnya untuk Forsaken? General Manager ESICKezra Powell, mengumumkan bahwa Forsaken akan menerima hukuman tidak boleh mengikuti event yang diadakan olehgrup Esports Integrity Coalition selama 5 tahun. Hal yang dilakukan oleh Forsaken tentu saja akan membuat citra industri Esports Global semakin tercoreng.

Tentu yang dilakukan oleh Forsaken malah merusak namanya sendiri dan teamnya di kancah Esports. Tidak hanya itu, dampak terbesarnya mungkin berpengaruh pada peluang masuknya investor ke scene Esports, terutama bagi perusahaan endemic yang tidak mempunyai pengetahuan Esports. Adanya kejadian ini, tentu semua orang bertanya tentang integritas scene Esports.


2NateHill dan FunkBomb – Turnamen Fal Skirmish Fortnite!

Kasus kedua datang dari pemain Fortnite, ya game yang sangat terkenal dan bahkan sudah bisa mengalahkan PUBG ini tetap saja tidak luput dari program ilegal. Nah ini terjadi pada bulan September lalu, dua pemain Fortnite bernama NateHill dan Funkbomb memang tengah mengikuti turnamen Fall Skirmish Fortnite. Dalam kasus ini, tindakan curang yang dilakukan adalah mengintai atau bahasa gaulnya spionan lah gitu. Nah Epic Games pun  kemudian memberikan informasi yang didapatkannya ke rekan satu timnya.

Tak heran jika salah satu pemainnya bisa bermain dengan leluasa dengan informasi yang didapatkannya tersebut. Namun pada akhirnya mereka terbukti telah melakukan tindakan curang. Alhasil mereka berdua didiskualifikasi bahkan banyak penonton serta komunitas menginginkan mereka berdua untuk dibanned permanen dari gamenya. jadi, mau itu apapun, jika tindakan curang, itu salah dan wajib di banned. Semoga Epic Games luncurkan tindakan banned kepada dua pemain ini.


3Ian Bahawaka, Crowe – Optic Gaming, PUBG!

Nah kasus ketiga malah datang dari game PUBG. Game tipe battle royale paling diminati ini tetap saja tidak luput dari cheat. Padahal, game ini tidak gratis dan harus membayar setidaknya 200 ribu untuk membelinya. Tapi, ini tidak luput dari program ilegal dan tidak membuat takut para pemain curang ini.

Nah kejadian ini terjadi di tournament PUBG Invitational merupakan salah satut turnamen besar untuk game PlayerUnknown’s Battlegrounds yang diselenggarakan oleh ESL pada bulan Maret silam. Peristiwa tersebut terjadi saat salah satu pemain OpTic Gaming, yaitu Ian Bahawaka Crowe tertangkap di layar sedang memanfaatkan sebuah glitch yang membuat dirinya dapat leluasa melihat sekitar meskipun dibalik tembok, hal tersebut dimanfaatkan untuk melihat posisi dari pemain tim LGD Gaming.

Walaupun tidak menggunakan software seperti divisi lainnya sebut saja Forsaken. Nah aimbot tersebut melanggar peraturan dimana ada di poin 5.6  yang menyebutkan “Usage of Bugs, Glithes & Exploits” sangat tidak diperbolehkan bahkan dapat dikenakan sanksi. Alhasil imbas dari tindakan curangnya tersebut membaut OpTic Gaming harus di diskualifikasi serta kehilangan hadiah sebesar $ 12.000 USD yang kemudian digantikan oleh Cloud9 yang sebelumnya berada dibawahnya. Jadi, ada-ada saja ya para pemain OpTic Gaming ini, padahal mereka sudah mewakili India di kelas dunia.


4Team Chinese Taipei – Kualifikasi Hearthstone Global Games

Kasus terakhir datang dari negara China, tepatnya di Taipei. Bahkan, game ini sangat asing dan tidak seperti Moba ataupun Battle Royale, game ini adalah  TCG (Trading Card Games) layaknya Hearthstone ini juga bisa dimanfaatkan oleh pemain/pro player untuk berbuat curang demi kemenangan di turnamen besar sekalipun. Seperti yang kita ketahui, Hearthstone Global Games merupakan salah satu turnamen besar yang resmi diselenggarakan oleh Blizzard.

Padahal itu baru laga kualifikasi saja, mereka sudah berani melakukan aksi curang. Lagi-lagi team mereka memanfaatkan spion atau lewat live stream untuk mengetahui dimana letak musuhnya. Dan kemudian emberikan informasi selanjutnya ke rekan satu timnya untuk membantu pengambilan keputusan. Atas kejadian tersebut Tim Chinese Taipei terbukti melanggar peraturan dan harus didiskualifikasi, sementara itu Tim Singapore berhak melaju ke babak selanjutnya. Miris banget ya, pengen jadi pemain pro, tapi malah ketahuan curang atau menggunakan program ilegal. Semoga kejadian ini tidak lagi terjadi.