Sering Menghadapi Masalah? Ini Cara untuk Meningkatkan Skill Problem Solving

Setiap orang pasti pernah mengalami masalah yang muncul secara tiba-tiba dan tidak terduga. Masalah itu bisa jadi masalah keuangan, masalah kesehatan atau masalah yang lebih kompleks seperti pernikahan atau percintaan. Kamu pasti terus memecahkan masalah itu di kehidupan sehari-hari. Dan semakin baik kita melakukannya, semakin mudah hidup kita.

Kita pasti akan menghadapi masalah minimal sekali setiap harinya. Tapi kamu akan menjadi lebih baik ketika menyadari bahwa masalah hanyalah pilihan. Tidak ada yang menakutkan dari masalah itu selain harus mengambil keputusan. Tidak peduli siapa kamu, pekerjaan, atau statusmu, orang akan menilai kemampuanmu untuk menyelesaikan masalah. Semakin banyak masalah yang kamu selesaikan maka akan semakin bahagia orang-orang di sekitarmu.

Jadi, Mengapa skill untuk menyelesaikan masalah itu penting?

Masalah adalah sesuatu yang sulit untuk dipahami atau dicapai. Itu bisa saja menjadi tugas, situasi, atau bahkan seseorang. Memecahkan masalah melibatkan metode dan keterampilan untuk menemukan solusi terbaik untuk masalah.

Menyelesaikan masalah penting karena kita semua memiliki keputusan untuk dibuat, pertanyaan untuk dijawab dalam hidup kita. Orang-orang seperti Steve Jobs, Mahatma Gandhi, atau Martin Luther King Jr. adalah pemecah masalah besar. Orang tua, guru, dokter dan pelayang yang baik semuanya harus pandai menyelesaikan berbagai jenis masalah yang ada.

Cara meningkatkan Problem SolvingĀ Skill

Problem solving adalah kemampuan yang akan kamu perlukan sehari-hari, dan ada cara-cara untuk meningkatkan skill menyelesaikan masalah tersebut. Kamu tidak perlu pintar, tapi harus sering berlatih. Saat kamu memahami berbagai langkah untuk menyelesaikan masalah, kamu akan menemukan solusi yang hebat.

1Fokus pada solusi, jangan masalahnya

Ahli saraf telah membuktikan bahwa otak tidak dapat menemukan solusi jika kamu fokus pada masalah. Hal ini terjadi karena katika kamu fokus pada masalah maka otakmu akan diberikan asupan negatif dan membuat emosi negatif diotak. Emosi ini memblokir solusi yang mungkin bisa menyelesaikan masalah.

Bukan bermaksud untuk menyuruh mengabaikan masalah, tapi cobalah dan tetap tenang. Hal ini membantu untuk mengenali masalah pada awalnya dan tetap fokus pada apa yang menjadi jawaban tanpa terikat dengan ‘apa yang salah’ atau ‘siapa yang salah’.

2Pikirkan 5 ‘mengapa’ ini untuk mendefinikan masalah

Dengan berulang kali bertanya ‘mengapa’ pada suatu masalah, kamu akan menggali akar penyebab masalahmu dan begitulah caramu untuk menemukan solusi yang tepat untuk mengatasi sebab dan tidak akan terjadi lagi.

Contoh masalah: Telat Ujian

  1. Mengapa aku terlambat ujian?
    Karena aku selalu telat bangun.
  2. Mengapa aku telat bangun?
    Karena ingin tidur lagi, setelah mendengar alarm
  3. Mengapa aku tidur lagi?
    Karena aku belajar terlalu keras untuk ujian sampai larut malam?
  4. Mengapa aku belajar terlalu keras tadi malam?
    Karena aku malas belajar di waktu luang sebelum masa ujian.
  5. Mengapa aku malas belajar?
    Karena aku lebih suka main game dan menjelajahi sosial media

Jadi begitulah yang akan kamu dapatkan, jika menggapi ke akar permasalahannya. Kamu memang bisa menyetel banyak alarm sekaligus tapi pasti akan mendiamkannya untuk 5 menit ke depan dan mengulanginya. Masalah yang perlu kamu selesaikan adalah sifat malas dan terlalu asik dengan game atau sosial media yang membuat kamu tidak mau belajar selain di waktu ujian.

3Sederhanakan masalah

Manusia normalnya memiliki kecenderungan untuk membuat hal-hal yang mudah menjadi lebih rumit daripada seharusnya! Cobalah menyederhanakan masalah kamu mengelompokannya. Hapus semua detail dan kembali ke dasar. Cobalah mencari solusi yang sangat mudah dan jelas. Kita semua mengetahui bahwa yang sederhana seringkali menjadi yang paling produktif.

4Buatlah daftar solusi yang memungkinkan

Cobalah untuk memikirkan semua solusi yang memungkinkan, walau pun awalnya tampak konyol dan bodoh. Kamu harus selalu berpikir terbuka untuk meningkatkan pemikiran kreatif, yang dapat memicu solusi yang paling sesuai. Apa pun yang kamu lakukan, jangan pernah berkecil hati karena menemukan ‘solusi bodoh’ karena sering kali merupakan ide gila yang memicu solusi lainnya. Hal ini juga cocok untuk membantu pikiran kreatif dalam tukar pikiran dan teknik memecahkan masalah lainnya.

5Berpikirlah secara berlawanan

Ubah arah pikiranmu dengan berpikir lateral. Perhatian pepatah berikut ini, “Kamu tidak dapat menggali lubang di tempat yang berbeda dengan menggali lebih dalam.” Maksudnya, kamu tidak akan bisa menyelesaikan masalah jika hanya menggali akar masalah, tapi pikirkan cara lain. Cobalah untuk mengganti pendekatan kamu dan melihat hal-hal ini dengan cara yang baru. Kamu bisa membalikkan tujuan dan mencari solusi dari sisi lainnya. Bahkan jika itu terasa konyol, pendekatan yang unik biasanya merangsang solusi yang segar.

6Gunakan bahasa yang menciptakan kemungkinan

Arahkan pikiranmu dengan frasa seperti ‘bagaimana jika …’ dan ‘bayangkan jika …’ Istilah-istilah ini bisa membuka pemikiranmu lebih kreatif dan mendorong munculnya solusi. Hindari bahasa yang bernuansa negatif seperti ‘Saya tidak berpikir …’ atau ‘Ini tidak benar tapi …’. Hal itu akan membuat pikiranmu tertutup sehingga solusi yang ada tidak akan dilakukan untuk menyelesaikan masalah.

Tidak ada yang menakutkan dari masalah yang datang menghadap, kamu hanya cukup mengambil keputusan yang tepat. Jangan suka membuat masalah kecil menjadi menakutkan. Masalah hanya mengatakan kepadamu bahwa yang sedang terjadi saat itu tidak benar, sehingga kamu harus mencari jalan keluarnya untuk membalikkan kehidupanmu menjadi baik lagi. Belajarlah untuk fokus, cari terus penyebab dan gunakan cara yang berbeda-beda untuk menyelesaikan masalah tersebut. Ingat! Tetap tenang dan kamu akan berhasil.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.