4 Hal Yang Terjadi Jika AOV Tidak Dirilis!

Arena of Valor atau sering disingkat dengan AOV memang game moba pesaing Mobile Legends. Game besutan Tencent dan Garena ini memang sangat banyak dimainkan oleh berbagai kalangan. Bahkan, bisa bersaing dengan Mobile Legends: Bang Bang yang lagi turun-turunnya karena pengaruh PUBG Mobile yang rilis. Perseteruan antara pemain AOV dan Mobile Legends memang tidak pernah selesai. Ada saja drama yang muncul, tapi ini adalah salah satu hal yang membuat menarik para player baru untuk main.

Selain itu pada bulan September yang lalu AOV berhasil menjadi salah satu game yang diperlombakan dalam ajang bergengsi Asian Games 2018. Tentunya hal-hal tersebut semakin menunjukan bahwa AOV memiliki pengaruh yang besar pada dunia game saat ini. Namun bagimana jadinya bila AOV tidak pernah dirilis? Tentu banyak sekali hal yang tidak pernah muncul, seperti game moba analog dan lainnya. Banyak sekali yang akan berubah jika AOV tidak pernah dirilis di Indonesia. Nah penasaran dengan hal itu? Berikut di bawah ini.

8 Hal Yang Terjadi Jika AOV Tidak Dirilis!


1Drama antara player analog tidak pernah terjadi

Ya, kita semua tahu, banyak sekali drama antara player AOV dan Mobile Legends. Tapi pernahkah kalian berpikir bagaimana AOV tidak pernah rilis sebelumnya?  Semenjak pecahnya drama antara MOBA Analog beberapa tahun belakangan ini, postingan-postingan tentang AOV ataupun Mobile Legends sering dijadikan sebuah medan pertempuran dari para keyboard warrior. Jika kamu-kamu meniliki postingan fans page resmi Mobile Legends atau AOV, dan sedikit melihat ke kolom komentarnya banyak para pemain dari kedua yang saling ribut membela game kesayangan mereka.

Padahal mereka sendiri tidak mendapatkan untung apa-apa. Tapi tetap saja banyak sekali terjadi perang antar pemain kedua game moba analog ini. Para keyboard warrior ini silih berganti memberikan komentar-komentar yang kadang menjelek-jelekan satu sama lain, dengan sebutan plagiat ataupun MOBA 7M. Tentunya perang fanboy dari kedua game yang sebenarnya berasal dari engine yang sama ini tak akan pernah terjadi jika AOV tidak pernah dirilis.

Mobile Legends sendiri dirilis pada tanggal 11 Juli  2016 sedangakan AOV sendiri dirilis pada 26 November 2015. Tapi permasalahan utamannya adalah, Mobile Legends sendiri yang terlebih dahulu masuk ke Indonesia dan hal itulah yang membuat para pemain ML kompak mengatakan bahwa AOV adalah penggekor dari game buatan Mootoon ini. Jadi, jika AOV tidak pernah rilis, mungkin ide untuk membuat Mobile Legends tidak pernah ada. Seperti yang kita tahu, semua hero dan genre game semuanya di tiru dari Arena of Valor oleh Mobile Legends. Dan kita juga tak akan melihat bocah-bocah kekinian yang gila maen game moba ini.


2Asian Games hanya akan Memperlombakan 5 Game!

Fakta yang tak terbantahkan adalah prestasi yang diraih oleh AOV pada bulan Agustus yang lalu. Pasalnya game yang dikembangkan oleh Tencent Games ini masuk sebagai salah satu game yang diperlombakan dalam aja eksibisi bersama 5 game lain, diantaranya PES 2018, League of Legends, Clash Royale, Starcraft II, dan Hearthstone. Bayangkan seandainya AOV tidak pernah dirilis, tentunya gelaran bergengsi tersebut hanya akan diikuti oleh 5 game saja, mengingat dua pesaing utamanya yaitu Mobile Legends dan Vainglory memiliki faktor-faktor yang membuat game tersebut tidak diperlombakan diajang sebesar Asian Games.

Tahukah kalian? Sebelumnya Mobile Legends sempat bermasalah dengan hak cipta oleh Riot Games. Mereka dituduh mengambil atau menjiplak konten-konten dari game League of Legends. Sedangkan untuk Vainglory meskipun memiliki gameplay yang kompetitif ketenarannya dikawasan Asia masih kurang dan lebih banyak dimainkan dikawasan Eropa. Ada-ada saja ya drama antara Mobile Legends. Walaupun banyak peminat, ternyata banyak juga masalah yang ditimbulkan. Terlebih lagi, kita semua tahu bahwa kebanyakan konten di Mobile Legends memang mirip dengan game-game lainnya yang sudah rilis terlebih dahulu.


3Istilah analog dan 8 bit tidak pernah ada

Karena munculnya AOV dan Mobile Legends membuat istilah moba analog dan 8 bit mulai bermunculan. Bahkan, tidak hanya ini, banyak sekali nama-nama yang diberikan netizen untuk kedua game ini. Istilah tersebut bisanya dipicu pada kejadian seperti istilah 8bit pada Mobile Legends, hal tersebut muncul karena banyak fans dari AOV membandingkan tampilan grafik Mobile Legends dan AOV yang sangat berbeda jauh, mereka beranggapan tampilan AOV HD, sehingga muncul istilah tersebut.

Berbeda lagi dengan istilah “Skin kok naikin status” dimana isitilah tersebut muncul karena banyak fans AOV yang protes dimana skin Mobile Legends menaikan status dan membuat game tersebut tidak balance. Bayangkan, seandainya AOV tidak pernah dirilis, pastinya fans-fans AOV tidak pernah mempermasalahakan hal-hal tersebut dan tentunya para fans Mobile Legends bisa hidup tenang, dengan tampilan game dan fitur skin yang mereka miliki. Jadi bagaimana, kalian pilih AOV atau ML nih? Beri tanggapan di bawah ya.


4Mobile Legends Menjadi Game MOBA Analog Nomor 1

Hal yang terakhir yang terjadi jika AOV tidak pernah rilis adalah Mobile Legends menjadi game moba analog nomor satu. Fakta ini memang tidak bisa terbantahkan oleh siapapun, pasalnya jika hingga saat ini AOV tidak pernah dirilis bisa dipastikan bahwa Mobile Legends akan menjadi game MOBA Analog nomor satu di Indonesia, bahkan hingga dunia.

Hal tersebut bisa dibuktikan dengan persaingan ketat AOV dan Mobile Legends beberapa tahun belakangan ini. Persaingan tersebut bukan hanya sekedar sebatas gameplay, namun sudah merambah hingga tingkat fans, influencer, tingkat keunikan hero, dan perang lisensi dengan menghadrikan hero-hero dari franchise terkenal lain. Bayangkan saja jika AOV tidak pernah rilis, bisa dipastikan Mobile Legends, akan menjadi MOBA Analog nomor satu di Indonesia.

Hal ini bisa kita buktikan dengan elemen-elemen Indonesia dalam game MOBA buatan Moonton ini, dengan ketersedian Mobile Legends dalam bahasa Indonesia, hero-hero asli Indonesia seperti Gatot Kaca dan Kadita, serta gamenya yang tergolong simple dimainkan, bisa dipastikan Mobile Legends bisa menyingkirkan game-game seperti Vainglory, Warsong dan Non Human Academy dengan mudah. Jadi inilah beberapa fakta menarik jika AOV tidak pernah dirilis. Jadi, kalian pilih Arena of Valor atau Mobile Legends nih? Beri tanggapan di bawah ya.