Anime dengan Visual dan Gaya Animasi Unik Nan Menggelitik

Anime dengan Visual dan Gaya Animasi Unik Nan Menggelitik
Anime dengan Visual dan Gaya Animasi Unik Nan Menggelitik

Kosongan – Umumnya, judul anime yang terkenal memiliki visual dan gaya gambar yang cenderung ‘sama’, namun ada sebagian kecil judul anime di antaranya yang memiliki visual dan gaya gambar yang tidak biasa dan cenderung unik atau bahkan aneh. Meskipun dengan visual dan gaya gambar yang mendobrak kebiasaan, namun judul-judul tersebut tetap dianggap sebagai anime lho, sobat kosongan.

Melalui berbagai visual dan gaya gambar unik nan tidak biasa inilah, judul-judul tersebut memisahkan anime sebagai medium sendiri. Berikut beberapa judul anime yang saking uniknya visual dan gaya animasinya, sampai-sampai bisa dibilang mereka hanya menjadikan anime sebagai medium tersendiri. Berikut beberapa judul tersebut:

Anime dengan Visual dan Gaya Animasi Unik Nan Menggelitik

Pop Team Epic

Anime Pop Team Epic bercerita mengenai keseharian gadis berusia 14 tahun bernama Popuko dan Pipimi yang… yang… ah, pokoknya anime dengan sebutan Poputepipikku ini adalah kompilasi humor-humor pendek dari berbagai orang, dengan berbagai gaya animasi! Tidak hanya animasi tiga dimensi, Poputepipikku juga membawakan stop-motion, pixel art, sampai adaptasi yang lebih sureal lagi. Kegilaan dalam anime ini untungnya diakomodir oleh satu-satunya produser dari Poputepipikku, Kotaro Sudo dan King Records.

Anime Pop Team Epic diadaptasi dari web manga 4 panel berjudul sama yang ditulis oleh Bkub Okawa, atau yang di Romanisasi sebagai Bukubu Ookawa. Manganya sendiri diserialisasikan pertamakali di situs Manga Life Win dan diterbitkan secara cetak oleh penerbit Takeshobo pada 2014. Dari manganya saja, Poputepipikku sudah terkenal dengan banyaknya parodi dan referensi pop culture yang dibawakan dengan kombinasi surealis, absurdis, dan non-sequiturnya.

Tatami Galaxy (Yojouhan Shinwa Takei)

Tatami Galaxy atau Yojouhan Shinwa Taikei berkisah mengenai seorang mahasiswa tahun ketiga tanpa nama (dikenal hanya sebagai “watashi” atau aku) yang pada suatu waktu bertemu dengan seorang pria dengan kepala berbentuk terong yang mengaku sebagai dewa perkawinan. Pertemuan mahasiswa tahun ketiga tersebut merenungkan dua tahun terakhirnya di kapus yang penuh kesepian…

Anime Tatami Galaxy ini adalah hasil eksperimen sutradara Masaaki Yuasa dengan pergerakan dan berbagai sudut kamera yang tidak biasa. Tidak hanya itu, anime yang diadaptasi dari sebuah novel karya Tomohiko Morimi berjudul sama ini mempunyai gaya animasi yang sangat unik. Novelnya sendiri dipublikasikan pada 2004 oleh penerbit Ohta Publishing, dan kemudian direissue lagi oleh Kadokawa Shoten pada Maret 2008.

Aku no Hana (Flowers of Evil)

Aku no Hana atau yang dikenal fans internasional sebagai Flowers of Evil bercerita tentang Kasuga Takao, seorang anak yang gemar membaca buku, terutama Les Fleurs du Mal karya Baudelaire. Takao diam-diam juga menyukai teman sekelasnya, Saeki Nanako. Suatu hari Takao menemukan seragam olahraga Nanako tertinggal di kelas dan tanpa sengaja membawanya pulang. Takao merasa bersalah, tapi kemudian dia menyadari bahwa seragam olahraga itu hanya awal dari masalah yang lebih besar.

Aku no Hana membuat heboh para fansnya karena membawakan gaya animasi rotoskop dengan menggunakan aktor dan aktris asli dan menggambar ulang mereka secara langsung hingga berwujud anime. Dibanding gaya gambar manganya yang menggunakan gaya yang lebih lazim dan wajar, jelas anime ini membawa pro dan kontra dikalangan fansnya. Untungnya nuansa memuakkan yang ingin diangkat pada kisah ini terasa lebih kuat melalui visual versi animenya.

Kuchuu Buranko (Welcome to Irabu’s Office)

Kuchuu Buranko atau Welcome to Irabu’s Office bercerita mengenai keseharian seorang psikiater bernama Ichiro Irabu yang merupakan putra seorang direktur rumah sakit anak-anak, dan asistennya yang seksi bernama Mayumi dalam menghadapi berbagai pasiennya dengan masalah yang berbeda di Irabu General Hospital.

Gaya animasi Kuchuu Buranko sangat unik karena menggabungkan dunia nyata dan dunia anime dalam satu paket. Susternya menggunakan model nyata, kebanyakan pasiennya menggunakan gaya animasi rotoskop, sementara sang dokter menggunakan gaya animasi yang sepenuhnya anime biasa.

Ping Pong: The Animation

Ping Pong: The Animation bercerita tentang Makoto Tsukimoto dan Yukata Hoshino yang tumbuh besar bersama ping pong. Peco, julukan Tsukimoto, adalah anak penuh keyakinan dan berambisi menjadi pemain ping pong terbaik dunia; sedangkan Smile, julukan Hoshino, justur lebih sedikit menunjukan ambisinya.

Jika Aku no Hana digarap dengan teknik rotoskop dan Kuchuu Buranko menggabungkan live-action dan anime, maka Ping Pong The Animation justru nyaris sepenuhnya dikerjakan menggunakan flash. Dengan eksperimen animasinya yang berani membuat anime ini sering disalahkaprahkan sebagai anime yang jelek bagi mata awam.

Kemono Friends

Kemono Friends bercerita tentang sebuah taman yang dihuni binatang humanoid yang disebut “friends”. Suatu hari, salah satu penghuni taman, Sevral menemukan mahluk humanoid aneh yang tidak dia ketahui dari spesies apa. Sevral menanyakan spesies apa pada mahluk humanoid aneh tersebut, tapi dia sendiri tidak tahu. Tidak puas dengan jawaban yang didapat, Sevral mengajak mahluk humanoid yang sementara dia panggil “Kaban” itu mengelilingi taman untuk mengetahui jawabannya.

Secara animasi, Kemono Friends merupakan anime yang cukup… aneh, terutama karena keberanian tim produksinya untuk menggunakan model Miku Miku Dance untuk menggambarkan tokoh-tokohnya. Proyek anime yang digawangi oleh tim sepuluh orang Yaoyorozu ini memiliki animasi yang seadanya. Tapi justru dengan tema kepolosan yang diangkat cocok dengan animasi seadanya pada anime ini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.