Inilah 6 Alasan Kenapa PUBG Sekarang Sudah Sepi!

Playerunknown’s Battleground atau lebih dikenal dengan sebutan PUBG memang lagi hangat-hangatnya di kalangan para gamer dimanapun. Selain pelopor game tipe Battle Royale, game ini juga menjadi salah satu yang terbaik di dunia saat ini. Banyak sekali orang memainkannya, mulai dari kalangan anak-anak hingga usia lansia sekalipun. Game ini juga memiliki grafis yang sangat mumpuni.

Kalian akan menemukan berbagai hal menarik jika memainkan game ini, selain mendapatkan beberapa fitur terbaru setiap saat, kalian juga akan menemukan player lainnya yang mungkin bisa menjadi sahabat kalian. Kok bisa? Ya karena di game ini kita akan bekerja sama dengan seseorang untuk memenangkan game. Kerja sama team sangatlah dibutuhkan disini. Terlebih lagi, tipe Battle Royale adalah para pemain yang hidup terakhir kali atau last man standing yang akan memenangkan game.

Bagaimana pun caranya, kalian harus menjadi yang terakhir hidup dengan saling membunuh sesama player. Disinilah yang membuat game ini sangat menarik untuk dimainkan. Tapi, sekarang game ini mengalami penurunan pemain, ya penyebabnya karena sudah banyak juga pesaing dari game Battle Royale juga, seperti Fortnite dan lain-lain. Penasaran dengan alasan lainnnya yang membuat game ini sudah bisa dibilang mati? Berikut ini kami berikan. Cek di bawah ini.

8 Alasan Kenapa PUBG Sekarang Sudah Sepi!


1Tidak khusus Pemula atau newbie Friendly

Dalam game PUBG, tidak ada fitur latihan ataupun lainnya. Kita diharuskan langsung bisa memainkannya, sedangkan para player lain sudah sangat ahli dalam game ini. Oleh karena itu, game ini tidak direkomendasikan untuk newbie yang baru saja ada dalam dunia per gamean. Dan ini juga menjadi salah satu penyebab kenapa PUBG sudah mati. Karena, game battle royale lainnya sangat newbie Friendly tidak seperti PUBG.

Tidak hanya itu, game lain juga gratis untuk dimainkan. Kita bisa bermain sepuasnya dan tidak memakan spesifikasi yang besar. Sebagai gamer yang sudah sangat sering bermain PUBG, kalian pasti awal-awal sangat sulit untuk memahami game ini. Apalagi newbie, bisa-bisa menyerah dengan sistem atau fitur yang disediakan.

Memahami keseluruhan gameplay yang ada di Playerunknown’s Battleground, seperti memahami attachment, jenis-jenis senjata, beserta pola recoil yang dimiliki.Tidak seperti game pada umumnya yang menyediakan fitur training room dimana hal itu merupakan area bebas bagi players untuk memahami dan bereksperimen tentang game yang dimainkan.

Ini merupakan kekurangan yang dimiliki Playerunknown’s Battleground sehingga menjadi salah satu penyebab turunnya minat players. Kembali ke poin sebelumnya, dimana lambatnya respon developper terhadap komunitas. Jadi ini adalah salah satu penyebab kenapa PUBG telah mati.


2Game Yang Tidak Gratis!

Hal kedua yang menjadi penyebab kenapa PUBG telah mati adalah game ini tidak gratis tapi berbayar. Bayangkan saja, kita harus membayar setidaknya 200 ribu rupiah untuk memainkan game ini. Tidak hanya itu, kita juga harus memiliki spesifikasi yang sangat tinggi untuk memainkan game ini. Terkadang untuk menjadi game yang merakyat dan memiliki banyak player di dalamnya.

Sang developper harus berani mengambil resiko di mana menjajakan game mereka secara ekonomis bahkan gratis. Persoalan harga selalu menjadi pertimbangan pertama dan krusial bagi para gamer menengah ke bawah. Seperti Fortnite, pemainnya sudah mencapai 8,3 juta pemain sekarang dan game tersebut gratis dan sangat mudah dimainkan. Tidak heran kenapa Fortnite bisa mengalahkan PUBG secara keseluruhan.


3Cheater yang membludak!

Siapa sih pemain PUBG yang tak menemukan cheater di game ini? Ya, banyak sekali cheater dalam PUBG, kita harus berhati-hati saat memainkannya. Karena, terbukti banyak sekali para pemain yang menggunakan program ilegal disini. Anehnya, belum ada tindakan langsung dari pihak developer sendiri. Dan ini membuat kecewa para pemain dan banyak sekali meninggalkan PUBG sendiri. Ini adalah salah satu penyebab kenapa game ini telah mati dan tidak banyak dimainkan lagi.

Cheater akan selalu punya banyak cara untuk menjebol sistem pertahanan yang dibuat oleh sang developper. Hal ini akan menjadi bencana besar ketika permasalahan cheater sendiri tidak diurus dengan serius. Jadi, apakah PUBG Corp akan bertindak nanti? Mari kita tunggu keputusan mereka, dan menghidupkan kembali PUBG seperti diawal-awal perilisan.


4Hadirnya game battle royale lain!

Alasan kenapa PUBG mati adalah banyaknya game tipe battle royale lainnya yang lebih bagus dan gratis untuk dimainkan. Contohnya saja Fortnite, ya, selain gratis game ini juga  mempunyai gameplay yang sangat seru dan mudah untuk dimainkan. Tidak hanya itu, game ini juga memiliki spesifikasi yang biasa-biasa saja dan tidak seperti PUBG yang harus memiliki spesifikasi tinkat tinggi.

Tidak hanya Fortnite, banyak sekali game-game battle royale lainnya, seperti Rules of Survival dan Free Fire. Mereka semua sangat terkenal di kalangan para pemain Indonesia. Kita semua tahu, Indonesia menjadi penyumbang player PUBG terbesar saat ini. PUBG juga mulai disukai oleh pemain Indonesia, tapi berbeda lagi dengan pemain luar, mereka telah pindah game dan mulai menyukai Fortnite ataupun Black Ops 4.


5Server tidak stabil

Siapa sih yang tidak macet-macet atau nge-lag saat main PUBG? Tentu hal ini menjadi salah satu penyebab kenapa PUBG telah mati. Dari dulu hingga sekarang, minimnya spesifikasi PC yang diperlukan membuat para pemain kelas menengah rela macet-macet dan bermain secara tidak stabil. PUBG merupakan game yang tergolong buruk dalam aspek optimisasinya.

Terbukti dari sejak sekian lamanya game ini pertama kali di rilis, banyak sekali bug yang tak terurus di mana kamu akan menemukan objek yang tidak ter-render sehingga kamu seolah memiliki kemampuan untuk dapat melihat tembus pandang. Kesel juga kan, jika bermain dengan sangat seru, tapi server yang diberikan tidak stabil dan akhirnya menganggu minat para pemain, dan akhirnya meninggal PUBG sendiri.


6Kurangnya pembaruan fitur-fitur terbaru

Hal terakhir yang menjadi PUBG mati adalah kurangnya perhatian terhadap pengembang dan game. Pihak developer sepertinya sangat sulit untuk selalu memperbarui sistem dan fitur di PUBG. Tidak diketahui alasannya apa, tapi ini adalah menjadi salah satu penyebab kenapa PUBG telah mati. Tidak seperti Fortnite, yang selalu update dan menghadirkan event-event menarik dan fitur-fitur terbaru.

Bisa disimpulkan, bahwa PUBG memang telah mati dan masa-masa keemasannya telah mati. Hingga pada Februari 2018 statistik menunjukkan PUBG kehilangan 12.23% player aktif mereka barulah mereka merilis projek besar mereka yang diberi nama Fix PUBG dengan tujuan untuk menarik kembali player-player mereka yang telah lama meninggalkan PUBG.


Nah itulah beberapa alasan kenapa PUBG telah mati. Banyak sekali penyebab lainnya yang tak bisa kami sebutkan. Mau main PUBG atau tidak, itu pilihan kalian, ini hanyalah sebuah opini dari penulis. Bagaimanapun, PUBG memang lagi berjaya dan lagi banyak juga dimainkan oleh seseorang.