Ini 8 Alasan Mengapa Kamu Harus Menghargai Musuh!

Kita semua memiliki musuh, yap orang-orang yang senang saat melihat kita kesakitan dan sengsara dan orang yang sengsara jika kita mendapatkan kesenangan. Kadang-kadang, musuh hadir karena adanya perbedaan tertentu dalam karakter dan pendapat sehingga muncullah rasa tidak suka terhadap diri kita. Di lain kasus, beberapa orang bisa saja membenci kamu karena tanpa ada alasan yang jelas sama sekali. Bahkan ada orang yang baru pertama kali berjumpa, tapi sudah memasang wajah yang tidak bersahabat seakan ingin mengajak untuk berkelahi.

Terlepas dari bagaimana kamu menciptakan musuh-musuh ini, yang bertentangan dengan paradigma seperti mengadu api dengan api, pertimbangkan alasan berikut dan lihat mengapa kamu harus benar-benar menghargai musuh. Artikel ini tidak hanya akan menunjukkan kamu bagaimana caranya agar tidak diganggu oleh musuh yang menyebalkan, tetapi juga bagaimana sebenarnya mereka bisa secara ajaib menumbuhkan cinta di antara masalah yang terjadi.

8 Alasan yang Membuat Kamu Menghargai Musuh

1Bisa menjadi pelajaran untuk mengatur amarah

Sejujurnya, musuh adalah orang terbaik untuk membantu kamu memahami bagaimana mengatur amarah. Ketika musuhmu tahu bagaimana cara terbaik untuk berbuat buruk kepadamu sehingga memunculkan kemarahan yang besar, itu juga dapat membantu kamu dalam pencarian untuk mengendalikan kemarahan itu. Kamu tidak bisa benar-benar marah pada seseorang yang kamu cintai dan hanya pada saat itu ketika kamu benar-benar kesal kamu jadi bisa dengan mudah belajar cara mengelolanya. Mengatur amarah lebih efektif ketika kamu memprakterkkannya secara langsung dan bukan hanya sekedar teori belakang. Musuh itu ibaratkan terapis yang kamu butuhkan, tetapi sebenarnya tidak diinginkan. Sejauh kamu mungkin ingin membenci mereka, mereka memberi kamu kesempatan untuk mengendalikan dorongan kemarahan yang kamu miliki.

2Peluang untuk bersaing dengan sehat

Kamu mungkin tidak mengetahuinya, tetapi musuh-musuh kamu menjadi saingan besar karena mereka membantu meningkatkan rasa bersaing di dalam dirimu (kadang-kadang, kamu bahkan tidak tahu atau terbiasa dengan sisi kompetitif ini sampai kamu menemukan musuh yang harus dikalahkan). Kamu mendapatkan motivasi yang tepat untuk bersaing dan ini bisa sangat membantu kamu untuk meraih kemenangan. Namun, ketika melakukannya, penting juga untuk mengingat agar tidak melakukan hal yang lebih buruk atau menghalalkan segala cara saat berkompetisi. Bekerja melawan musuh itu rumit, dan kamu perlu memastikan bahwa kamu tidak membahayakan diri sendiri atau moral mu dalam proses itu. Persaingan sehat adalah semua yang kamu butuhkan untuk keluar dari permasalahan ini.

3Komentar negatif musuhmu bisa membantu kamu membuat terobosan baru

Memang benar bahwa musuhmu tidak pernah memiliki banyak hal baik untuk dikatakan tentang keberadaanmu. Namun, mereka sebisa mungkin berbicara atas dasar kebencian, bisa jadi ada beberapa kebenaran terhadap apa yang mereka katakan. Untuk itu, setiap kali kamu mendengar sesuatu yang berarti atau jahat lawanmu, kamu mungkin ingin mundur selangkah dan mengevaluasi dirimu sendiri. Ada kemungkinan bahwa apa yang dikatakan musuh hal yang sebenarnya dan menghadapi kenyataan itu merupakan langkah besar dalam membantu kamu menjadi orang yang lebih baik secara keseluruhan. Ini adalah bukti lain bahwa musuh dapat menjadi terapis dengan cara uniknya sendiri.

4Musuh juga bisa menjadi sekutu yang kuat

Mencintai musuh juga dapat berarti berusaha untuk berinteraksi dan berdamai dengan mereka. Pada akhirnya, jika kamu mampu membangun beberapa kesamaan dan memperbaiki berbagai hal, kamu akan berhasil membangun hubungan yang lain dan mendapatkan teman baru. Dan siapa yang tidak butuh teman? Ini juga dapat membantu kamu dalam bekerja dengan orang-orang dalam jangka panjang. Kamu bisa mengasah keterampilan antar-pribadi, dan itu bisa menjadi nilai tambah besar bagi pengalamanmu.

5Kamu akan memiliki kemampuan untuk menyadari hal positif

Dalam banyak hal negatif, sedikit saja hal positif akan selalu tampak sebagai penunjuk arah dan jalan keluar. Kadang-kadang, pengetahuan tentang fakta bahwa kamu memiliki musuh juga akan membantu kamu untuk fokus pada banyak hal positif dan hal-hal baik yang ada dalam hidup yang kamu jalani. Seringkali, kita mengabaikan apa yang benar-benar penting dalam hidup. Hal ini bisa terjadi karena kamu terlalu ambil pusing dengan musuh yang kamu miliki. Namun, penting juga untuk melakukan sebuah pengakuan yang dapat memacu kamu untuk mengambil langkah mundur dan menghargai hal-hal sepele (dan orang-orang yang ada di sekitarmu).

6Mungkin ada kesalahpahaman

Terkadang, alasan mengapa kamu memiliki musuh mungkin sesuatu yang sangat tidak berbahaya dan tidak fatal sama sekali. Kamu mungkin tidak tahu penyebab hubungan yang retak ini dan sang musuh akan membantu kamu menyelesaikan apa yang sebenarnya telah rusak itu. Cukup mendekatinya akan membantu kamu memahami alasan dirinya membenci dirimu. Pada gilirannya sendiri, musuhmu dapat membantu kamu belajar cara untuk menyembuhkan hubungan dengan dirinya. Kesalahpahaman terjadi, dan kamu harus bisa beradaptasi di sekitar mereka.

7Kamu juga bisa belajar untuk menghargai cinta

Pengingat terus-menerus tentang fakta bahwa kamu memiliki musuh juga akan membantu untuk menganggap sepele orang-orang yang mencintaimu begitu saja. Cinta dan kebencian adalah dua emosi yang berlawanan dan mungkin bagi seseorang hanya bisa memiliki salah satu dari emosi itu. Namun, meski kamu selalu memiliki musuh, akan selalu ada orang yang memberikan kasih sayang dan cintanya untukmu. Kamu harus menghargai orang-orang ini atas apa yang mereka lakukan pada dirimu. Jangan biarkan kebencian yang diproyeksikan oleh musuh-musuhmu mengambil tempat itu dan membuat kamu kehilangan mereka yang mencintaimu.

8Apakah kamu benar-benar membutuhkan kebencian di hatimu?

Kebenarannya adalah musuhmu akan selalu membawa racun kebencian dan kamu tidak perlu untuk mengikuti jejaknya, apalagi menyimpannya di dalam hati. Kebencian itu buruk dan kamu harus mencoba untuk menyingkirkannya sekuat dan semampu hatimu. Ini adalah fakta yang harus diketahui, bahwa tidak ada yang bisa benar-benar jauh dalam kehidupan sambil membawa banyak beban emosional. Yah, kebencian adalah bentuk terbesar dari beban emosional yang ada. Alasan itulah yang membuatmu bisa lebih menghargai musuh.

Nah itulah 8 alasan mengapa kamu harus menghargai musuhmu. Semua orang pasti pernah memiliki musuh dalam hidupnya. Semakin tinggi derajat atau tingkat kesuksesanmu semakin banyak pula orang yang merasa iri dengan dirimu. Hal itu bisa membuat kamu memiliki begitu banyak musuh. Tapi jika kamu telah belajar bagaimana cara menghargai musuh dan bisa meluluhkan hati mereka, bukankah tak terbayangkan berapa banyak teman yang akan kamu dapatkan? Semoga kita tidak akan pernah menyimpan kebencian di hati dan bisa terus menghargai cinta yang diberikan oleh orang lain. Salam respect!

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.