7 Rekomendasi Film Bertema Olahraga Penuh Inspirasi

3 Srikandi

Kosongan – Halo pecinta olahraga, kali ini Kosongan akan merekomendasikan 7 film genre sport yang sangat inspiratif. Mulai dari olahraga tinju, basket, gulat, kriket, hingga olahraga panahan akan kami berikan info filmnya disini.


7 Rekomendasi Film Bertema Olahraga Penuh Inspirasi


1Creed II (2018)

Creed II

Film ini merupakan sekuel dari film Creed yang dirilis tahun 2015 lalu. Film drama sport Amerika ini menceritakan kisah seorang atlit pentinju, Adonis Creed yang diperankan oleh Michael B. Jordan. Di film ini, Creed mencoba untuk berhadapan dan membalas dendam kepada sesorang yang telah membunuh ayahnya.

Meskipun mengusung genre sport, namun film ini sebenarnya tidak terlalu banyak menampilkan adegan-adegan tinju itu sendiri. Melainkan lebih condong ke drama yang penuh emosional.

Sebagai sekuel dari film yang sudah tayang tiga tahun sebelumnya, film ini dianggap berhasil mengalahkan kepopuleran film pertamanya. Bahkan para kritikus film berpendapat bahwa film ini bahkan lebih baik dari film pertamanya. Beberapa sumber pun menempatkan film ini sebagai film sport terbaik di 2018.


2Uncle Drew (2018)

Uncle Drew

Jika biasanya film sport menceritakan perjuangan tokohnya yang sedih dan penuh drama, film yang satu ini justru mengusung tema sport komedi. Selain itu, film yang menceritakan tentang olahraga basket ini juga ternyata turut diisi oleh beberapa atlet legendaris NBA seperti Kyrie Irving, Shaquille O’Neal, Reggie Miller, dkk.

Jadi bagi kalian pecinta basket, ini adalah film wajib buat kalian tonton. Karena selain menampilkan para legenda basket NBA, tingkah komedi mereka juga tentu akan menghibur kalian.


3Gold (2018)

Gold

Film yang satu ini merupakan film garapan Bollywood yang menawarkan cerita dengan tema olahraga. Jika di film-film India biasanya Akshay Kumar menjadi produser filmnya, di film ini Akshay Kumar kembali menunjukkan kemampuan aktingnya dengan berperan sebagai Tapan Das.

Pembukaan film ini menceritakan negara India yang saat itu masih berada di bawah jajahan negara Inggris berhasil memenangkan medali emas di kejuaraan Hoki dunia. Semua orang, para penonton, pemain dan tim kepengurusannya turut berbangga. Namun ada satu hal yang mengganjal di hati mereka yaitu ketika bendera negara peraih medali emas dikibarkan, yang dikibarkan adalah bendera negara Inggris.

Sejak saat itulah mereka mereka bertekad untuk kembali memenangkan kejuaraan olimpiade hoki dunia dengan membawa negara mereka, India. Namun kejuaraan olimpiade hoki selama bertahun-tahun setelahnya ternyata tidak pernah diadakan lagi, karena perang dan kerusuhan yang terjadi. Ini menyebabkan para pemain nasional hoki tersebut beberapa memutuskan untuk berkarier di bidang lain. Namun berbeda dengan Tapan Das, manajer tim hoki, semangat untuk itu ternyata masih menggelora di hatinya.


4Mata Dewa (2018)

Mata Dewa

Kali ini ada film Indonesia terbaru yang juga menawarkan film dengan genre olahraga. Film yang juga bergenre drama ini dihiasi oleh bintang dan aktris film muda tanah air, antara lain Kenny Austin, Agatha Chelsea, Brandon Salim, dkk.

Film ini menceritakan ambisi Dewa (Kenny Austin) yang sangat ingin memenangkan kompetisi basket dan mengharumkan nama sekolahnya di sebuah liga basketball bergengsi. Ambisi Dewa yang berlebihan membuat ia menjadi egois dan sering menyalahkan orang lain.

Masalah selanjutnya pun datang ketika Dewa menolong Bening (Agatha Chelsea), seorang rekan sekolahnya yang dijambret, sebelah mata Dewa harus terluka karena terkena pukulan preman. Hal ini pun membuat mata Dewa tidak berfungsi dengan baik dan berdampak buruk pada permainan basketnya.

Apakah Dewa akan menemukan cara untuk mengatasi keadaan tersebut? Ataukah ia harus berhenti dan melupakan mimpi dan ambisinya?


5Sachin: A Billion Dreams (2017)

Sachin

Sesuai judulnya, Sachin, film ini merupakan sebuah film biografi dari seorang Sachin Tendulkar. Sachin merupakan seorang pemain kriket berbakat andalan India yang sangat luar biasa. Di umurnya yang masih remaja, Sachin telah bermain dan memenangkan begitu banyak pertandingan kriket di lapangan.

Hal ini tidak lain dan tidak bukan karena Sachin telah barlatih untuk itu sejak kecil. Berawal dari mendapatkan hadiah sebuah tongkat pemukul kriket dari kakaknya, Sachin pun mulai menaruh perhatian dengan kriket. Namun, ketertarikan terhadap suatu olahraga tidak akan berbuah baik jika tidak mendapatkan support yang baik dari keluarga. Dukungan yang Sachin terima dari keluarganya pun membuatnya semakin bersemangat dalam menekuni olahraga kriket tersebut.

Berbeda dari film-film biografi yang biasanya, film Sachin ini dikemas dengan cara berbeda. Tokoh Sachin yang asli ditampilkan sebagai narator dalam film. Satu per satu keluarganya pun turut memberikan komentarnya di sela-sela film. Dan kemudian yang terpenting adalah adegan-adegan dari film tersebut merupakan rekaman asli dari kegiatan dan pertandingan yang pernah diikuti oleh Sachin.


6Dangal (2016)

Dangal

Film yang dirilis pada tahun 2016 lalu ini merupakan sebuah film biografi dari pasangan atlit gulat kakak beradik, Geeta Phogat dan Babita Kumari. Film ini menceritakan bagaimana perjuangan ayah mereka, Mahavir Singh Phogat, yang juga merupakan seorang atlet gulat.

Setelah kegagalannya memenangkan medali emas gulat untuk India, Mahavir Singh (Aamir Khan) sangat menginginkan seorang anak laki-laki yang bisa ia latih untuk meneruskan impian yang belum ia capai dalam bergulat. Namun takdir berkata lain, anak pertamanya yang lahir adalah seorang perempuan. Hal itu tentu saja membuatnya sedih, ia selanjutnya melakukan berbagai cara agar bisa mendapatkan anak perempuan. Namun takdir tetap saja berkata lain, kelahiran anak keduanya, ketiga, dan keempat, semuanya perempuan.

Ini membuat ia harus mengubur mimpinya untuk memenangkan medali emas gulat untuk India. Namun keajaiban datang ketika ia mendapat laporan bahwa putri pertama dan keduanya memukul dua orang anak laki-laki tetangganya hingga babak belur. Ia kemudian sadar dan melihat bahwa kedua putrinya tersebut, Geeta dan Babita, punya bakat yang diwarisi dari dirinya.

Sejak saat itulah Geeta dan Babita dilatih keras dan ditempa oleh ayahnya agar bisa menjadi seorang pegulat. Banyak orang yang menentang dan meremehkan mereka, terlebih pada saat itu orang-orang hanya mengenal gulat untuk laki-laki. Namun kegilaan Mahavir Singh tidak ada yang bisa menahannya.


73 Srikandi

3 Srikandi

Film Indonesia yang satu ini juga merupakan sebuah film biografi dari atlet-atlet panah kebanggaan negeri. Mereka adalah tiga atlet yang pernah membawa nama Indonesia dan memenangkan medali untuk pertama kalinya di Olimpiade Seoul pada tahun 1988. Mereka adalah Lilies Handayani (Chealsea Islan), Nur Fitriyana (Bunga Citra Lestari), dan Kusuma Wardhani (Tara Basro). Atau yang dikenal dengan sebutan ‘3 Srikandi’.

Film ini menceritakan bagaimana perjuangan mereka bertiga untuk bisa terpilih dan mewakili Indonesia di ajang internasional. Mereka bertiga berasal dari latar keluarga yang berbeda. Lilies yang berasal dari Surabaya, ia mendapatkan dukungan penuh dari orangtuanya yang juga merupakan mantan atlet, namun berselisih karena masalah perjodohan. Yana sendiri sebenarnya tidak mendapatkan dukungan orangtuanya untuk menjadi atlet, melainkan disuruh fokus pada pendidikannya. Kusuma yang berasal dari Makassar pun tidak mendapatkan dukungan dari orangtuanya, karena diharapkan ia menjadi PNS agar hidupnya tidak susah.