7 Game Gacha Selain Fate/Grand Order yang Layak Dicoba

7 Game Gacha Selain Fate Grand Order yang Layak Dicoba
7 Game Gacha Selain Fate Grand Order yang Layak Dicoba

Kosongan – Ahh, Fate/Grand Order. Sobat Kosongan yang seorang penikmat budaya pop Jepang minimal pernah mendengar game yang disingkat F/GO ini. Game bergenre turn-based RPG ini sudah menjadi candu para penikmat budaya pop Jepang di seluruh dunia sejak pertama kali rilis pada Juli 2015 silam. Gameplay sederhana tanpa menghilangkan unsur strategi dan cerita memikat dari Kinoko Nasu menjadi daya tarik. Namun, yang menjadi jualan utama F/GO adalah waifu dan hasbando para servant unik yang bisa didapatkan melalui gacha.

Dalam konteks game, gacha merujuk pada game yang menggunakan RNG (Random Number Generator) untuk mendapatkan karakter atau item dengan tingkat kelangkaan tertentu. Semakin tinggi tingkat kelangkaannya, semakin kuat karakter maupun itemnya. Setiap melakukan gacha, pemain dibebankan resource tertentu yang bisa didapat secara in-game maupun dibeli menggunakan uang sungguhan. Meski dapat menimbulkan kesenjangan antar pemain, namun banyak orang yang menyukainya entah untuk pamer atau sekedar sensasi. Nah, berikut daftar game gacha yang layak dicoba selain F/GO:

7 Game Gacha Selain Fate/Grand Order yang Layak Dicoba

1. THE [email protected] Cinderella Girls: Starlight Stage

THE [email protected] Cinderella Girls: Stralight Stage atau disingkat Deresute ini merupakan spin-off dari game THE [email protected] Cinderella Girls yang dirilis sebelumnya. Deresute memiliki hampir 200 waifu idol yang bisa didapatkan dalam bentuk kartu melalui gacha yang disebut audition. Tidak cuman segitu, kebanyakan idol-idol ini memiliki beragam kartu dengan tingkat kelangkaan berbeda-beda. Meskipun karakter idolnya sama, namun statsnya berbeda jika kartunya berbeda tingkat kelangkaan.

Game dari Bandai Namco dan Cygames yang dirilis pada September 2015 ini bergenre rhytm dengan mekanisme tap, hold dan slide. Tidak hanya itu, game ini memiliki mode 3D yang cukup bagus dibanding game idol lain dengan fitur sejenis, rasanya membuat smartphone kamu panas dan boros batre cukup setimpal. Kamu tidak mau smartphone kamu panas dan boros? Jangan khawatir, Deresute juga memiliki mode 2D chibi yang tetap memanjakan mata. Untuk saat ini, Deresute baru tersedia dalam bahasa Jepang.

2. LoveLive! School Idol Festival

Sekarang saatnya membahas game dari franchise yang bisa dibilang merupakan musuh saingan berat dari franchise di atas. Ya, Love Live! School Idol Festival yang biasa disingkat LLSIF atau SIF. Dalam game rilisan Bushiroad dan Klab pada April 2013 ini, pemain akan menemui dua mode, yaitu story dan live mode. Selain itu, dalam SIF pemain dibebaskan untuk memilih memainkan mode 9 dewi µ’s atau mode 9 dewi Aqours.

Gameplay dari live mode game rhytm yang satu ini cukup unik, karena membuat pemain harus sedikit melengkungkan jarinya, alih-alih lurus. Walaupun franchise Love Live! hanya 18 dewi karakter utama (9 µ’s dan 9 Aqours), tetapi bukan berarti gacha di SIF terbilang ramah lho. Ini karena, selain 18 karakter utama yang memiliki banyak varian kartu berbeda tingkat kelangkaan, tapi juga adanya puluhan karakter sampingan lain yang biasa digunakan sebagai exp. SIF kini telah tersedia dalam bahasa Inggris.

3. GranBlue Fantasy

GranBlue Fantasy, disingkat GBF merupakan game rilisan Maret 2014 yang dibuat oleh Cygames. GBF menandai kembali bergabungnya 2 artis kunci jebolan Square Enix, yaitu komposer musik Nobuo Uematsu dan art director Hideo Minaba. Meski sama-sama bergenre turn-based RPG, GBF memiliki mekanisme RPG yang berbeda dari F/GO. Selain dipengaruhi exp, kemampuan karakter di GBF juga dipengaruhin weapon dan summon yang pemain dapat sehingga percuma punya karakter SSR tapi weapon dan summon ampas.

Gacha di GBF menggabungkan characters pool, weapons pool dan summons pool dalam satu gacha, sehingga kesempatan pemain mendapatkan karakter SSR semakin kecil. Ditambah, GBF memiliki berbagai tipe eksklusif gacha yang membuat kesempatan pemain mendapatkan karakter langka yang diinginkan semakin kecil. Meskipun begitu, jika pemain sudah mendapatkan karakter langka dengan weapon atau summon langka yang sesuai, pasti akan membantu sekali dalam grinding maupun raid event. Oiya, GBF juga sudah bisa dimainkan dalam bahasa Inggris.

4. Digimon Links

Berbeda dengan game gacha bergenre turn-based RPG yang disebutkan sebelumnya, Digimon Links menggunakan karakter tidak berbentuk menyerupai manusia yang disebut digimon atau digital monster sebagai jualannya. Dalam game terbitan Bandai Namco pada Maret 2016 ini, pemain berperan sebagai tamer atau anak-anak terpilih dan bertugas mengurus digimon-digimon dengan desain keren dan memorable tersebut.

Digimon Links mungkin tidak cocok bagi pemain yang ingin mencari waifu, karena satu-satunya waifu yang ada di game ini hanya karakter Kurihara Hina yang akan menjadi pemandu bagi pemain. Meskipun begitu, game ini cocok bagi orang-orang yang ingin bernostalgia dengan digimon-digimon yang muncul dahulu. Terutama, dalam gacha game ini terdapat ratusan digimon dari yang baby hingga super ultimate dengan berbagai tingkat kelangkaan yang siap membuat pemain stres karena tidak kunjung dapat. Selain itu, Digimon Links juga telah mendapat pengumuman akan mendapat versi berbahasa Inggris.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.