5 Penyakit Psikologi Yang Akan Timbul Gara-Gara Kamu Keseringan Main Facebook

Penyakit Psikologi Sosmed

Kosongan – Sebenernya gak cuma facebook aja sih, tapi apa saja yang namanya sosial media. Eh iya! Tapi sebelum kita bahas lebih lanjut, ini serius loh gak bohongan. So, dai pada kamu kena gangguan mental atau 5 penyakit psikologi ini, mendingan kurangin deh kebiasaan main MedSos.

Kamu sadar gak sih, sejak boominnya media sosial di kalangan masyarakat kini semakin banyak orang yang kehabisan waktunya. Mereka, termasuk kamu, saya atau kita baik sengaja maupun tidak setiap harinya pasti tak akan lepas dari aktivitas scrolling beranda MedSos. Dan tanpa disadari kebiasaan ini akan menimulkan 5 penyakit psikologi yang tak main-main bahayannya.

5 Penyakit Psikologi Gara-Gara Media Sosial

Interaksi sosial terhadap sesama adalah korban pertama yang diserang oleh MedSos. Sekarang sangat sedikit dari kita yang ngobrol sama temen secara langsung atau bertatap muka. Sebaliknya kebanyakan akan memilih menggunakan SosMed sebagai perantara atau pihak ketiga yang menghubungkan interaksi ini.

So, meskipun tak bisa kita pungkiri bahwa kehadiran media sosial juga membawa dampak positif. Namun, efek negatifnya yang terlampau besar juga harusnya benar-benar kita perhatikan. Disini ane gak saranin buat kita ga saranin kamu buat ninggalin medsos ya! Tapi, alangkah baiknya jika itu dikurangi. Karena jika tidak, 5 penyakit psikologi ini akan dengan ganas menyerangmu. Apa saja?

1. OCD = Obsesive Compulsive Dissoder

Gejala yang sangat berbahaya yang akan nampak pada diri para penderita OCD adalah timbulnya rasa cemas yang berlebihan. Ini adalah salah satu kelainan psikologis yang menyebabkan para penderitanya akan memiliki pemikiran cenderung obsesif. Dan bahkan perilakunya akan menunjukkan sifat kompulsif. Jika sudah terkena penyakit psikologi yang satu ini akan sangat sulit dihilangkan, karena sifatnya yang berlaku jangka panjang.

Salah satu conoth tindakan yang biasa terjadi pada penderita OCD adlaah mereka akan melakukan sesuatu hal secara berulang tanpa sebab dan alasan yang jelas. Salah satu yang mendasarinya adalah kecemasannya yang berlebihan.

OCD umumnya terjadi karena faktor genetik, kondisi otak yang tak normal, kepribadian, dan trauma yang pernah dialami karena satu kejadian. Seperti yang kita tahu, bahwa edia sosial adalah satu jendela informasi yang penuh keterbukaan. Tak ada yang bisa ditutupi di internet, khususnya media sosial. Segala yang kita lakukan akan eninggalkan jejak. Banjir informasi yang terkadang tanpa filter inilah yang biasanya akan menjadi pemicu timbulnya gejala OCD. Terutama saat seseorang menjumpai satu informasi yang menyeramkan dan membuat mereka cemas hingg tertekan.

2. ADHD = Attention Deficit Hyperactivity Disorder

Gangguan mental yang satu ini memang seringnya dijumpai pada usia anak-anak. Tapi dengan semakin berkembangnya media sosial, tak menutup kemungkinan bahwa penyakit psikologi ini juga akan menyerangmu loh. Gejala yang akan sering terjadi adalah perasaan yang selalu gelisah. Seseorang yang terkena gangguan ADHD akan sulit untuk tenang dan pikiran akan mudah teralihkan atau sering tidak fokus. Sehingga jika itu kamu alami, maka sudah bisa dipastikan bahwa segala pekerjaan yang kamu lakukan akan berantakan, karena fokus selalu bercabang.

Contohnya sangat sering terjadi dan mungkin kamu juga sudah mengalaminya. DImana saat fokus kerja, lalu ada pemberitahuan di sosisal media. Berawal dari mengecek pemberitahuan, lalu mulai scroll beranda di facebook misalnya. Dan itu berjalan terus menerus, hngga fokusmu ke pekerjaan hilang. Itu salah satu tanda gejala ADHD.

3. NPD = Narcissistic Personality Disorder

NPD akan membuat para penderitanya cenderung ingin selalu mendapat perhatian orang lain. Mengaharapkan orang lain memujinya dan berharap mereka tertarik akan apa yang dia lakukan. Penderita NPD akan melakukan berbagai macam cara hanya agar bisa menarik perhatian orang lain. Bahkan terkadang mereka juga akan sangat ringan membuat kebohongan-kebohongan kecil hingga besar, agar orang lain bisa fokus padanya.

Orang seperti ini lama-lama akan cenderung tumbuh sifat egois dalam dirinya, arogan dan kehilangan rasa empati. Yang mereka inginkan hanya terlihat baik dimata orang lain, meskipun sebenarnya itu hanya topeng belaka. Dalam arti lain, puncaknya para penderita NPD akan cenderung melatih dirinya untuk memiliki kepribadian ganda.

4. Voyeurism

Dalam dunia seksologi, voyeurism disebut sebagai sebuah perilaku menyimpang yaitu suka mengintip. Ini biasanya akan terjadi pada para pengguna SosMed yang keseringan stalking akun orang lain. Keseringan ini lama-kelamaan akan menumbuhkan obsesi-obsesi tak wajar, hingga mempengaruhi psikologi si pelaku.

5. BPJS = Budget Pas-pasan Jiwa Sosialita

Nah, ini jug sangat sering terjadi. Awalnya adalah dipicu karena adanya perasaan iri terhadap orang lain. Ketika ada teman memposting di akun medsosnya tentang kehidupan-kehidupannya yang mewah, lalu timbul rasa iri. Setelah itu, lama-kelamaan akan muncul niat untuk menyaingi. Padahal dari segi finansial sangat tidak mendukung untuk menirukan gaya seseorang tadi. AKhirnya, menghalalkan segala cara hanya demi sekedar bisa melakukan kehidupan sosialita seperti yang dilakukan temannya di sosmed tersebut.

Nah, itulah tadi dampak buruk dari sosial media yang bahkan bisa menjadi pemicu timbulnya 5 penyakit psikologi yang berbahaya bagi kehidupan. So, mari kita pikirkan lagi sebenarnya apa manfaat yang kita dapatkan dari sosial media. Seberapa penting sosial media untuk menunjang kesuksesanmu di masa depan. Nah, jika sidah ketemu fokuskan tujuanmu ke pencapaian tersebut, jangan terlenan dengan apapun yang ada di sosial media. Ingat kalau sosial media itu berada di dunia internet, internet adalah dunia maya, maya berarti? Ya, benar! Tidak nyata!

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.