5 Macam Pengangguran, Berikut Tips Buat Pengangguran

tipspengangguran.4

KosonganTahun ajaran baru telah tiba, para mahasiswa akhir telah lulus, dan populasi pengganguran bertambah. Mencari kerja merupakan hal yang susah dan telah dilalui oleh banyak orang. Kecerdasan dan IPK tinggi terkadang tidak menjamin seseorang cepat mendapat pekerjaan. Perlu kegigihan dan pandai mencari peluang saat mencari kerja. Buat kamu yang masih nganggur, mungkin telah membaca berbagai tips mencari kerja namun tetap juga susah dalam mencari pekerjaan.

Yang menentukan langkahmu adalah pola berpikir kamu akan sesuatu. Tips secara umumnya terkadang bisa bertentangan dengan prinsipmu dalam mencari kerja. Setiap orang memiliki kepribadian yang berbeda dan hal ini juga menciptakan berbagai macam pengangguran. Berikut beberapa macam pengangguran dan tips singkat bagi tiap-tiap. Simak baik-baik dan temukan pengganguran jenis apakah kamu!

5 Macam Pengangguran Beserta Tipsnya

1Pengangguran Banyak Acara

Bagi kamu pribadi yang dinamis dan menyukai hal baru, bisa jadi kamu adalah pengangguran banyak acara. Pengangguran jenis ini adalah pribadi yang suka mengeksplorasi hal baru dan belajar banyak hal untuk tambahan pengalaman dan skills. Setelah lulus, kamu akan sangat menikmati masa-masa dimana kamu gak perlu ngampus lagi dan mencari kegiatan baru. Kamu juga akan merasa lebih santai dan going with the flow, tidak terlalu tertekan dengan tuntutan segera mendapat pekerjaan.

Kamu sibuk main, jalan-jalan, atau menambah pengalaman dengan kerja kecil-kecilan. Kamu juga sibuk ikut kursus dan belajar beberapa keahlian karena setiap pekerjaan membutuhkan pengalaman dan keahlian. Pengangguran satu ini cenderung menikmati kehidupan dan jarang khawatir dengan masa depan, tapi selalu punya kegiatan dan tidak terkurung di rumah saja.

Tips: Jangan terlalu nyaman dengan kebebasan yang kamu dapatkan dan mulai menyusun masa depan. Jangan asal ambil kesempatan kerja yang kecil, mulai pikirkan jenis pekerjaan apa yang hendak kamu tekuni. Jangan terlalu santai dalam menghadapi kehidupan karena ke depannya hidup akan lebih berat.

2Pengangguran Gigih

Mungkin karena tekanan finansial dan ingin segera menyokong keluarga, kamu jadi semangat cari kerja. Pengangguran satu ini jenis yang amat gigih mencari kerja bahkan beberap bulan sebelum lulus. Kamu juga rajin mendatangi jobs fair dan selalu mencoba lowongan pekerjaan dari pemerintah, misalnya ujian PNS. Pengangguran satu ini rela mendatangi kantor langsung untuk menaruh berkas lamaran, karena sistem online terkadang dianggap kurang real. Meskipun masih selalu gagal, kamu tidak patah semangat dan terus mencari kerja.

Tips: Pertahankan semangat dalam mencari kerja. Coba cek kembali berkas lamaran kamu, mulai dari format surat, curriculum vitae, hingga pilihan pas foto. Jangan hanya asal memasukan lamaran tapi berkasmu tidak berkualitas, kerja kerasmu jadi sia-sia. Buatlah curriculum vitae yang eye catching dan menunjukan keunggalan yang dibutuhkan perusahaan yang kamu tuju.

3Pengangguran Idealis

Jika kamu orang idealis yang tahu jelas apa yang kamu inginkan, kamu akan cenderung pilih-pilih dalam mencari pekerja. Karena kamu tidak ingin terjebak dalam satu pekerjaan yang tidak kamu sukai. Hal ini jelas cukup menyulitkan bagimu untuk mendapat pekerjaan karena terlalu selektif. Tak sekedar melamar, kamu juga akan cari tahu tentang latar belakang perusahaan dan melihat jenjang karir, gaji, hingga lokasi. Karena kamu punya rencana jelas dalam kehidupanmu.

Tips: Tak ada salahnya menjadi idealis dan presisten dengan apa yang kamu sukai. That’s what we called passion. Namun mengikuti passion membutuhkan perjuangan yang lebih dari orang biasa. Pertama kamu harus sadar diri, apa kamu memang berbakat dalam bidang yang kamu sukai. Jika kamu yakin, pertahankan, dan cobalah sedikit merendahkan standar untuk langkah pertama. Tidak ada perusahaan yang sempurna, mulai dengan yang kecil namun bisa jadi pengalaman.

4Pengangguran Pasrah

Karena lelah dan butuh uang, biasanya kamu jadi pasrah dan tidak terlalu memikirkan pekerjaan apa yang kamu inginkan. Yang penting kerja. Sarjana hukum tapi bekerja sebagai administrasi. Sebetulnya cukup disayangkan karena ilmu yang kamu kumpulkan selama empat tahun jadi tidak terpakai. Namun fenomena satu ini memang sering terjadi masyarakat Indonesia. Di Indonesia, menghargai orang dengan ijazahnya masih kurang maksimal, oleh karena itu banyak lowongan yang mencantumkan “terbuka bagi segala jurusan” dalam iklan mereka. Hal ini membuat kesempatan kerja bagi tiap lulusan jurusan tidak merata. Buat kamu yang tidak idealis dan mungkin sudah hampir putus asa, akhirnya tidak mempermasalahkan hal ini.

Tips: Karena pasrah, kamu jadi bersikap tanpa arah tujuan. Bisa jadi berkas lamaran kamu tidak sesuai dengan perusahaan-perusahaan yang kamu tuju. Jika ingin mendapatkan pekerjaan dalam berbagai bidang, buat curriculum vitae yang bersifat umum. Cantumkan keahlian dan hal-hal umum saja, beda dengan cv yang misalnya mengunggulan bakat digital marketing atau desain.

5Pengangguran Depresi

Jangan sampai kamu masuk dalam fase satu ini. Banyak pengangguran yang depresi karena susah cari kerja. Pengangguran ini jadi malas mencari pekerjaan dan nyaman di dalam kesendiriannya. Mereka suka begadang, main game, online sepanjang hari, dan melakukan kegiatan lain untuk menghibur diri.

Tips: Jangan terpuruk dalam duniamu sendiri. Tetap optimis dan lakukan hal yang lebih bermanfaat. Misalnya ikut kursus atau melatih skill-mu sendiri. Bicarakan dengan orang sekitarmu, siapa tahu mereka bisa membantu kamu. Jika baru nganggur setelah lulus itu hal biasa, kalau kamu berhenti melamar pekerjaan, jelas kamu akan terjerumus makin dalam depresi. So, tetap berusaha dan semangat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.