5 Fakta Perkembangan Islam di Jepang

5 Fakta Perkembangan Islam Di Jepang
5 Fakta Perkembangan Islam Di Jepang

Jepang merupakan salah satu negara termaju di kawasan Asia. Hampir semua alat transportasi di sejumlah negara merupakan produk dari negara berjuluk Negeri Sakura ini. Begitupun dengan teknologi, Jepang dikenal sebagai negara yang paling banyak melahirkan produk-produk canggih. Termasuk dalam Fakta Perkembangan Isam Di Jepang, yang semakin semakin berkembang.

Namun begitu, siapa yang menyangka bahwa Islam pun bersemai di negara kepulauan Asia Timur ini. Meski populasi muslim masih menjadi golongan minoritas, tetapi geliat dakwah di Jepang terus bergema hingga sekarang. Fakta Perkembangan Isam Di Jepang berawal sejak zaman dulu, dan sampai zaman sekarang. Jika Anda belum mengetahui fakta-fakta tersebut, simak beberapa Fakta tentang perkembangan Islam di bawah ini.

5 Fakta Perkembangan Islam di Jepang, Dulu Dan Kini

1Sejarah Islam Di Jepang

Sejarah Islam Di Jepang

Fakta Perkembangan Isam Di Jepang yang pertama di awali dengan, masuknya Islam ke Jepang sebenarnya sudah cukup lama. Salah satu sumber menyebut sekitar tahun 1877 hampir bersamaan dengan kahadiran agama Nasrani dari barat ke negara tersebut. Lebih tepatnya ketika kekhalifahan Turki Utsmani (Kekaisaran Ottoman) masih ada.

Pada saat itu, Sultan Abdul Hamid II, yang memerintah Turki pada tahun 1876-1909, telah mengutus laksamana Uthman Pasha, untuk melakukan kunjungan yang resmi ke Jepang, pada tahun 1890. Kemudian, setelah Uthman Pasha telah selesai mengadakan pertemuan khusus dengan Kaisar Jepang, dia dan jugs enam ratus anak buahnya telah bersiap untuk pulang. Meski pada saat itu cuaca sedang tidak bersahabat. Belum jauh kapal Al Togrul berlayar, badai besar menghantamnya sehingga menyebabkan lebih dari 550 awak kapal meninggal termasuk sang kapten.

Pihak Jepang pun mengirim dua kapal untuk membawa para korban yang selamat untuk pulang ke Istanbul. Seorang wartawan muda yang berasal dari Jepang yang bernama Shotaro Noda (ada juga yang menyebutnya Torajiro Yamada) juga ikut ke dalam perjalanan itu. Dia tak lain adalah orang yang telah mengumpulkan dana sumbangan dari warga Jepang,  untuk diberikan pada keluarga korban yang telah meninggal.

Setelah sampai di Istanbul dan menyerahkan uang sumbangan, Shotaro sempat bertemu langsung dengan Sultan Abdul Hamid yang kemudian memintanya untuk tinggal di Istanbul dan mengajarkan bahasa Jepang ke para pejabatnya. Tanpa berpikir panjang, Shotaro pun setuju. Selama tinggal di Istanbul, dia berkenalan dengan Abdullah Guillaume, seorang Muslim yang berasal dari Liverpool, Inggris. Dia-lah orang yang memperkenalkan Shotaro kepada Islam.

Akhirnya Shotaro mulai memeluk Agama Islam dan memilih untuk mengganti nama menjadi  Abdul Halim Noda (ada juga yang menyebutnya Abdul Khalil), yang diyakini oleh dunia sebagai orang Jepang pertama yang memeluk Islam. Pada tahun 1953, muncul sebuah organisasi Islam pertama di Jepang yaitu Japan Muslim Asociation (JMA). Saat itu, organisasi ini dibawah pimpinan Shadiq Imaizumi dengan jumlah anggota 65 orang.

2Masa ke-emasan Islam di Jepang

Fakta Perkembangan Isam Di Jepang yang akan Kita bahas selanjutnya adalah, pada masa keemasan islam di Jepang. Yakni Setelah Perang Dunia II berakhir, perkembangan Islam di Jepang baru mencapai masa keemasan, karena pada saat itu banyak tentara yang bertugas di negara-negara lain yang yang sudah memeluk Islam dan pada saat itu kemudian mendirikan organisasi serta juga menyebarkan agama Islam pada masyarakat luas. Kemudian saat terjadi krisis minyak tahun 1973, karena perhatian Jepang beralih ke negara penghasil minyak yang sebagian besar adalah negara Arab.

Fakta Perkembangan Islam Di Jepang juga menunjukkan kenaikan setelah peristiwa 11 September 2001, serta setelah perang teluk yang berakhir dengan dikuasainya Irak oleh pasukan Amerika. Saat inilah perkembangan Islam mencapai puncaknya karena hampir tiap hari Masjid tidak pernah sepi dari kunjungan orang Jepang yaitu sekitar 50 orang perhari yang ingin berpindah memeluk agama Islam.

Sedangkan menurut data yang diperoleh dari Lembaga Kaum Muslimin (LKM) yang berada di Jepang, Tokyo tengah merintis sebuah pendirian sekolah Islam pertama yang berada di Jepang. Menurut Dr Zakaria Ziyad di negara ini sekitar 10 orang perhari masuk agama Islam.

3Populasi Muslim di Jepang

Populasi Muslim di Jepang

Fakta Perkembangan Isam Di Jepang yang ketiga ini akan membahas tentang populasi Muslim di Jepang. Jepang adalah negara sekuler yang tetap menjamin kebebasan beragama warganya. Jadi keberadaan Islam di Jepang dapat dikatakan terjamin.

Kebanyakan dari umat Muslim yang ada di Jepang adalah para pendatang dengan profesi yang beragam, umumnya pelajar, pekerja bisnis, tenaga kerja magang, serta staff kedutaan beserta keluarganya. Mereka tinggal dan tersebar di berbagai tempat namum umumnya di kota besar seperti Tokyo, Nagoya, Osaka, Hiroshima, Kobe, Hamamatsu atau Hokkaido.

Penduduk Muslim di Jepang yang paling banyak adalah warga Indonesia, sekitar 20.000. Karena berdasarkan data dari kedutaan besar Jepang di Jakarta, menyebutkan bahwa jumlah warga negara Indonesia yang tinggal di Jepang 23.890 per Desember 2004.

Sekarang ini di Jepang tercatat sekitar 100 ribu Muslim hidup di negara itu yang 90 persennya adalah para pendatang dari Indonesia, Pakistan, Iran dan Bangladesh. Sementara 10 persen sisanya adalah warga pribumi. Namun, belum ada sensus yang bisa menampilkan data bilangan tentang orang Jepang Muslim di Jepang.

Sensus, angket atau pertanyaan tentang agama yang dilakukan oleh badan resmi negara dipastikan tidak akan pernah ada. Jadi jawaban yang pasti dari jumlah penduduk Muslim di Jepang, tidak pernah Kita didapatkan. Namun, jika dihitung menurut perkiraan atau klaim yang sudah dibuat oleh Islamic Center di Jepang, data menyebutkan angka sebesar 70.000 sampai 200.000 orang yang memeluk Agama Islam di Jepang.

4Masjid di Jepang

Fakta Perkembangan Isam Di Jepang, ditandai dengan adanya Masjid. Masjid yang pertama kali di bangun di Jepang adalah, Masjid Kobe yang dibangun pada tahun 1935. Lalu ada Masjid Tokyo Camii yang dibangun pada tahun 1938, dan pada tahun 1990 Masjid ini mengalami renovasi. Masjid, memiliki peran yang besar dalam kehidupan umat Muslim di Jepang, mengingat Masjid telah memudahkan mereka dalam melaksanakan kegiatan keagamaan disana.

Lembaga-lembaga Islam di Jepang pun dibentuk dengan tujuan perluasan kerjasama di antara warga Muslim Jepang dan juga pengadaan buku-buku agama dan kebudayaan Islam untuk warga Muslim negara ini. Japan Travel Guide for Muslim Visitor yang disusun Japan Tourism Agency dan Japan National Tourism Organization menyebutkan, tak kurang dari 60 Masjid dan tempat ibadah sudah berdiri di seluruh Jepang. Yang paling terkenal Masjid Jamii Tokyo dan Masjid Kobe. Kemudian, ada pula Masjid Sapporo di Hokkaido, Masjid Sendai di Miyagi, Masjid Nagoya di Aichi, Osaka Ibaraki Mosque di Osaka, dan Masjid Fukuoka di Fukuoka.

Masjid di negara ini memiliki beberapa fungsi, selain untuk shalat berjamaah, juga menjadi tempat untuk aktivitas keagamaan, sosial, pertemuan dan bahkan tempat untuk membahas perekonomian. Hanya saja, di negara ini kumandang azan belum diperbolehkan oleh pemerintah karena diangap mengangu kenyamanan dan menimbulkan kebisingan, maka azan hanya dukumandangan dalam ruangan Masjid atau mushola saja.

5Perkembangan Islam Masa Kini

Perkembangan Islam Masa Kini
Perkembangan Islam Masa Kini

Fakta Perkembangan Isam Di Jepang dalam beberapa tahun terakhir, Jepang terus berbenah menjadi negara yang ramah terhadap wisatawan Muslim. Bandara-bandara internasional di Jepang sudah menyediakan fasilitas dan ruang Ibadah. Hal ini seiring dengan kenaikan tajam pengunjung dari dunia Islam menyusul kelonggaran dari pemerintah Jepang tentang peraturan untuk mengeluarkan visa pada Juli 2013.

Kota Kyoto juga berencana menjadi kota yang ramah terhadap Muslim. Pasca pembebasan pembuatan  visa pada Juli 2013, banyaknya jumlah pengunjung Muslim asal Malaysia ke Jepang semakin meningkat dan mendorong para pemerintahan di Kyoto mencari cara untuk dapat memenuhi kebutuhan mereka.

Kyoto juga mempunyai kelompok studi di bawah naungan  Asosiasi Muslim Kyoto. Asosiasi yang telah berdiri sejak tahun 1987 ini, telah berjuang untuk mengusahakan agar umat Muslim dapat mengunjungi Masjid dan beribadah dengan tenang di dalamnya, serta menyediakan ruangan yang dilengkapi oleh petunjuk arah kiblat. Juga tak ketinggalan, untuk serta memberikan berbagai informasi terkait tempat-tempat makan yang berlabel halal yang di Kyoto.

Pemerintah juga sudah menyediakan tempat ibadah untuk umat Muslim di stasiun, bandara, dan ruang-ruang publik lainnya. Aspek kenyamanan para wisatawan Muslim menjadi prioritas utama pemerintah.

Itulah 5 awal Fakta Perkembangan Isam Di Jepang, hingga saat ini. Bukan hanya di Jepang, Islam juga berkembang di seluruh dunia. Perkembangan Islam akan terus berkembang hingga sanpai kapanpun, karena banyaknya umat Muslim di seluruh dunia yang akan selalu Istiqomah dalam Islam. Semoga artikel ini bermanfaat.