4 Perbedaan Orang Realistis Dan Idealis Dalam Berkarir

realistis-dan-idealis

Kosongan – Setiap orang memiliki cara prinsip dan orientasi dalam menjalani kehidupan. Ada sang pemimpi yang tak hanya bermimpi, namun bangun dan berusaha keras setiap harinya untuk meraih mimpi tersebut. Tanpa mempedulikan pendapat orang mengenai mimpinya yang terkadang tidak biasa. Adapula orang yang berorientasi pada dunia sekelilinginya dan memilih untuk menjalani hidup “normal” dan mengikuti alur yang semestinya.

Orang secara umum bisa dibedakan menjadi orang idealis dan realistis. Setiap jenis orientasi berikut akan mempengaruhi orang tersebut terutama dalam menapakan kaki pada dunia kerja. Berikut adalah perbedaan orang realistis dan idealis yang menarik untuk diamati.


4 Perbedaan Orang Realistis dan Idealis

1Dalam hal orientasi diri dan perspektif.

Dalam hal orientasi diri, orang idealis berorientasi pada kehidupan sosial yang ada disekitarnya. Baik dan buruk,  yang penting sesuai dengan kebiasaan dan standar lingkungan tempatnya membangun karir. Misal, tidak ikut campur pegawai lain yang terlibat masalah meski terkadang kamu punya kesempatan untuk menolong. Hal ini memang sudah wajar terjadi.

Orang idealis adalah seseorang yang berorientasi pada diri sendiri dan melakukan apa pun sesuai dengan norma yang benar. Orang idealis tidak bisa diam ketika terjadi hal menyimpang terjadi di sekitarnya. Ia bahkan rela kehilangan pekerjaannya jika sesuai tidak sesuai dengan prinsip yang ia pegang.

2Dalam hal kegigihan.

Orang realistis biasanya tekun dan rajin mengikuti sistem. Setelah lulus kuliah, mereka akan gigih mengikuti tes PNS, tes kepolisian, dan kesempatan apapun yang ada di depan mata. Mereka melakukan hal ini karena kebanyakan orang juga melakukan hal ini. Mereka rajin dan tidak malas menyiapkan dokumen dan mengikuti serangkaian tes.

Sementara orang idealis memiliki caranya sendiri. Terkadang mereka sibuk dengan dunianya sendiri dan bakal paling sering menjadi target omelan orang tua. Mereka terlalu pemilih dan keras kepala untuk mendapatkan yang ia inginkan. Tidak semua kesempatan dianggap kesempatan bagi seorang idealis.

3Dalam hal dinamika berkarir.

Orang realistis mengharapkan sesuatu yang “normal” dan mudah dijalani, meski sebetulnya dimana-mana yang namanya bekerja itu susah dan menguras tenaga. Mereka tidak keberatan menjadi pegawai masuk jam 8 pulang jam 5. Beberapa orang realistis bisa jadi dulunya adalah orang idealis yang putus asa. Oleh karena itu mereka memilih jalan yang normal-normal saja.

Sementara menjadi orang idealis dalam berkarir tidak ‘lah muda. Dan mereka paham akan hal itu. Mereka juga tidak keberatan jika harus bekerja lebih keras dari orang lain meski harus rugi finansial di awal berkarir. Yang penting bagi mereka adalah bagaimana mereka menjalani mimpi mereka. Entah dengan proses yang susah atau mudah.

4Dalam menanggapi pendapat orang.

Orang realistis akan sangat dengan lapang dada menerima pendapat dan saran orang tua. Mereka tidak keberatan diarahkan sesuai dengan standar yang ada. Selama aman dan terjamin masa depannya, mereka akan menerima saran dan arah orang yang mereka anggap penting.

Sementara orang idealis lebih percaya pada diri sendiri. Mereka akan sangat mengharagi orang yang mendukung mereka. Mereka akan merasa terganggu ketika ada orang yang mengkritiki mimpinya. Bagi mereka, apapun yang mereka pilih akan mempengaruhi hidupnya, bukan orang lain. Dia juga yang akan menjalani, jadi ia tidak mengingkan intervensi dari pihak mana pun.


Menjadi orang realistis dan idealis adalah pilihan. Keduanya tidak salah maupun lebih baik dari satu sama lain. Apa kamu orang realistis atau idealis?