10 Ilmuwan Muslim yang Sangat Berpengaruh di Dunia

10 Ilmuwan Muslim yang Sangat Berpengaruh di Dunia
10 Ilmuwan Muslim yang Sangat Berpengaruh di Dunia

Ilmuwan Muslim yang Berpengaruh – Tahukah kamu, bahwa banyak ilmuwan muslim yang telah menorehkan prestasi besar terhadap berkembangnya ilmu sains modern di  dunia? Bahkan, temuan yang telah ditorehkan para ilmuwan muslim ini, sangat berpengaruh pada perkembangan teknologi modern saat ini. Mereka adalah Ilmuwan Muslim yang Berpengaruh, pada apa yang telah mereka torehkan di zaman dahulu.

10 Ilmuwan Muslim ini, Sangat Berpengaruh di Dunia dan Mengubah Dunia!

Para Ilmuwan Muslim yang Berpengaruh ini, sangat berperan penting pada kemajuan teknologi zaman sekarang. Bukan hanya para ilmuwan dari barat yang sangat hebat dan berpengaruh, nyatanya banyak ilmuwan muslim yang mampu mengubah dunia, dengan kecerdasan yang mereka miliki. Berikut ini, adalah Ilmuwan Muslim yang Berpengaruh yang patut kamu ketahui:

1Abu Ali Ibnu Sina (980-1037)

Abu Ali Ibnu Sina (980-1037)
Abu Ali Ibnu Sina (980-1037)

Ilmuwan Muslim yang Berpengaruh yang pertama, adalah Abu Ali Ibnu Sina, atau yang  lebih dikenal Ibnu Sina, dan di barat lebih di kenal dengan sebutan Avicenna. Ibnu Sina adalah seorang filsuf, ilmuwan, dokter, dan juga penulis aktif, yang lahir pada zaman keemasan Peradaban Islam. Pada zaman itu, ilmuwan-ilmuwan muslim banyak menerjemahkan teks ilmu pengetahuan dari bahasa Yunani, Persia dan juga India. Teks Yunani pada zaman Plato, hingga zaman Aristoteles secara intensif sudah banyak diterjemahkan dan dikembangkan oleh para ilmuwan Islam.

Ibnu Sina, menulis sebanyak 246 buku, termasuk kitab As-Shifa (buku penyembuhan) yang berisi 20 volume. Dia adalah ilmuwan muslim pertama, yang menggambarkan meningitis dan juga menyiapkan kontribusi ironis untuk anatomi, ginekologi, dan juga kesehatan pada anak. Dia pun, telah menemukan hubungan antara psikologi dan juga ilmu kesehatan. Ilmu-ilmu lainnya, seperti studi tentang Al-Quran dan juga Hadist, ikut berkembang dengan perkembangan ilmiah. Ilmu lainnya yang digeluti Ibnu Sina, seperti ilmu filsafat, Ilmu Fikih, Ilmu Kalam, juga sangat berkembang dengan pesat.

2Abu Bakar Muhammad bin Zakariya Ar-Razi (854-925)

Kemudian, Ilmuwan Muslim yang Berpengaruh yang selanjutnya ini, merupakan orang pertama yang mencetuskan penggunaan alkohol untuk tujuan medis. Ar-Razi, adalah seorang ahli bedah dan juga orang pertama yang menggunakan bunga opium untuk kebutuhan anestesi (pembiusan). Ar-Razi juga yang pertama kali mengantisipasi terapi pada hewan, untuk dapat mengidentifikasi efek sampingnya. Saat ia masih kecil, ia tertarik untuk menjadi penyanyi atau musisi, tetapi dia pun  kemudian lebih tertarik pada bidang alkemi. Di umurnya yang ke-30, Ar-Razi memutuskan untuk berhenti menggeluti bidang alkemi, dikarenakan berbagai eksperimen yang membuat matanya menjadi cacat. Kemudian, dia mencari dokter yang dapat  menyembuhkan matanya, dan sejak itulah Ar-Razi mulai mempelajari ilmu kedokteran.

Ar-Razi mempelajari ilmu kedokteran dari Ali Ibnu Sahal at-Tabari, yang juga seorang dokter dan filsuf. Dulunya, Ibnu Sahal merupakan seorang Yahudi, yang kemudian masuk Islam setelah bersumpah untuk menjadi pegawai kerajaan dibawah kekuasaan khalifah Abbasiyah. Ar-Razi, kemudian menjadi seorang dokter di kampung halamannya. Kemudian dia pun dipercaya menjadi kepala Rumah Sakit di Rayy, pada masa kekuasaan Mansur ibnu Ishaq. Beberapa tahun kemudian, dia pindah ke Baghdad, dan menjadi kepala Rumah Sakit di Baghdad. Ar-Razi diberikan gelar Syaikh, karena dia memiliki banyak murid dan juga dikenal sebagai dokter yang baik dan tidak pernah membebani biaya pada pasiennya.

3Omar Khayyam (1048-1131)

Omar Khayyam (1048-1131)

Ilmuwan Muslim yang Berpengaruh selanjutnya, adalah Omar Khayyam. Dia adalah seorang matematikawan, astronom, dan juga penyair. Kalender yang dia buat sebagai astronom, terbukti lebih akurat daripada yang diusulkan lima abad kemudian, Paus Gregorius XIII. Dia pun terkenal karena menemukan sebuah metode memecahkan persamaan kubik dengan cara memotong sebuah parabola dengan sebuah lingkaran lainnya. Karya-karya matematikanya terus bertahan hingga saat ini.

4Al-Hasan Ibnu Al-Haytham (965-1040)

Al-Hasan Ibnu Al-Haytham (965-1040)
Al-Hasan Ibnu Al-Haytham (965-1040)

Ilmuwan Muslim yang Berpengaruh lainnya, adalah Al-Hasan Ibnu Al-Haytham. Yang mempunyai sebuah buku tentang Optik (Kitab Al-Manazir), yang kemudian setelah diterjemahkan ke dalam bahasa latin, sangat mempengaruhi para sarjana Eropa di abad ke-17. Dia merupakan penemu kamera pertama, yang berlanjut hingga zaman sekarang dengan berbagai jenis kamera dan berbagai tipe yang semakin canggih. Dia juga menulis tentang konsep gravitasi sekitar 700 tahun yang lalu, sebelum penemuan Isaac Newton dan juga teori apel!

5Abu Rayhan Al-Biruni (973-1048)

Abu Rayhan Al-Biruni (973-1048)

Abu Rayhan Al-Biruni merupakan salah satu Ilmuwan Muslim yang Berpengaruh di dunia. Dia mampu menentukan kepadatan spesifik dari berbagai jenis batu mulia yang berjumlah 18, dan mendefinisikan sebuah rasio antara kerapatan dari batu-batu tersebut. Dia juga mampu menetapkan aturan yang terkait dengan kepadatan spesifik pada tubuh. Dia adalah ilmuwan muslim yang pertama menyatakan, bahwa kecepatan cahaya sangat besar jika dibandingkan dengan kecepatan suara. Al-Biruni, menyatakan Milkyway Galaxy sebagai gugusan bintang-bintang dan dapat menciptakan instrumen astronomi.

6Muhammad Ibnu Musa Al-Khawarizmi (780-850)

Muhammad Ibnu Musa Al-Khawarizmi (780-850)

Ilmuwan Muslim yang Berpengaruh yang lainnya, dikenal sebagai bapak Aljabar dan bapak Algoritma. Ilmuwan muslim yang satu ini, merupakan penemu pertamanya, yang kemudian penemuannya dikembangkan oleh orang lain. Kata Algoritma sendiri, berasal dari namanya sendiri. Buku yang telah ditulisnya (ḥisāb al-Jabr wal-Muqābala) atau yang artinya Perhitungan Integrasi dan Persamaan, digunakan hingga abad ke-16 sebagai buku teks paling utama di universitas-universitas di berbagai belahan Eropa. Dia juga yang pertama kali menemukan konsep nol atau (sifar), yang menciptakan revolusi dalam ilmu matematika.

7Abu Musa Jabir Ibnu Hayyan (721-815)

Selanjutnya ada Ilmuwan Muslim yang Berpengaruh, yang juga dikenal sebagai bapak awal kimia. Ibnu Hayyan, merupakan seorang polymath, astronom, astrolog, insinyur, ahli geografi, filsuf, fisikawan, apoteker, dan juga dokter. Dengan berbagai ilmu yang dimilikinya, dia mampu mengembangkan prosedur untuk dapat mengembangkan baja. Dia juga memperkenalkan pada dunia, metode untuk menghilangkan kotoran yang ada pada logam.

8Abul Qasim Al-Zahrawi (936-1013)

Abul Qasim Al-Zahrawi, merupakan salah satu Ilmuwan Muslim yang Berpengaruh yang pertama kali menggunakan benang sutra untuk keperluan menjahit luka. Abul Qasim juga pertama kali mengembangkan metode untuk dapat membuat gigi tiruan, dan merancang instrumen mengenai bedah yang hingga saat ini masih digunakan di era modern.

9Abu Yusuf Yaqub Al-Kindi (801-873)

Ilmuwan Muslim yang Berpengaruh selanjutnya adalah, seorang filsuf Muslim Arab, polymath, ahli matematika dan juga dokter yang tak lain adalah Abu Yusuf Yaqub Al-Kindi. Dia telah menulis buku-buku tentang berbagai sistem angka dan juga Matematika modern. Dia juga telah mengembangkan sistem skala untuk mengukur potensi yang ada pada obat.

10Nasir Ad-Din At-Tusi (1201-1274)

Nasir Ad-Din At-Tusi (1201-1274)
Nasir Ad-Din At-Tusi (1201-1274)

Selanjutnya, ada Ilmuwan Muslim yang Berpengaruh, yang merupakan seorang  astronom pertama yang mampu menentukan pergerakan planet-planet. Dia sudah terkenal dan dianggap sebagai pencipta trigonometri, juga sebagai disiplin matematika dalam dirinya sendiri. Tusi mampu membuat tabel gerakan planet yang sangat akurat, seperti yang telah digambarkan dalam bukunya sendiri Zij-i ilkhani. Buku tersebut, berisi tentang tabel astronomi untuk menghitung posisi planet dan juga nama-nama bintang.

Itulah 10 Ilmuwan Muslim yang Berpengaruh, yang mampu memberi perubahan positif pada dunia. Dengan berbagai torehan yang telah dihasilkannya, mereka hingga saat ini telah menginspirasi para ilmuwan lain di seluruh dunia. Penemuan-penemuannya sangat bermanfaat bagi kehidupan hingga saat ini, mereka adalah ilmuwan muslim yang dibanggakan umat Islam.