10 Fakta Tentang Sekolah Di Jepang Yang Menarik

sekolahdijepang.7

Kosongan – Jepang merupakan salah satu negara yang terkenal dengan aturan disiplin dan tekun semenjak para penduduknya duduk di bangku sekolah. Budaya belajar dengan rajin sebelum ujian sekolah sudah menjadi budaya yang disadari oleh setiap individu di Jepang. Mereka memiliki sifat kompetitif dan selalu mengincar SMA dan Universitas terbaik untuk masa depan yang cerah.

Hal tersebut membuahkan sumber daya manusia di Jepang yang pada umumnya pekerja keras dan memiliki dedikasi tinggi pada pekerjaan.

Apa saja sih materi pelajaran dan peraturan khusus di sekolahan Jepang? Berikut beberapa fakta tentang sekolah di Jepang yang menarik untuk kamu simak.

10 Fakta Sekolah Di Jepang

1Guru tidak pernah mengusir murid keluar kelas.

 

Apa kamu pernah dihukum keluar kelas semasa sekolah? Hal ini sudah biasa dialami murid nakal di Indonesia. Ketika kamu tidak mengerjakan PR atau ramai dikelas, guru yang kesal biasanya akan langsung mengirim murid untuk keluar kelas.

Berbeda dengan di Jepang. Tidakan mengirim murid keluar kelas justru akan menyebabkan gur tersebut ditegur. Karen bagi sekolah, setiap murid, rajin maupun nakal berhak menerima pelajar. Guru diwajibkan untuk sabar dan niat menegur murid, gak asal mengirim keluar kelas agar pekerjaannya lebih muda.

2Semua murid harus makan siang dengan menu yang telah ditentukan.

Di Jepang tidak ada yang namanya bakul es krim atau bakso di depan sekolah. Beberapa sekolah bahkan tidak memiliki kantin yang menjual berbagai makanan. Salah satu misi sekolahan tidak hanya membuat para muridnya cerdas namun sehat secara jasmani. Salah satunya dengan menentukan standar bekal atau bisa disebut dengan bento. Bento murid sekolah diwajibkan memiliki menu sehat seperti sayuran dan ikan.

3Murid dan guru makan bersama di kelas.

Kebijakan satu ini biasanya masih diterapkan di sekolah dasar dan SMP. Pada jam makan siang, setiap murid akan membentuk grup kecil dengan menyatuhkan meja mereka dan makan bersama. Hal ini bisa membangun hubungan dan keakraban di antara para murid sekolah.

4Tidak ada istilah ‘tidak naik kelas’.

Di Indonesia, ketika seorang murid dianggap belum memahami materi di kelas tertentu dan nilainya di bawah rata-rata, biasanya mereka terancam tidak naik kelas dan harus mengulang lagi setahun penuh dan tertinggal dari teman-temannya. Hal ini sebetulnya hanya akan menganggu psikis anak, dan membuat merek jadi minder.

Di Jepang hal itu tidak akan terjadi. Murid yang mendapat nilai di bawah rata-rata akan menerima remidial. Meski masih tidak memenuhi standar nilai, mereka akan tetap naik kelas. Namun murid tidak akan menganggap santai hal ini. Karena nilai yang tercantum akan tetap jelek dan mempersulit mereka ketika hendak tes SMA atau Universitas.

5Adanya piket kelas.

Di Indonesia sendiri penerapan piket kelas tidak di berlakukan di semua sekolah. Sekolah elit biasanya tidak menerapkan piket kelas.

Tak pandang bulu, seluruh sekolah di Jepang memiliki sistem piket yang disebut souji. Setiap pulang sekolah, beberapa murid wajib untuk tinggal di kelas dan melakukan piket bersama sesuai jadwal. Hal ini pastinya dapat mengasah rasa tanggung jawab akan kebersihan.

6Tugas menumpuk saat liburan.

Salah satu liburan terpanjang di Jepang adalah ketika musim panas yang bisa mencapai 3 bulan. Namun, hal tersebut tidak tanpa tanggungan, para murid akan menerima banyak PR dan tugas.Tugas-tugas tersebut hanya bisa selesai tanpa membuat para murid lelah jika rajin mengerjakan setiap hari.

Kegiatan klub juga masih berlangsung dan beberapa guru tetap hadir kesekolah untuk mengawasi murid yang bergabung dengan klub.

7Semua murid menggunakan sepatu dan tas yang sama.

Di Jepang akan cukup susah bagi kamu untuk pamer tas bagus atau sepatu fashionable. Karena sekolah bukan catwalk di Jepang, semua murid akan memiliki tampilan yang hampir sama. Mereka diwajibkan menggunakan tas yang sama, biasanya berbentuk kotak dan berwarna biru tua tanda hiasan atau warna yang mencolok. Namun mereka bisa memberi gantung kunci sebagai hiasan.

Saat masuk area sekolah, setiap murid juga wajib mengganti sepatu mereka dengan sepatu khusus berwarna putih yang disebut uwabaki.

8Survey pekerjaan impian.

Di Jepang, setiap murid SMA tahun terakhir akan mulai sibuk dengan persiapan untuk masuk universitas. Pihak sekolah biasanya juga akan melakukan survey cita-cita atau pekerjaan impian setiap murid. Hal ini agar setiap guru dapat membimbing murid sesuai dengan potensi dan minatnya. Mereka akan memberikan saran dan rekomendasi universitas yang sesuai dengan keinginan mereka.

9Dedikasi yang besar pada kegiatan klub.

Para pejabat sekolah di Jepang meyakini bahwa masing-masing murid memiliki potensi yang berbeda. Ada yang unggul di akademik, ada pula yang lebih berbakat di olahraga dan seni. Ada banyak klub dalam sebuah sekolah yang bisa diikuti setiap murid yang berminat. Dan mereka sendiri yang akan mengelolah klub tersebut, guru hanya menjadi pembimbing dan penanggung jawab.

Mereka juga harus komitmen untuk mengikuti kegiatan klub pada pagi hari atau sepulang sekolah. Dan hal tersebut dilakukan hampir setiap hari.

10Murid diperbolehkan tidur di kelas.

Dengan berbagai fakta di atas, sungguh terkihat betapa melelahkan menjadi seorang murid di Jepang. Mulai dari tugas menumpuk di musim panas hingga kegiatan klub.

Namun, kebanyakan guru di Jepang masih punya hati dan simpati dengan muridnya. Ketika mendapati murid tertidur di jam-jam melelahkan, seorang guru bisa menilai apakah murid tersebut tidur karena malas atau kelelahan belajar.

Beberapa sekolah TK dan sekolah dasar bahkan menyediakan jam khusus untuk setiap murid tidur siang di kelas sebelum memulai pelajaran kembali.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.